Musik merupakan salah satu cabang seni yang memiliki begitu banyak penggemar di dunia ini, termasuk Indonesia. Maka tak heran jika pelaku dari seni musik selalu melejit namanya dan mendapatkan banyak penggemar karena karya-karyanya. Selain bisa membuat tenar, banyak juga musisi yang berubah nasibnya karena karya yang diciptakan bisa diterima oleh masyarakat luas.

Bukan main hebatnya seni musik ini, bahkan kita sendiri seakan tak bisa hidup tanpa musik. Misalnya, saat sedang jenuh ataupun stres, biasanya kita membutuhkan musik sebagai rileksasi diri, bukan? Musik memang sangat cocok untuk berbagai hal dan berbagai momen. Contoh lain, semisal kita sedang kencan, maka musik bisa membuat suasana menjadi semakin hangat dan romantis.

Maka dari itu, banyak yang mengatakan kalau musik benar-benar dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Oleh karenanya, tak heran kalau begitu banyak orang yang ingin menjadi musisi dan menciptakan karya dengan menulis lagu. Namun, mencipta karya dalam musik tidaklah mudah. Ada beberapa hal harus kita pahami terlebih dahulu. Selain itu, menulis lagu juga memiliki beberapa tahapan atau alur agar hasilnya menjadi lebih maksimal.

Pertama, yang perlu diperhatikan dalam menulis lagu adalah menentukan tema. Sebab, tema merupakan inti atau ide cerita dari apa yang akan kita tulis nanti. Biasanya, pemilihan tema ini haruslah dengan apa yang sedang dirasakan agar feel nya benar-benar dapat dan kita pun bisa menghayati.

Selanjutnya, adalah pemilihan kata atau diksinya. Sebagai penulis yang baik, alangkah baiknya kita menggunakan kata-kata yang indah dan mengandung makna yang dalam. Jika tema yang diangkat adalah percintaan, kita bisa menggunakan kata-kata kiasan yang indah dengan berbagai macam perumpamaan, misalnya ‘kau bagai bayangan, di kala matahari tepat berada di atasku’.

Kalimat tersebut mengandung makna, bahwa ‘Selagi cinta masih ada, aku tidak akan pernah bisa lepas darimu dan kita akan terus bersama apapun yang terjadi’. Sebab, bagaimanapun juga bayangan tidak akan pernah pisah dengan orangnya selagi ada cahaya. Cahaya bisa diibaratkan sebagai cinta. Maka jika cahaya itu redup, berarti cintanya juga telah hilang sehingga hubungan harus berakhir.

Tahap selanjutnya, kita juga harus menentukan struktur kalimat dalam menulis lagu. Usahakan dalam bait pertama, menggunakan konotasi-konotasi atau sampiran layaknya pantun atau puisi. Setelahnya, pada bagian reff barulah kita memberikan kata-kata terbaik atau klimaksnya. Sebenarnya tidak ada teori khusus dalam menulis lagu, apalagi untuk urusan pemilihan kata. Namun, sekali lagi diingatkan, bahwa semakin indah kata-kata yang ditulis, maka akan membuat lagu tersebut seakan hidup dan memiliki jiwa.

Comments

comments