Sastrawacana – Pasti kita semua mengetahui bagaimana tradisi orang tua yang berdongeng saat menemani anaknya tidur. Dongeng dengan berbagai tema cerita selalu dilantukan oleh orang tua setiap harinya. Entah darimana awal mula tradisi tersebut berlaku. Namun, setiap anak akan merasakan kenyamanan yang tak terhingga saat mendengar ibunya berdongeng sehingga anak tersebut dapat memejamkan mata tanpa beban hingga akhirnya tertidur pulas.

Beda halnya dengan zaman sekarang, orang tua sudah tidak lagi berdongeng untuk menemani tidur anaknya, tapi melalui hal-hal lain, anggap saja gadget. Orang tua sekarang lebih memikirkan hal yang simple, yaitu dengan memberikan gadget agar anaknya bisa melihat video dongeng daripada harus lelah berdongeng secara langsung. Padahal, berbagai manfaat baik bisa didapatkan dengan keikhlasan orang tua khususnya ibu saat membacakan dongeng untuk anaknya. Manfaat tersebut antara lain :

1. Kedekatan Emosional

Dengan melantunkan dongeng menjelang tidur sang buah hati, ibu selalu mengelus-elus anaknya dengan perasaan penuh cinta. Dengan merasa dicintai seperti itu, anak akan merasa lebih nyaman dalam kehangatan kasih seorang ibu. Tentunya hal tersebut akan menciptakan sebuah kedekatan emosional yang tidak bisa dibeli dengan materi, berapapun jumlahnya. Seorang ibu akan lebih mengerti anak dan begitu juga sebaliknya, anak akan sangat menyayangi ibunya karena memberikan perhatian yang luar biasa. Jadi, kenapa takut lelah berdongeng jika hal tersebut dapat menciptakan keharmonisan emosional antara ibu dan anak?

2. Beretika Baik

Pengarang dongeng tidak akan memberikan cerita-cerita yang tidak mendidik pada anak. Sebab, penikmat dongeng adalah anak yang berada pada usia pertumbuhan. Jadi, apapun yang dikonsumsi oleh otak anak pada usia masih belia tersebut akan mempengaruhi etika dan sikapnya kelak. Dalam cerita dongeng, selalu menceritakan hal-hal yang baik dan dipenuhi dengan pesan terpuji. Maka, semakin kita memberikan cerita-cerita baik kepada anak, maka akan baik pula pola pikir dan etikanya.

3. Menjauhkan dari Hal Negatif

Seperti yang sudah kita ketahui saat ini, orang tua lebih mempercayakan gadget untuk anaknya karena dianggap lebih simple dan agar anaknya mengerti tentang teknologi. Padahal, tidak setiap anak dapat dibekali gadget. Walau baik untuk mengenal teknologi, tapi diperlukan waktu yang tepat untuk mengenalkan gadget kepada anak. Dalam masa pertumbuhan, alangkah baiknya untuk tidak membekali sang buah hati dengan gadget karena itu tidak perlu. Bayangkan bagaimana sang buah hati mengakses hal yang tidak patut diakses tanpa sepengetahuan orang tua. Anggap saja konten pornografi atau tindak kekerasan fisik. Bukan malah membentuk pola pikir menjadi lebih baik, malah membuat anak semakin liar. Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting. Perlu adanya pendekatan secara langsung, salah satunya dengan berdongeng sebelum anak tertidur. Sembari berdongeng, orang tua bisa menyelipkan pesan-pesan baik untuk anaknya. Hal tersebut lebih baik daripada memberikan gadget pada usia belia.

4. Meruncingkan imajinasi dan daya ingat anak

Dalam melantunkan dongeng, orang tua hanyalah membacakan tulisan tanpa memperlihatkan visual kepada anak. Tentunya anak akan membayangkan sendiri bagaimana visual dari dongeng yang sedang diceritakan tersebut. Dengan begitu, imajinasi seorang anak akan semakin terasah setiap harinya. Dengan imajinasi yang tinggi, maka kecerdasan dan daya ingat anak akan semakin tajam. Bayangkan saja, jika setiap hari orang tua menceritakan dongeng dengan tema berbeda, maka setiap hari imajinasi sang anak juga akan terus bekerja. Hal tersebut baik untuk meningkatkan kinerja otak anak sehingga saat ia tumbuh dewasa maka ia akan menjadi seseorang yang berkepribadian baik.

Penulis   : Maulana Affandi

Comments

comments