Akademis

Lembaga Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Pengertian Lembaga Sosial

Lembaga sosial adalah organisasi atau entitas yang memiliki peran dan fungsi dalam masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sosial, ekonomi, dan budaya.

Lembaga sosial dapat berupa struktur formal atau informal yang diakui oleh masyarakat sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Mereka berkontribusi dalam menjaga keseimbangan dan harmoni dalam masyarakat serta menyediakan layanan dan dukungan kepada anggotanya.

Baca juga: Pengertian Konflik Sosial, Penyebab, Contoh, dan Dampaknya

Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian lembaga sosial menurut para ahli.

1. Leopold Von Weise dan Becker

Lembaga social adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu beserta pola-polanya yang sesuai dengan minat kepentingan individu dan kelompoknya.

2. Robert Mac Iver dan C.H. Page

Lembaga social adalah prosedur atau tatacara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.

3. Soerjono Soekanto

Pranata social adalah himpunana norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehiduppan masyarakat.

4. Koentjaraningkrat

Pranata social adalah suatu system tatakelakuan dan hubungan yang berpusat kepada akatifitas social untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

5. W. Hamilton

Lembaga merupakan tata cara kehidupan kelompok, yang apabila dilanggar akan dijatuhi berbagai derajat sanksi.

6. Paul Horton dan Chester L. Hunt

Lembaga sosial adalah sistem norma-norma sosial dan hubungan-hubungan yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

7. Peter L. Berger

Lembaga sosial adalah suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan masyarakat.

8. Dede Rosyada (1994:163)

Melihat pranata-pranata sosial itu muncul dan berkembang sebagai refleksi dari sebuah kebudayaan.

9. Bruce J. Cohen

Lembaga sosial merupakan sistem pola sosial yang tersusun rapi dan secara relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan pokok
manusia.

10. Harry M. Johnson

Lembaga sosial adalah seperangkat norma yang terinstitusionalisasi (institutionalized), yaitu: 1) Telah diterima sejumlah besar anggota sistem sosial; 2) Ditanggapi secara sungguh – sungguh; dan 3) Diwajibkan, dan terhadap pelanggarnya dikenakan sanksi tertentu.

Ciri-Ciri Lembaga Sosial

Adapun ciri-ciri lembaga sosial adalah sebagai berikut:

  • Memiliki lambang yang secara simbolis menunjukkan tujuan serta fungsi dari lembaga tersebut.
  • Memiliki visi dan misi yang jelas untuk kepentingan bersama.
  • Memiliki kultur serta tradisi khas yang berlaku dalam lembaga dan dipatuhi oleh segenap anggotanya.
  • Memiliki aturan tertulis yang wajib dipatuhi.
  • Memiliki sarana dan prasarana untuk mewujudkan tujuan.
  • Organisasi dari pola-pola pemikiran dan pola-pola perikelakuan.

Fungsi Lembaga Sosial

Adapun fungsi lembaga sosial adalah sebagai berikut:

  • Mengatur pribadi manusia agar terlepas dari perasaan dengki, benci, iri untuk menjaga kesucian hati nurani.
  • Mengatur perilaku manusia dalam lingkup masyarakat agar tercipta keselarasan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
  • Memberi pedoman kepada setiap anggota masyarakat dalam bertingkah laku yang baik.
  • Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan.
  • Sebagai sistem pengendalian sosial.
  • Untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan, baik moral maupun material.
  • Sebagai sarana penggerak pembangunan.
  • Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin.

Contoh Lembaga Sosial

Berikut ini adalah beberapa contoh lembaga sosial, diantaranya:

1. Panti Asuhan

Panti asuhan adalah lembaga sosial yang memberikan tempat tinggal, perawatan, pendidikan, dan perlindungan kepada anak-anak yang terlantar, yatim piatu, atau memiliki latar belakang keluarga yang kurang mampu.

Tujuan utama dari panti asuhan adalah memberikan lingkungan yang aman, dukungan emosional, pendidikan, dan kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.

Di dalam panti asuhan, anak-anak mendapatkan perawatan harian, makanan, pakaian, tempat tinggal, dan akses ke pendidikan.

Selain itu, panti asuhan juga berusaha menciptakan suasana yang mendukung perkembangan sosial, emosional, dan mental anak-anak.

2. Partai Politik

Partai politik adalah organisasi yang dibentuk oleh sekelompok individu dengan tujuan mengambil bagian dalam proses politik dan pemerintahan.

Partai politik berfungsi sebagai perantara antara warga negara dan pemerintah, serta memiliki peran dalam mewakili kepentingan dan aspirasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan politik.

3. Lembaga Swadaya Masyarakat

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah organisasi non-pemerintah yang dibentuk oleh kelompok atau individu dengan tujuan menjalankan berbagai kegiatan sosial, lingkungan, kemanusiaan, atau advokasi demi kepentingan masyarakat dan lingkungan.

LSM beroperasi secara independen dari pemerintah dan memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak warga negara, memonitor kinerja pemerintah, dan mengadvokasi isu-isu penting dalam masyarakat.

4. Lembaga Bantuan Hukum

Lembaga Bantuan Hukum adalah organisasi atau entitas yang berfokus pada penyediaan pelayanan hukum kepada individu atau kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan hukum.

Tujuan utama dari lembaga ini adalah untuk memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang ekonomi atau sosialnya, memiliki akses yang adil dan setara terhadap sistem peradilan dan perlindungan hukum.

5. Panti Jompo

Panti Jompo adalah fasilitas atau lembaga yang menyediakan perawatan dan tempat tinggal bagi lansia atau orang tua yang membutuhkan perhatian khusus dan perawatan medis karena kondisi fisik atau kognitif yang memburuk seiring bertambahnya usia.

Tujuan utama dari Panti Jompo adalah memberikan lingkungan yang aman, nyaman, dan dukungan yang diperlukan bagi lansia yang tidak lagi mampu mandiri atau membutuhkan perawatan intensif.

6. Karang Taruna

Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang bergerak di tingkat pedesaan, kelurahan, atau kecamatan, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas pemuda dalam berbagai bidang.

Karang Taruna memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial, budaya, dan pengembangan masyarakat.

7. Sekolah

Sekolah adalah lembaga pendidikan formal tempat anak-anak menerima pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan keterampilan serta pengetahuan.

Sekolah memiliki peran penting dalam proses pendidikan, membantu siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menghadapi tantangan kehidupan dan berkontribusi dalam masyarakat.

x

Adblock Detected

Harap Matikan Ad Blocker