Sastra

Kumpulan Puisi Cinta dan Rindu yang Bikin Pasanganmu Klepek-Klepek

Puisi cinta adalah ungkapan perasaan seseorang yang sangat mencintai dan mengasihi seseorang dengan setulus hati.

Karena begitu besar perasaan tersebut, maka ungkapan berbentuk puisi adalah salah satu cara mengekspresikan diri.

Puisi cinta bukan hanya tentang kata-kata yang indah, tetapi juga tentang kekuatan dan makna di balik kata-kata tersebut.

Puisi cinta dapat berupa ungkapan rindu, kebahagiaan akan pertemuan dengan orang yang dicintai, perasaan kehilangan, keabadian cinta, atau pengorbanan yang dilakukan dalam nama cinta.

Dalam puisi cinta, penyair menggunakan imaji, metafora, rima, ritme, dan gaya bahasa yang khas untuk menggambarkan cinta secara mendalam.

Baca juga: Kumpulan Kata Mutiara dan Puisi Kahlil Gibran

Mereka menciptakan suasana yang memikat dan menghidupkan kembali momen-momen indah, kesedihan, kerinduan, atau keromantisan yang terjadi dalam hubungan cinta.

Berikut ini adalah kumpulan puisi cinta yang bisa kamu gunakan untuk merayu pasangan atau sebagai ungkapan bahwa kamu benar-benar mencintainya.

Puisi Cinta dan Mimpi
Eva E.T

Dulu..
Hanyalah sebuah mimpi
Mimpi Indah yang selalu menemani

Dulu..
Hanyalah sebuah bintang
Yang hanya mampu ku pandang

Dulu..
Teramat kuat berlari
Mengabaikan rasa yang ku beri
Teramat besar membenci
Agar ku lekas pergi

Tapi..
Hati bersikukuh untuk tetap berdiri
Melawan benci dengan Cinta suci
Membalas perih dengan janji
Janji yang selalu enggan untuk mati

Dan hari ini..
Ku bisa memeluk mimpi
Hingga tak ada yang mampu mengakhiri
Ku bisa menyentuh bintang
Bukan hanya sekedar memandang

Hari ini..
Ku bisa memeluk erat hatimu
Menikmati senyum indahmu
Mencumbu setiap hela nafasmu
Dan membangun mimpi bersamu

Candu Rindu
Maulana Affandi

Hai candu rindu
Yang selalu mengobati pilu

Binar rembulan
Yang membuat hati nyaman

Seorang paling bermakan
Tiada duanya

Ya, itu kamu!

Hari ini
Dalam satu tarikan napas
Kau menerimaku sebagai istrimu

Kau bersaksi dengan amat tegas
Tapi aku tahu
Kau sedikit gemetar!

Suamiku,
Izinkan aku memelukmu
Melayanimu dengan segenap ragaku
Menjadi sandaran lelahmu
Menghapus peluhmu

Dan..
Membahagiakanmu.

Karena..
Aku mencintaimu.

Puisi Cinta

Goresan aksaraku
ingin menyapa tentang mu yang jauh
benih benih rindu kini tumbuh dihatiku

Rasa berdetak jantungku
saat memandang lukisan wajahmu
sungguh aku terpesona

Apakah

Rasa ini hanya aku yang rasakan
Jujurku ingin dekat denganmu
Ingin bersenda gurau denganmu
Walau hanya lewat maya yang semu

Namun bibirku tak sanggup berucap
Hanya lewat aksara ini
Ku ungkap keinginan hati

Karena aku tau siapalah aku
ku hanya wanita yang tak sempurna
Mungkinkah kau terima aku dihatimu

Walau sekedar teman tapi mesra
Teman berbagi cerita berbagi rasa
Sungguh keinginan ini menyiksaku

Kukirimkan lewat maya ungkapan rasa
yang tak sanggup ku ucap
rinduku laksana candu
merindumu setiap waktu

Untaian sayairmu yang mengoda hatiku
mungkinkah akulah pujaan hatimu
ah….. jatuh cintakah aku

