Mungkin telinga kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah Copywriter. Namun, tidak semua orang paham mengenai makna dan manfaatnya.

Untuk memberi pemahaman kepada klahayak ramai, maka artikel kali ini akan membahas secara sederhana mengenai arti dari Copywriter dan apa saja manfaatnya.

Sebelum masuk pada pembahasan Copywriter, kita harus mengetahui terlebih dahulu, bahwasanya Copywriter merupakan sebuah profesi yang masuk atau dikategorikan sebagai marketing. Namun, bukan marketing seperti umumnya (tradisional), tetapi marketing yang bergerak di dunia online atau yang lebih akrab disebut Digital Marketing.

Apakah berbeda?
Fungsi Digital Marketing dan marketing tradisional pada umumnya sama! Mereka (marketing) sama-sama mengenalkan produk, memasarkan, mencari konsumen, dan tujuan akhir adalah menjual.

Namun, ruang lingkupnya yang berbeda. Jika marketing tradisional hanya dapat mencakup daerah tertentu dari segi pasarnya, maka Digital Marketing mampu menjaring pasar yang lebih luas (tentunya di dunia online) dengan beberapa cara dan strategi.

Kembali ke pembahasan utama mengenai Copywriter. Sekarang kita sudah mengetahui seorang Copywriter tidak lain adalah sebuah profesi marketing di dunia online.

Jadi, sebagai seorang Copywriter harus pandai menela’ah trend online dan juga harus aktif berselancar di dunia internet. Sebab, dari trend-trend yang sekarang sedang digandrungi, seorang Digital Marketing dapat masuk dan menyelinap ke dalam trend tersebut untuk menjaring pasar yang lebih luas.

Selain itu, profesi Copywriter harus pandai bermain kata dan bahasa, karena kalimat-kalimat yang digunakan pada naskah yang ditulis harus dan wajib bersifat persuasif, yaitu mengajak dan mempengaruhi siapapun yang membaca atau (calon pembeli).

Sederhananya, seorang Copywriter harus mengerti tentang teknik SEO. Banyak yang mengatakan bahwa Copywriter merupakan penyihir kata, karena memang seperti itu faktanya. Merubah kalimat biasa, menjadi kalimat yang persuasif dan mengajak.

Seorang Copywriter harus pandai melihat dan membidik pasar yang akan dituju. Karena jika salah sasaran, semua akan sia-sia. Tulisan yang sudah tirangkai sebaik mungkin juga tidak ada artinya lagi karena salah sasaran.

Contoh saat akan menjual kosmetik kecantikan, maka pasar yang dituju adalah perempuan. Tidak sampai disitu, tidak semua perempuan memerlukan kosmetik kecantikan. Jadi, jawabannya adalah target pasar adalah perempuan kisaran usia 16-40 tahun.

Setelah mengetahui target dan pasar yang dituju, barulah kata demi kata disihir menjadi sebuah kalimat yang sangat indah dan sifatnya persuatif.

Jadi, jangan heran jika banyak orang yang awalnya enggan lantas berubah pikiran dan bernafsu ingin membeli sebuah produk karena telah membaca caption atau kalimat sihir dari seorang Copywriter.

Begitulah penjelasan singkat mengenai Copywriter sang penyihir kata. Semoga artikel ini bermanfaat.

Penulis   : Maulana Affandi

Comments

comments