Apa yang Dimaksud dengan Surat Pribadi dan Surat Resmi?

Sastrawacana.id

apa yang dimaksud dengan surat pribadi dan surat resmi
apa yang dimaksud dengan surat pribadi dan surat resmi? (pexels/Castorly Stock)

Surat merupakan alat komunikasi tertulis yang telah lama digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, atau ungkapan kepada pihak lain.

Dalam perkembangannya, surat dikategorikan menjadi dua jenis utama, yaitu surat pribadi dan surat resmi.

1. Surat Pribadi

Surat pribadi adalah jembatan komunikasi yang menghubungkan kita dengan orang-orang terkasih, mengantarkan pesan dan makna dengan cara yang personal dan mendalam.

Di balik kesederhanaannya, surat pribadi menyimpan kekuatan untuk:

  • Mengungkapkan perasaan: Melalui goresan pena, kita dapat menuangkan isi hati yang terpendam, ungkapan cinta, kasih sayang, rasa rindu, atau bahkan kekecewaan dengan cara yang lebih personal dan mendalam dibandingkan komunikasi langsung.
  • Menjalin hubungan: Surat pribadi menjadi benang merah yang mempererat tali persahabatan, kekeluargaan, atau hubungan romantis. Surat-surat yang terkirim dan terbalas menjadi pengingat bahwa kita tidak sendiri, dan selalu ada orang yang peduli dengan kita.
  • Berbagi cerita: Surat pribadi menjadi wadah untuk berbagi cerita, pengalaman hidup, suka dan duka, mimpi dan harapan. Melalui surat, kita dapat menjalin koneksi dengan orang lain yang memiliki kesamaan minat, pengalaman, atau perspektif.
  • Menyimpan kenangan: Surat-surat pribadi menjadi kapsul waktu yang menyimpan kenangan indah dan momen penting dalam hidup. Membaca kembali surat-surat lama bagaikan menjelajahi lorong waktu, mengenang kembali masa lalu dengan segala keindahan dan kesedihannya.

Ciri-ciri Surat Pribadi:

  • Bahasa: Menggunakan bahasa yang santai, tidak resmi, dan sesuai dengan gaya bahasa penulis.
  • Format: Format surat pribadi lebih bebas dan tidak terikat aturan baku.
  • Isi: Isi surat pribadi biasanya berisi tentang kehidupan pribadi penulis, cerita sehari-hari, ungkapan perasaan, atau informasi ringan lainnya.
  • Contoh: Surat kabar, surat undangan ulang tahun, surat cinta.

2. Surat Resmi

Surat resmi adalah surat yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau maksud dalam konteks formal.

Layaknya pakaian dinas yang melambangkan keseriusan, surat resmi hadir dengan struktur dan bahasa baku yang mencerminkan profesionalisme dan kredibilitas.

Ciri-ciri utama surat resmi:

  • Bahasa: Menggunakan bahasa yang baku, resmi, sopan, dan mudah dipahami. Penulisan surat resmi harus menghindari bahasa yang ambigu, bertele-tele, dan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
  • Format: Mengikuti format baku yang telah ditetapkan, dengan struktur yang jelas dan rapi. Hal ini meliputi penggunaan kop surat, nomor surat, perihal, alamat tujuan, isi surat, penutup surat, tanda tangan, dan stempel.
  • Isi: Harus jelas, ringkas, terstruktur, dan menyampaikan informasi atau maksud dengan tepat dan mudah dipahami. Hindari informasi yang tidak relevan dan bertele-tele.
  • Tujuan: Digunakan untuk berbagai keperluan formal, seperti surat lamaran kerja, surat undangan resmi, surat dinas, surat permohonan, surat pemberitahuan, surat edaran, dan lain sebagainya.

Fungsi utama surat resmi:

  • Menyampaikan informasi: Digunakan untuk memberikan informasi kepada pihak lain, seperti pengumuman, undangan, pemberitahuan, atau instruksi.
  • Meminta informasi: Digunakan untuk meminta informasi kepada pihak lain, seperti surat permohonan, surat lamaran kerja, atau surat penelitian.
  • Membangun hubungan: Digunakan untuk membangun hubungan dan kerjasama antar instansi atau organisasi.
  • Menyelesaikan masalah: Digunakan untuk menyelesaikan masalah atau perselisihan antar pihak.
  • Dokumentasi: Digunakan sebagai bukti tertulis untuk mendokumentasikan suatu kegiatan atau peristiwa.

Contoh surat resmi:

  • Surat lamaran kerja: Digunakan untuk melamar pekerjaan pada perusahaan atau instansi tertentu.
  • Surat undangan resmi: Digunakan untuk mengundang seseorang menghadiri acara resmi, seperti seminar, workshop, atau rapat.
  • Surat dinas: Digunakan untuk berkomunikasi antar instansi atau pejabat pemerintahan.
  • Surat permohonan: Digunakan untuk meminta sesuatu kepada pihak lain, seperti permohonan izin, bantuan, atau rekomendasi.
  • Surat pemberitahuan: Digunakan untuk memberitahukan sesuatu kepada pihak lain, seperti pemberitahuan perubahan alamat, perubahan kebijakan, atau pengumuman hasil seleksi.
  • Surat edaran: Digunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang sekaligus, seperti edaran tentang peraturan baru, kebijakan baru, atau informasi penting lainnya.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia