Akademis

Apa Itu Merkuri? Simak Pengertian, Sifat, Fungsi, dan Bahayanya

Merkuri dengan simbol kimia Hg adalah salah satu unsur kimia yang paling menarik dan cukup kontroversial dalam tabel periodik.

Unsur ini telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia, digunakan dalam berbagai aplikasi, tetapi juga dikenal karena potensi bahayanya.

Artikel ini akan menjelaskan lebih rinci tentang merkuri, meliputi sifat-sifatnya, penggunaan, serta potensi bahayanya bagi manusia dan lingkungan.

Sifat-sifat Merkuri

Fisik dan Kimia

Merkuri adalah logam berat yang berada dalam bentuk cair pada suhu kamar. Hal ini membuatnya unik diantara unsur-unsur kimia, karena sebagian besar logam berada dalam bentuk padat pada suhu tersebut.

Merkuri memiliki warna perak yang mengkilap, dan memiliki sifat konduktivitas panas dan listrik yang baik.

Toksikitas

Salah satu ciri khas merkuri adalah toksikitasnya yang tinggi. Pajanan merkuri dalam bentuk gas atau senyawa organik merkuri dapat menyebabkan keracunan serius pada manusia.

Ini dapat mempengaruhi sistem saraf, ginjal, dan berdampak pada perkembangan janin dalam kasus wanita hamil yang terpapar merkuri.

Wujud Fisik

Merkuri adalah satu-satunya unsur yang berada dalam wujud cair pada suhu kamar.

Titik leburnya (suhu pada saat merkuri berubah dari padat menjadi cair) adalah sekitar -38,83 derajat Celsius (-37,89 derajat Fahrenheit), dan titik didihnya (suhu pada saat merkuri berubah dari cair menjadi gas) adalah sekitar 356,73 derajat Celsius (674,11 derajat Fahrenheit).

Warna dan Kilap

Merkuri memiliki warna perak yang mengkilap, memberikannya penampilan yang mirip dengan logam berat lainnya.

Penggunaan Historis dan Kontemporer

Sejarah penggunaan merkuri meliputi aplikasi dalam berbagai bidang. Dalam pengobatan tradisional, merkuri pernah digunakan sebagai obat-obatan, tetapi sekarang dilarang digunakan dalam pengobatan karena toksikitasnya.

Merkuri digunakan dalam manometer untuk mengukur tekanan, dan dalam termometer merkuri yang dulunya sangat umum digunakan. Selain itu, merkuri digunakan dalam produksi listrik, pemrosesan emas, dan manufaktur elektronik.

Termometer Merkuri

Dalam sejarah, termometer merkuri sangat umum digunakan untuk mengukur suhu. Namun, penggunaan ini telah berkurang secara signifikan karena ketakutan akan bahaya toksisitas merkuri.

Manometer Merkuri

Merkuri digunakan dalam manometer untuk mengukur tekanan dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam industri dan laboratorium.

Penggunaan Industri

Merkuri digunakan dalam beberapa industri, termasuk sebagai katalis dalam pembuatan beberapa produk kimia, dalam produksi listrik dalam beberapa bentuk, dan dalam pengolahan emas.

Potensi Bahaya Merkuri

Pencemaran Lingkungan

Salah satu ancaman serius dari merkuri adalah pencemaran lingkungan. Limbah industri dan pembakaran bahan bakar fosil dapat melepaskan merkuri ke lingkungan, yang kemudian dapat terakumulasi dalam ekosistem air dan memasuki rantai makanan.

Ini dapat menyebabkan kontaminasi merkuri dalam ikan dan organisme laut lainnya, yang jika dikonsumsi manusia, dapat membahayakan kesehatan.

Keracunan Manusia

Pajanan manusia terhadap merkuri dapat terjadi melalui konsumsi ikan yang terkontaminasi, inhalasi uap merkuri, atau kontak langsung dengan senyawa merkuri dalam situasi industri.

Keracunan merkuri dapat menyebabkan gejala seperti gangguan saraf, gangguan mental, dan masalah kesehatan lainnya.

Karena potensi bahaya merkuri terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, banyak negara telah mengambil tindakan untuk membatasi penggunaan merkuri dan mengontrol limbah merkuri.

Selain itu, upaya terus dilakukan untuk menemukan alternatif yang lebih aman dalam berbagai aplikasi yang sebelumnya menggunakan merkuri.

x

Adblock Detected

Harap Matikan Ad Blocker