Bandingkan kondisi perbankan Indonesia saat terjadinya krisis ekonomi 1998 dengan kondisi perbankan sekarang tahun 2024 pasca pemilu

Sastrawacana.id

Bandingkan kondisi perbankan Indonesia saat terjadinya krisis ekonomi 1998 dengan kondisi perbankan sekarang tahun 2024 pasca pemilu
Bandingkan kondisi perbankan Indonesia saat terjadinya krisis ekonomi 1998 dengan kondisi perbankan sekarang tahun 2024 pasca pemilu (pexels)

Bandingkan kondisi perbankan Indonesia saat terjadinya krisis ekonomi 1998 dengan kondisi perbankan sekarang tahun 2024 pasca pemilu. Silahkan dikemukakan pendapatnya masing masing, jika perlu dukung dengan tabel atau gambar yang menguatkan pendapat tersebut.

Jawaban:

Saat krisis ekonomi 1998, perbankan Indonesia mengalami krisis keuangan yang parah, dengan banyak bank mengalami kebangkrutan atau kesulitan likuiditas.

Terjadi penarikan dana besar-besaran oleh nasabah dan terjadi ketidakpercayaan terhadap sistem perbankan.

Di sisi lain, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai reformasi kebijakan untuk meningkatkan stabilitas perbankan.

Baca juga: Bagaimana Sistem dan Reformasi Ekonomi di Indonesia? Ini Penjelasannya

Pengawasan yang lebih ketat, peningkatan modal minimum, dan upaya diversifikasi risiko telah membantu meningkatkan ketahanan perbankan terhadap goncangan ekonomi.

Pasca krisis 1998, pemerintah Indonesia melakukan reformasi perbankan yang signifikan dengan mendirikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengawasi sektor keuangan secara lebih ketat.

Berbagai regulasi dan standar kepatuhan diberlakukan untuk memperkuat sistem perbankan.

Perlu diperhatikan bahwa pengawasan dan regulasi yang kuat tetap diperlukan untuk memastikan perbankan tetap beroperasi secara sehat dan tidak menimbulkan risiko sistemik.

Baca juga: 5 Penyebab Pembangunan Belum Merata di Indonesia Dilihat dari Aspek Geografis

Sementara perbankan Indonesia di tahun 2024 jauh lebih kuat dan stabil dibandingkan dengan 1998.

Hal ini ditunjukkan dengan NPL yang terkendali, CAR yang kuat, likuiditas yang memadai, kepercayaan publik yang meningkat, dan pengawasan bank yang diperkuat.

Krisis 1998 menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk memperkuat sistem perbankan dan mencegah terulangnya krisis di masa depan.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia