Dalam menulis novel memang tidak ada aturan baku yang mengikat. Setiap penulis bebas menulis sesuai dengan karakter serta gaya bahasa sendiri.

Namun, tidak sedikit penulis yang kadang mengabaikan hal-hal kecil yang menurutnya tidak penting. Padahal kalau dipahami lebih dalam, sekelumit hal kecil tersebut akan sangat berpengaruh dalam kualitas karya.

Tidak hanya itu, proses menulis bukanlah sebuah perjalanan pendek yang bisa dilakukan tanpa hambatan. Menulis novel adalah sebuah proses panjang dengan seribu hambatan.

Demikian susahnya kah? Ya, penulis profesional saja kerap mengalami kesulitan dalam penggarapan karya mereka, apalagi penulis pemula yang masih meraba-raba dalam penciptaan sebuah karya.

Nah, setelah mengetahui betapa sulitnya menulis novel, ada baiknya kita mengetahui 5 kesalahan umum yang seharusnya tidak dilakukan oleh penulis.

1. Salah Memilih Tokoh Utama

Dalam sebuah novel, peran tokoh utama sangatlah penting. Sebab, tokoh utama adalah sosok seseorang yang diceritakan pada awal hingga akhir cerita. Secara garis besar bisa dikatakan jika tokoh utama adalah inti cerita dari jumlah ratusan halaman yang dibukukan.

Maka dari itu, sebelum menulis, ada baiknya menentukan tokoh utama yang tepat. Tentukan pula bagaimana watak, karakter, serta latar belakang si tokoh utama tersebut agar memiliki kekuatan dan mampu memikat hati setiap pembaca nantinya.

2. Salah Memilih Jalan Cerita

Pada dasarnya, cerita yang baik adalah cerita yang tidak mudah ditebak. Kebanyakan orang sering merasa bosan saat membaca novel karena jalan ceritanya sangat mudah ditebak. Cerita dalam sebuah novel sangatlah liar dan bebas, maka jangan terjebak hanya dalam sebuah sudut pandang yang klise.

Cobalah untuk berimajinasi lebih liar lagi agar cerita yang diciptakan tidak mudah ditebak. Sebab, pembaca akan merasakan sensasi berbeda saat membaca naskah yang isi tulisannya mengalir serta memberikan efek penasaran akan cerita selanjutnya.

3. Konflik Kurang Kompleks

Yang dimaksud kurang kompleks di sini adalah tidak terjadi konflik lengkap, mulai dari konflik batin hingga fisik. Sebab, novel adalah sebuah karya sastra yang memiliki jumlah halaman hingga ratusan. Jadi, alangkah membosankan jika konfliknya rata tanpa penekanan maupun tanpa kompleksitas yang membuat situasi cerita semakin hidup.

Sebab, sesuai dengan rentenannya, dalam karya sastra terdapat yang namanya urutan cerita, mulai dari pengenalan, ide cerita, konflik, penyelesaian. Nah, dengan konflik yang tidak memuncak, maka emosional pembaca juga tidak mencapai klimaksnya.

4. Editing Saat Menulis

Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis, baik pemula maupun profesional. Hampir semua penulis pasti pernah melakukan hal ini, yaitu mengedit saat sedang asik-asiknya menulis. Menurut riset yang telah terbukti kebenarannya, menulis sambil mengedit adalah sebuah aktivitas yang sangat tidak efisien.

Alangkah lebih baik, jika fokus menulis saja dan jangan melakukan editing. Sebab, saat imajinasi sedang mengalir deras di otak, maka fokus harus tetap terjaga, jangan diganggu dengan aktivitas editing yang akan merubah jalan cerita. Kebanyakan penulis yang pernah melakukan kesalahan ini mengaku jika lebih baik menyelesaikan naskah terlebih dahulu.

5. Menuruti Rasa Bosan

Kendala yang paling sering muncul saat menulis novel adalah rasa bosan. Ya, terlebih rasa bosan itu sangat besar hantamannya sehingga mengakibatkan rasa malas dan kebuntuan. Sebetulnya, hal tersebut wajar saja. Ada baiknya untuk beristirahat sejenak, gunakan waktu istirahat tersebut dengan hal yang baik, misalnya membaca maupun menonton film agar inspirasi datang kembali.

Jangan menuruti bosan hingga akhirnya kebablasan. Sebab, saat rasa bosan telah menguasai, maka naskah hanya akan menjadi konsep dalam folder usang tanpa pembaruan. Usahakan lawan rasa bosan tersebut dan percaya bahwa otak manusia adalah anugerah yang tidak mudah dikalahkan.

Penulis : Maulana Affandi

Comments

comments