Bagaimana Gaya Manajer Tradisional Menurut Likert?

Sastrawacana.id

gaya manajer tradisional menurut likert
gaya manajer tradisional menurut likert (pexels/Rebrand Cities)

Bagaimana gaya manajer tradisional menurut likert?

a. objektif
b. subjektif
c. manusiawi
d. birokrasi

Jawaban:

b. subjektif

Pembahasan:

Gaya manajer tradisional menurut Likert dikategorikan sebagai subjektif karena:

  • Terfokus pada pengambilan keputusan berdasarkan intuisi dan pengalaman pribadi pemimpin. Gaya ini tidak selalu berdasarkan data atau analisis objektif.
  • Memiliki kecenderungan untuk menunjukkan favoritisme dan bias. Pemimpin tradisional mungkin lebih memilih untuk memberikan kesempatan kepada karyawan yang mereka sukai atau yang mereka anggap lebih kompeten.
  • Cenderung menggunakan penilaian dan interpretasi pribadi dalam menilai kinerja karyawan. Hal ini dapat menyebabkan ketidakadilan dan inkonsistensi dalam penilaian.

Gaya Manajer Tradisional Menurut Likert

Menurut Likert, gaya manajer tradisional terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:

1. Otokratis

Gaya kepemimpinan otokratis dicirikan oleh pemimpin yang memiliki kekuasaan penuh dan membuat semua keputusan tanpa melibatkan karyawan.

Karyawan hanya mengikuti perintah dan kontrol dari pemimpin. Gaya ini dapat menghasilkan efisiensi tinggi karena fokusnya pada kepatuhan.

Namun, gaya ini juga dapat menyebabkan ketidakpuasan dan resistensi dari karyawan karena mereka tidak memiliki suara dalam pengambilan keputusan.

2. Paternalistik

Gaya kepemimpinan paternalistik digambarkan dengan pemimpin yang memiliki semua kekuasaan, namun menunjukkan kepedulian terhadap karyawan.

Pemimpin membuat keputusan, tetapi mempertimbangkan masukan dari karyawan. Motivasi karyawan didorong dengan pemberian hadiah dan hukuman.

Gaya ini dapat menghasilkan loyalitas karyawan, tetapi di sisi lain, dapat menyebabkan ketergantungan pada pemimpin.

3. Konsultatif

Gaya kepemimpinan konsultatif diimplementasikan dengan pemimpin yang berbagi kekuasaan dengan karyawan.

Pemimpin membuat keputusan setelah berkonsultasi dan mempertimbangkan masukan dari karyawan. Motivasi karyawan didorong dengan partisipasi dan komunikasi yang baik.

Gaya ini dapat menghasilkan kerjasama dan komitmen karyawan yang tinggi, namun membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih banyak.

4. Demokratis

Gaya kepemimpinan demokratis menitikberatkan pada keseimbangan kekuasaan antara pemimpin dan karyawan.

Keputusan dibuat bersama-sama melalui proses diskusi dan musyawarah. Motivasi karyawan didorong dengan pengembangan diri dan rasa memiliki terhadap organisasi.

Gaya ini dapat menghasilkan rasa tanggung jawab yang tinggi pada karyawan, namun membutuhkan tingkat kematangan dan kepercayaan yang tinggi pula antar pihak.

Gaya manajer tradisional yang ideal menurut Likert adalah gaya konsultatif dan demokratis.

Gaya ini memungkinkan pemimpin untuk memanfaatkan kekuatan dan bakat karyawan, serta meningkatkan motivasi dan komitmen mereka.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia