Lifestyle

Deep Talk Itu Bukan Sesi Curhat, Simak Penjelasannya Agar Tak Salah Kaprah

Sebagai makhluk sosial, setiap manusia membutuhkan orang lain dalam kehidupan untuk berinteraksi dan membangun hubungan.

Salah satu cara berinteraksi adalah melalui komunikasi, yaitu sarana yang digunakan manusia untuk mengungkapkan perasaannya kepada orang lain.

Termasuk kita yang butuh komunikasi untuk membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain.

Dalam komunikasi sehari-hari, ada berbagai topik yang sering dibahas, baik itu topik ringan hingga topik mendalam atau yang sering disebut sebagai deep talk.

Baca juga: Mengenal Playing Victim, Ciri-Ciri, Contoh, dan Cara Menghadapi Agar Kita Tidak Jadi Korban

Pengertian Deep Talk

Deep talk adalah komunikasi antara dua orang atau lebih yang membahas hal-hal sensitif serta bermakna dalam kehidupan seperti impian atau harapan yang dimiliki.

Beberapa pihak mengartikan deep talk sebagai sesi curhat, padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Sebab, deep talk bisa dilakukan oleh siapa saja, baik kepada orang yang dicintai, sahabat, keluarga, maupun rekan kerja.

Semisal ada dua orang karyawan di perusahaan yang sedang berkomunikasi tentang masa depan dan keinginan untuk hidup lebih baik di masa depan, maka itu bisa disebut sebagai deep talk.

Mereka berdua sedang membahas hal-hal yang berisi harapan, bukan sedang membahas masalah yang terjadi di perusahaan.

Jadi, meski terkesan sama, sebenarnya deep talk dan curhat memiliki perbedaan, terutama dalam penyampaian serta topik yang dibahas.

Biasanya deep talk dilakukan oleh dua orang dan di kondisi yang sunyi, sebab jika sedang dengan banyak orang, seseorang cenderung tidak bisa mengeluarkan perasaannya karena malu dan terganggu oleh kebisingan.

Baca juga: 5 Cara Bangkit dari Keterpurukan untuk Mengembalikan Semangat Hidup

Perbedaan Deep Talk dan Curhat

Agar lebih jelas, simak beberapa perbedaan deep talk dan curhat berikut ini:

Curhat cenderung dilakukan kepada orang lain yang tidak bersangkutan. Misalnya seorang istri dikhianati oleh suaminya.

Maka istri tersebut akan curhat kepada temannya dan menceritakan semua apa yang telah dilakukan oleh suaminya.

Sementara deep talk cenderung dilakukan oleh orang yang bersangkutan. Misalnya ada sepasang suami istri yang sedang berbincang tentang masa depan anak-anak mereka dan bagaimana cara mewujudkannya.

Meski ada perbedaan, tapi keduanya memiliki kesamaan dalam mencari solusi. Baik deep talk maupun curhat, masing-masing memiliki fungsi untuk mengungkapkan keresahan dan harapan agar mendapat solusi.

Baca juga: 7 Cara Mengucapkan Terima Kasih Kepada Ibu Tercinta dan Contoh Ucapannya

Contoh Deep Talk

Deep talk juga bisa dijadikan sebagai ajang penyelesaian masalah. Contohnya ketika dua orang terlibat konflik kemudian mereka duduk bersama membicarakan konflik tersebut.

Maka itu bisa menjadi deep talk yang berfungsi untuk memperbaiki hubungan serta menjaga sikap agar tidak terulang konflik serupa di kemudian hari.

Contoh lain deep talk adalah ketika seseorang dan temannya sedang membahas hal-hal bermakna seperti sudut pandang kehidupan dan agama untuk kehidupan yang lebih baik.

Baca juga: Apa itu Alter Ego? Ini Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Manfaat Deep Talk

1. Setiap manusia pasti memiliki harapan-harapan dalam hidupnya, maka deep talk dapat dijadikan sebagai sarana untuk mewujudkan harapan tersebut.

2. Kemudian, deep talk juga dapat mengubah persepsi orang lain kepada kita. Ketika kita mencoba deep talk, misalnya dengan pasangan, maka kita akan dianggap sebagai orang dewasa dengan pemikiran yang mendalam.

3. Deep talk juga menjadi jembatan untuk meningkatkan hubungan yang harmonis kepada orang lain.

4. Ketika dua orang melakukan deep talk, biasanya mereka berdua memiliki kecenderungan serta ketertarikan yang sama dalam sebuah hal. Artinya, deep talk tapat melihat kecocokan seseorang.

5. Deep talk dapat memperbaiki kualitas hidup karena ada harapan serta keinginan yang sedang diupayakan.

Author: Maulana Affandi

x

Adblock Detected

Harap Matikan Ad Blocker