Rasa itu ada
sejak aku pertama kali mengenalmu
sadarku betapa tak pantasnta aku untukmu

Biarlah cinta dan rindu jadi rahasia hatiku
biarlah bayangmu jadi teman mimpiku

Kerena kamu tak mungkin menjadi
Kekasih hatiku
kerena kamu seperti dewa
dan hatimu tak mungkin tersentuh olehku

Puisi Cinta

Ketika pertanyaanmu tak terjawab
Saat hatimu menginginkan sebuah

Jawaban
Menangislah di atas sajadah
Memohonlah saat kau berdoa
Merintih dan memohon disetiap bait

Permintaan
Dilangit ketujuh tempat singgahsana
Terindah dibalik malam yang kalam
ya lillahi robbi pasti mendengar
apa yang kau pertanyakan

Tentang
Cinta yang kau ragukan

Tentang
Setia yang kau harapkan

Tentang
Rindu ingin dipertemukan

Tentang
Rasa yang tak ingin diduakan 

Tiada tempat
sebaik baik mengadu 

Dan tiada tempat
Sebaik baik jawaban

Bersabarlah dan ikhlaslah
semua rintihanmu dan keluh kesahmu
akan terjawab dengan kebahagiaan disana 

Diatas langit ketujuh
saat kau  kembali
pada pelukkan robbmu.

Puisi Rindu

Kau begitu berisik
Rindu padamu begitu mengusik
Ada kamu disetiap langkahku
Ada kamu disetiap hariku
Aku tak sanggup menepis bayangmu

Tatap matamu menyejukan hatiku
Wahai sang pujaan hati
Diam diam tapi sayang
Diam diam kau buat kuberhayal

Kita nikmati cinta yang indah
Andai semua rasa dapat dituangkan
Dalam aksara asmara semalam

Ah….. malu aku malu
Keinginan buatku tersipu
Berisik yang mengusik rinduku
Tak sanggup kutepis dari hatiku
Kuingin kau selalu jadi milikku

Puisi Cinta

Cinta yang abadi, seindah sinar mentari,
Mengalir dalam jiwa, takkan pernah sirna.
Seperti irama yang mengalun merdu,
Puisi cinta tercipta, menyentuh hati yang resah.

Dalam puisi cinta, kata-kata terpilih,
Menggambarkan getaran rasa yang tak tergantikan.
Mengalir bagai sungai menuju samudra,
Meluapkan perasaan, menciptakan kedamaian.

Cinta adalah pelangi di langit senja,
Warnanya memukau, mempesona hati yang merana.
Dalam bait-bait indah yang terpilih,
Terpancar keindahan, keabadian cinta tiada tanding.

Cinta adalah misteri yang tak terungkap,
Ia menyatukan dua hati dalam ikatan yang tak bisa direnggut.
Seperti bunga yang mekar di taman yang penuh warna,
Puisi cinta membawa kebahagiaan, menghiasi hidup yang sunyi.

Dalam lembutnya sentuhan kata,
Terukir kisah cinta yang tiada terhingga.
Ia menembus batas-batas waktu dan ruang,
Mengukir kenangan indah yang selalu abadi.

Puisi cinta adalah cermin jiwa yang penuh kasih,
Menyiratkan kehangatan dalam setiap larik.
Dalam irama puisi, terdengar desiran asmara,
Mengajak kita menyelami, mencintai, dan menghayati.

Dalam puisi cinta, hati bicara,
Mengungkapkan perasaan yang tak terucapkan.
Ia menjadi bahasa yang bisa dimengerti semua,
Menyatukan kita dalam pesona cinta yang abadi.

Jadi, mari kita berdansa dalam bait-bait puisi cinta,
Mengalun bersama melintasi waktu dan ruang.
Biarlah cinta ini tetap bersemi dan mekar,
Dalam puisi cinta, kita temukan kebahagiaan yang sejati.

Puisi Cinta

Di antara kata-kata yang tersusun,
Puisi cinta hadir, menciptakan runtun.
Seperti melodi yang indah terdengar,
Cinta kita berkisah, takkan pernah usai.

Dalam tatap mata yang penuh arti,
Terpancar cinta yang abadi.
Seperti sinar bulan di malam gelap,
Cinta kita bersinar, menghapus semua beban.

Cinta adalah perjalanan yang tak terhingga,
Menyatu dalam satu ikatan yang abadi.
Seperti angin yang lembut membelai,
Cinta kita tumbuh, mekar dalam setiap hari.

Dalam dekapan hangat yang tak tergantikan,
Terjalin kasih yang tak akan pudar.
Seperti bintang-bintang di langit malam,
Cinta kita bersinar, menerangi jalanan yang terjal.

Jadi biarkan puisi cinta kita mengalun,
Mengukir kisah tak terlupakan dalam hati.
Seperti air yang mengalir di sungai yang jernih,
Cinta kita mengalir, abadi hingga akhir nanti.

Puisi Rindu

Dalam sunyi malam yang sepi,
Rindu merayap dalam hati.
Seperti angin yang berhembus perlahan,
Rinduku membara, tak terbendung lagi.

Rindu adalah panggilan jiwa yang tak terucap,
Memenuhi relung hati, menggenggam rapat.
Seperti dedaunan yang jatuh di musim gugur,
Rinduku memudar, kian dalam kau jauh.

Mata ini merindu, mencari sosokmu,
Di antara kerumunan, hanya dirimu.
Seperti embun pagi yang menyegarkan,
Rinduku memancar, ingin dekatimu selalu.

Rindu adalah kilatan cahaya dalam kegelapan,
Mengguncang jiwa, menggebrak rasa.
Seperti detik-detik yang bergulir perlahan,
Rinduku membuncah, merindukanmu tanpa henti.

Oh, rindu, tetaplah bersemayam di sini,
Hingga saat kita bersatu kembali.
Seperti lautan yang bertemu dengan pantai,
Rinduku takkan padam, sampai akhir hayatku.

Puisi Rindu

Di antara sepi malam yang kelam,
Rindu membara dalam kalbu yang pilu.
Seperti hujan yang turun dengan lembut,
Rinduku menyentuh, mengisi jiwa yang kosong.

Dalam setiap detak jantung yang berdentum,
Rindu merajut kisah yang tak terucap.
Seperti embun pagi yang menari di dedaunan,
Rinduku berdansa, mencari hangat pelukanmu.

Rindu adalah angin yang berbisik di telinga,
Mengingatkan akan hadirmu yang tiada.
Seperti bintang-bintang yang bersinar di langit,
Rinduku bercahaya, memimpikanmu dalam tidur malam.

Dalam jarak yang memisahkan kita,
Rindu tak pernah berhenti menyapa.
Seperti matahari yang merindukan senja,
Rinduku tak bisa tersembunyi, tetap menyala.

Oh, rindu, seindah dan setulus ini,
Teruslah hadir, memenuhi setiap hela nafas.
Seperti sungai yang mengalir ke lautan,
Rinduku menyatu, mengalirkan cintaku padamu.

Puisi Rindu

Rindu merasuk dalam relung jiwa,
Menyapa dengan pilu, sepanjang siang dan malam.
Seperti awan mendung di langit biru,
Rinduku hadir, memenuhi ruang yang sunyi.

Dalam diam, rindu menyapa hati,
Menggetarkan jiwa, mengisi kerinduan yang tumbuh.
Seperti embun pagi di ujung daun,
Rinduku berbisik, merindukan hadirmu yang tercinta.

Rindu adalah nyanyian dalam senyap,
Mengalun lembut, mencari jalan ke hati.
Seperti bunga yang terbungkuk dalam angin,
Rinduku menghampiri, meneteskan rasa yang terpendam.

Dalam setiap detik waktu yang berjalan,
Rindu menjelma menjadi kenangan yang terasa.
Seperti malam yang memeluk kerinduan,
Rinduku menggelapkan, membayangkan kembali wajahmu.

Oh, rindu, bagaimana aku harus tahan,
Dalam derita yang melanda, dalam kerinduan yang tak terkira.
Seperti sungai yang mengalir tak terbendung,
Rinduku mengalir, menuju pelukanmu yang kucinta.

Puisi Cinta

Cinta adalah nyala api yang menyala,
Menerangi hati, meluapkan kehangatan.
Seperti irama yang mempesona,
Cinta berdansa, memikat jiwa yang terpaut.

Dalam tatap mata yang berbinar,
Cinta terpancar, mengalir dalam darah.
Seperti senyum yang merekah di bibir,
Cinta mekar, memancarkan kebahagiaan yang abadi.

Cinta adalah doa yang tak terucapkan,
Menghiasi harapan, membawa keajaiban.
Seperti hujan lebat yang meresap ke bumi,
Cinta membasahi, menghidupkan setiap sudut hati.

Dalam sentuhan lembut yang menggetarkan,
Cinta melambungkan, membebaskan jiwa.
Seperti bintang yang berkelap-kelip di malam,
Cinta bersinar, mengiringi langkah yang teguh.

Oh, cinta, hadirmu bagai anugerah,
Mengisi hidup, mewarnai kisah indah.
Seperti sungai yang mengalir ke laut yang dalam,
Cinta mengalir, mengabulkan impian yang tulus.

Puisi Rindu

Di malam sunyi, rindu menghampiri,
Menyusup dalam relung jiwa yang sepi.
Seperti angin yang lembut membelai,
Rindu hadir, merayap tanpa henti.

Dalam senyap, rindu merintih pilu,
Mengiringi langkah yang terpisah jauh.
Seperti embun pagi di dedaunan,
Rindu menyapa, mencari hangatmu.

Rindu adalah api yang tak pernah padam,
Menghangatkan hati, membara dalam dada.
Seperti bulan yang terbenam di ufuk,
Rindu terasa, mengisi sepi malam yang kelam.

Dalam kerinduan, waktu terasa panjang,
Menyulam kenangan, membawa tawa dan tangis.
Seperti ombak yang datang dan pergi,
Rindu menghanyutkan, memenuhi hati yang rindu ini.

Oh, rindu, teruslah hadir dan menguat,
Menyemai harapan, memupuk cinta yang tumbuh.
Seperti matahari yang merindukan senja,
Rindu mengingatkan, bahwa kita saling menyayangi.

Puisi Cinta

Cinta adalah aliran yang mengalir dalam dada,
Seperti sungai yang mengalir melintasi ladang.
Ia tumbuh dalam hati yang penuh keajaiban,
Mengukir kisah indah yang takkan terlupakan.

Cinta adalah kekuatan yang menggetarkan jiwa,
Seperti api yang membara dalam relung hati.
Ia membawa hangat, mengatasi segala rasa sepi,
Menyatukan dua hati dalam kebersamaan yang abadi.

Cinta adalah bahasa yang tak perlu kata-kata,
Seperti sentuhan yang lembut tanpa suara.
Ia mengisi ruang kosong, membawa kebahagiaan,
Menghadirkan keindahan dalam setiap langkah.

Cinta adalah pelangi yang indah di langit biru,
Seperti warna-warni yang melukis dunia.
Ia memberikan arti dan makna dalam hidup,
Menghiasi perjalanan dengan kebahagiaan yang tiada tara.

Cinta adalah perjalanan yang tak terhingga,
Seperti bintang-bintang yang bersinar di malam.
Ia membawa kita melewati waktu dan ruang,
Menciptakan kisah cinta yang abadi dan terpancar.

Jadi, biarkan cinta tumbuh dan mekar dalam jiwa,
Menyinari setiap sudut hati yang gelap.
Biarkan cinta mengalir dan menggenggam tangan,
Membawa kita pada kebahagiaan yang hakiki dan abadi.

x

Adblock Detected

Harap Matikan Ad Blocker