Pendidikan

Kemendikbudristek Lantik Pejabat Perguruan Tinggi Negeri dan Mengimbau Untuk Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengemban peran utama mencerdaskan kehidupan bangsa. Peran tersebut ditunjukkan melalui kebijakan-kebijakan pendidikan dan kebudayaan.

Sebagian upaya telah dirangkai melalui berbagai episode Merdeka Belajar yang esensinya adalah melakukan transformasi di bidang pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi.

Dalam mendukung hal tersebut, Selasa (7/3) Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek, Suharti kembali menggelar upacara pelantikan terhadap empat pemimpin perguruan tinggi negeri, tiga dekan pada Universitas Singaperbangsa Karawang, dua pejabat pengawas pada Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, serta tiga pejabat fungsional.

“Saya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik hari ini untuk benar-benar memahami masalah yang ada di ranah pekerjaan Saudara. Manfaatkan pengetahuan dan pengalaman Saudara. Gali ilmu dan pengetahuan untuk memahami permasalahan dengan seksama guna mencari solusinya. Jika masalah tersebut lintas unit kerja, jangan lupa untuk berkomunikasi dan bekerja sama,” pesan Suharti dalam sambutan yang disampaikan di Kantor Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui YouTube Kemendikbud RI.

Berikut daftar pejabat yang dilantik yaitu:

1. Amar selaku Rektor Universitas Tadulako Periode Tahun 2023 – 2027

2. Saiful Anwar selaku Direktur Politeknik Negeri Jember Periode Tahun 2023 – 2027

3. Widodo PS selaku Direktur Politeknik Negeri Pontianak Periode Tahun 2023 – 2027

4. Joniriadi selaku Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin Periode Tahun 2023 – 2027

5. Safuri selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa Karawang Periode Tahun 2023-2027.

6. Sulistyo Sidik Purnomo selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang Periode Tahun 2023-2027

7. Akil selaku Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang Periode Tahun 2023-2027

8. Naryana selaku Kepala Subbagian Tata Usaha, Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi

9. Bangkit Ari Murti selaku Kepala Subbagian Tata Usaha, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi

10. Yaya Sutarya, selaku Widyaprada Ahli Madya pada Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

11. Sumiyati, selaku Widyaprada Ahli Madya pada Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

12. Agus Mardianto selaku Widyaprada Ahli Madya pada Direktorat Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Lebih lanjut, Suharti menyinggung pentingnya memiliki jiwa kepemimpinan. Itulah yang ia tekankan kepada para pejabat yang dilantik.

Penting menurutnya menjadi pejabat yang diikuti bukan hanya sekadar kewenangannya tetapi juga berdasar jiwa kepemimpinan yang dimilikinya.

Dengan demikian, kebijakannya akan dipahami dan diikuti para pegawai di satuan kerja masing-masing dengan penuh kesadaran sebagai bentuk tanggung jawab bersama yang harus dikerjakan.

“Pastikan Ibu dan Bapak melakukan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya, di manapun bertugas,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, kepada pimpinan perguruan tinggi, Sesjen berpesan untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi internal yang mencakup seluruh civitas akademika mulai dari pimpinan perguruan tinggi, senat, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

“Semoga upaya tersebut dapat menciptakan tim yang dapat bersinergi sesuai perannya masing-masing,” ucap Suharti.

Selanjutnya, ia pun mendorong agar para pejabat dapat mengutamakan kualitas pendidikan dalam mengambil keputusan dan kebijakan.

Misalnya, memperbesar kapasitas kursi peserta didik dengan mempertimbangkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan.

Masing-masing program studi menurut Suharti memiliki pendekatan yang berbeda maka kebijakannya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

Kemendikbudristek sudah mengamanatkan pembentukan satuan tugas yang menangani kasus kekerasan seksual.

“Kawal dan fungsikan satuan tugas tersebut. Kita wajib melindungi civitas akademika dari ancaman kekerasan seksual. Upaya pencegahan harus disusun dan dilakukan. Pastikan upaya tersebut relevan dan bukan sebatas formalitas saja,” pesan Suharti.

“Yang tidak kalah penting adalah integritas aparatur sipil negara (ASN). Tahun ini adalah tahun politik. Oleh karena itu, berikan pemahaman pada jajaran tentang pentingnya menjaga netralitas ASN,” imbuh dia.

Berikutnya, kepada para pimpinan Universitas Singaperbangsa Karawang, yang baru memulai pembelajaran luring, perubahan tersebut berdampak pada perilaku, kebiasaan, dan sumber daya.

Sumber: Kemdikbud.go.id

Adblock Detected

Harap Matikan Ad Blocker :)