Aktivitas kelas seperti apa yang cocok anda lakukan untuk melatih proses berpikir divergen atau konvergen pada peserta didik?

Sastrawacana.id

melatih proses berpikir divergen atau konvergen pada peserta didik
melatih proses berpikir divergen atau konvergen pada peserta didik (pexels/Alena Darmel)

Aktivitas kelas seperti apa yang cocok anda lakukan untuk melatih proses berpikir divergen atau konvergen pada peserta didik?

Jawaban:

Di era yang penuh dengan informasi dan perubahan yang pesat ini, saya percaya bahwa kemampuan berpikir kritis merupakan kunci utama bagi peserta didik untuk meraih kesuksesan.

Salah satu cara yang saya temukan untuk mengembangkan kemampuan ini adalah dengan melatih proses berpikir divergen dan konvergen.

Baca juga: Bagaimana refleksi anda tentang praktik kinerja anda selama observasi praktik kinerja? Refleksi guru

Berpikir Divergen: Membuka Gerbang Kreativitas

Saya telah menggunakan beberapa aktivitas kelas yang membantu siswa untuk berpikir divergen.

Misalnya, saya sering mengadakan sesi brainstorming dimana saya memberikan gambar atau kata kepada siswa dan meminta mereka untuk menghasilkan ide sebanyak mungkin terkait dengan gambar atau kata tersebut.

Teknik “brainwriting” juga sering saya gunakan, dimana siswa menulis ide mereka di atas kertas dan menempelkannya di papan tulis untuk didiskusikan bersama-sama.

Selain itu, saya juga menggunakan pemetaan pikiran untuk membantu siswa melihat gambaran besar tentang suatu topik dan SCAMPER untuk mengajak siswa berpikir kreatif tentang bagaimana mereka bisa memodifikasi atau memanfaatkan objek yang ada.

Berpikir Konvergen: Menuju Solusi Tepat

Sementara itu, untuk melatih berpikir konvergen, saya sering menggunakan analisis kasus dimana saya memberikan studi kasus tentang masalah dunia nyata kepada siswa dan meminta mereka untuk menganalisis, mengidentifikasi penyebab, dan mengembangkan solusi untuk masalah tersebut.

Selain itu, saya juga sering memberikan soal matematika yang menantang untuk dipecahkan, karena memecahkan masalah matematika memerlukan langkah-langkah pemikiran yang sistematis.

Debat juga menjadi aktivitas yang saya sukai, dimana saya bagi siswa menjadi dua kelompok yang berlawanan dalam suatu argumen, dan mereka harus meneliti, menyiapkan, dan mempresentasikan argumen mereka.

Baca juga: Bagaimana saya membayangkan penerapan inkuiri apresiatif dalam konteks saya sehari-hari sebagai pendidik?

Tips Sukses untuk Implementasi

Selama melaksanakan aktivitas-aktivitas ini, saya selalu memvariasikan metode untuk menjaga keterlibatan siswa.

Selain itu, saya memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa agar mereka dapat belajar dari kesalahan mereka.

Kemudian saya juga selalu menciptakan hubungan yang bermakna antara aktivitas dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif.

Terakhir, saya menggunakan berbagai metode penilaian untuk mengukur kemajuan siswa.

Dengan melatih proses berpikir divergen dan konvergen secara berkelanjutan, saya yakin saya dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan penting untuk sukses di sekolah dan di masa depan.

Generasi penerus yang kreatif, analitis, dan siap memecahkan masalah masa depan dapat terwujud dengan penerapan aktivitas-aktivitas ini.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia