Pagi-pagi enaknya makan roti,
karena sesudah itu harus pergi menuntut ilmu.
Kamu janganlah berkecil hati,
karena hatiku hanyalah untukmu.

Naruh uang di dalam saku,
sakunya sobek karena kena kuku.
Janganlah sampai kamu mengkhianatiku,
karena hanya dirimu yang ada di dalam hatiku.

Jalan-jalan ke Inggris,
lihat gedung berbaris-baris.
Aku rela ditusuk keris
demi cintaku pada Adinda yang manis.

Beli buah, buahnya jeruk bali,
Belinya lewat kota semarang.
susah susah membuat pantun ini,
hanya buat kamu seorang.

Bikin atap,
Dari daun lontar.
Bila kamu menatap,
Hatiku bergetar.

Buah kemumu,
Dimakan ikan.
Senyumanmu,
Sulit kulupakan.

Kresek-kresek dari hulu,
Untuk membawa kain blacu.
Pesek-pesek dari dulu,
Biar pesek yang penting lucu.

Jalan ke kota amat rata
Tapi banyak yang celaka
Kupersembahkan pantun cinta
yang romantis lucu dan jenaka

Mari main layang-layang
Mainnya di waktu siang
Wahai yang kusayang
Kenapa kamu makin peyang?

Bunga selasih dalam sangku
Sangku panas tangan melepuh
Demi kekasih cantikku
Jalan berliku tetap kutempuh

Sapu rumah hingga bersih
Atap rumah amat tinggi
Tatap mataku wahai kekasih
Cintaku tak berbelah bagi

Sapi menarik roda pedati
Jauh hingga ke desa sepi
Engkau adalah cinta sejati
Siang terbayang malam termimpi

Pak Haji memakai serban
Serban putih dari bahan
Demi dirimu rela aku berkorban
Apapun yang terjadi aku bertahan

Dari desa pergi ke kota
Perginya untuk mencari kerja
Apakah benar engkau cinta
Ataukah hanya merayu saja

Jatuh ke sungai sebuah batu
Batu dari jalan berliku
Abang memang nomor satu
Bersemayam dalam hatiku

Bunga mulai memutik
Ingin rasanya memetik
Tatapan mata amat cantik
Siapa orangnya yang tak tertarik

Mencari pantun ke tanah Melayu
Ke tanah Jawa membeli batik
Bukan aku hendak merayu
Kamu memang sangat cantik

Sangat laku jual jamu
Jualnya ke tanah seberang
Saat aku melihat dirimu
Dunia ini rasanya terang benderang

Gadis kecil berkepang pita
Hendak jalan-jalan ke kota
Padamu aku jatuh cinta
Siang malam terbayang di mata

Deras arus Kali Malang
Naik perahu sangatlama
Senangnya bukan kepalang
Bila cintaku kau terima

Wangi aroma mangga kweni
Tupai datang untuk meminta
Berdebar-debar jantungku ini
Apakah ini pertanda cinta?

Comments

comments