5 Penyebab Pembangunan Belum Merata di Indonesia Dilihat dari Aspek Geografis

Sastrawacana.id

Penyebab Pembangunan Belum Merata di Indonesia Dilihat dari Aspek Geografis
Penyebab Pembangunan Belum Merata di Indonesia Dilihat dari Aspek Geografis (Pexels/Tom Fisk)

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan kondisi geografis yang beragam.

Keberagaman ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pembangunan di Indonesia belum merata. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Kondisi Geografis yang Sulit Dijangkau

Kondisi geografis Indonesia yang beragam, dengan wilayah pegunungan, pulau terpencil, dan daerah rawan bencana, menjadi hambatan bagi pembangunan.

Keterbatasan aksesibilitas dan biaya infrastruktur yang tinggi di daerah terpencil memperparah situasi.

Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mengalokasikan anggaran pembangunan secara merata.

Baca juga: Apa hubungan kondisi geografis dengan keanekaragaman hayati di Indonesia?

2. Ketimpangan Distribusi Sumber Daya Alam

Ketimpangan sumber daya alam di Indonesia menjadi hambatan bagi pembangunan yang merata.

Wilayah yang kaya sumber daya alam lebih maju dibandingkan dengan yang tidak, sehingga memperparah kesenjangan antar wilayah.

3. Keterbatasan Infrastruktur

Keterbatasan infrastruktur di Indonesia, seperti jalan raya, jembatan, dan pelabuhan, menghambat distribusi barang dan jasa, serta akses ke pendidikan dan layanan kesehatan.

Hal ini memperlambat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah-daerah terpencil.

4. Bencana Alam

Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi sering terjadi di Indonesia.

Bencana ini dapat merusak infrastruktur dan menghambat pembangunan di daerah yang terkena dampak.

Kerugian ekonomi yang besar dan pemulihan yang lambat memperparah situasi.

Baca juga: Alasan Negara Singapura Menambahkan Daratan di Pantainya Adalah Untuk?

5. Faktor Budaya

Faktor budaya, seperti adat istiadat dan tradisi di beberapa daerah, dapat menjadi hambatan bagi pembangunan.

Hal ini terjadi ketika adat istiadat dan tradisi tidak mendukung perubahan dan modernisasi.

Sikap tradisional yang resisten terhadap perubahan dan kurangnya edukasi tentang pentingnya pembangunan dapat menghambat kemajuan di berbagai bidang.

Upaya Mengatasi Ketimpangan Pembangunan

Pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi ketimpangan pembangunan yang terjadi di berbagai daerah. Berikut beberapa upaya yang perlu dilakukan:

1. Meningkatkan Aksesibilitas

Pemerintah perlu meningkatkan aksesibilitas ke daerah-daerah terpencil dengan membangun infrastruktur dasar seperti jalan raya, jembatan, dan pelabuhan.

Hal ini akan memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan akses ke pendidikan dan layanan kesehatan.

2. Pemerataan Anggaran Pembangunan

Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran pembangunan secara merata dan berkeadilan untuk semua wilayah di Indonesia.

Artinya tidak hanya fokus pada wilayah yang sudah maju, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada daerah tertinggal dan terpencil.

Baca juga: Apa Pengaruh Keberagaman Masyarakat Indonesia terhadap Pola Perilaku Bangsa Indonesia?

3. Mengembangkan SDM

Pemerintah perlu mengembangkan sumber daya manusia di daerah-daerah terpencil dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.

Pendidikan yang berkualitas akan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat, sehingga mereka dapat lebih produktif dan berkontribusi pada pembangunan daerah.

4. Membangun Budaya Mendukung Pembangunan

Pemerintah perlu membangun budaya yang mendukung perubahan dan modernisasi di semua wilayah di Indonesia.

Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pembangunan dan mendorong mereka untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.

Dengan melakukan upaya-upaya tersebut, diharapkan ketimpangan pembangunan di Indonesia dapat diatasi dan semua wilayah dapat menikmati kemajuan dan kesejahteraan.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia