Pengertian Gurindam

Gurindam adalah karya sastra lama berbentuk puisi yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama.

Gurindam sendiri memiliki lebih dari satu bait. Pada setiap bait, terdapat 2 baris. Baris pertama pada gurindam merupakan baris syarat, masalah, serta persoalan. Sedangkan baris kedua merupakan jawaban atau akibat dari masalah atau hal yang terjadi pada baris pertama.

Contoh Gurindam

(1) Barang siapa hendak bertanya
Maka tanyalah pada ahlinya

(2) Barang siapa mencari ilmu
Maka carilah ke para guru

(3) Jika belajar besungguh-sungguh
Keberhasilan akan kau rengkuh

(4) Jika berilmu janganlah angkuh
Nanti dirimu akan terjatuh

(5) Jikalau engkau belajar kitab
Maka haruslah taati adab

(6) Ketika engkau tengah belajar
Haruslah tekun dan juga sabar

(7) Barang siapa tidak berilmu
Bagaikan kursi tidak bertumpu

(8) Belajar untuk raih faedah
Bukan sekadar raih ijazah

(9) Mencari ilmu wajib hukumnya
Baik si kanak atau si tua

(10) Ilmu jangan hanya dihafalkan
Namun juga harus diamalkan

(11) Guru yang tak bisa jadi teladan
Bagaikan bayang tanpa si badan

(12) Guru yang mampu jadi teladan
Bagaikan sinar di kegelapan

(13) Belajar mesti bertahap
Bagai membangun sebuah atap

(14) Seorang guru mesti bersabar
Kepada murid yang dia ajar

(15) Murid haruslah bersikap baik
Kepada guru yang tengah didik

(16) Kalau engaku tidak tahu
Maka harus cari ilmu

(17) Kalau anak tidak dibina
Nanti dia jadi celaka

(18) Jika kita belajar agama
Maka kita akan mampu mengenal-Nya

(19) Jika anak tak dididik dengan sayang
Maka nanti dia jadi pembangkang

(20) Jika anak dididik dengan kasih
Maka hatinya tak akan lirih

(21) Kepada guru harus beradab
Kepada rekan jangan biadab

(22) Jika anak tidak punya teladan
Maka nanti dia ‘kan kelimpungan

(23) Jika anak tidak dapat satu bimbingan
Maka nanti dia ‘kan kebingungan

(24) Ilmu mesti harus diamalkan
Agar ilmu tidak terlupakan

(25) Jangan hanya pandai saja di benak
Namun juga harus pandai di tindak

(26) Orang yang berilmu tanpa amal
Bagai pohon rindang berbuah banal

(27) Belajar jangan hanya mendamba hasil
Namun mesti pelahan bagai mencicil

(28) Hidup akan jadi tidak keruan
Jika tidak punya ilmu pedoman

(29) Belajar dengan penuh kesungguhan
Akan mendapatkan kemenangan

(30) Segala ilmu yang didapatkan
Mesti diajarkan dan diamalkan

(31) Jangan berani engkau berfatwa
Jika kau memang bukan ahlinya

(32) Si murid akan terus melawan
Jika dididik dengan bentakan

(33) Didiklah anak dengan teladan
Bukan sekadar dengan  ucapan

(34) Belajarlah dengan tulus ikhlas
Nanti Tuhan akan memberi balas

(35) Hendaklah pemimpin memegang amanat
Supaya dicintai dan dihormati oleh rakyat

(36) Dengan Ibu dan Bapak hendaknya hormat
Supaya dapat rahmat serta selamat

(37) Apabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang

(38) Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

(39) Apabila terpelihara dari lidah
Niscaya dapat daripada faedah

(40) Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang tak berdaya

(41) Pikir dulu sebelum berkata
Supaya terhindar dari silang sengketa

(42) Jika kena penyakit kikir
Maka sanak-saudara akan menyingkir

(43) Sebelum bekerja pikirlah terlebih dahulu
Supaya uang yang didapat berkah selalu

(44) Shalat lima waktu tiada lupa
Mati kapan pun siap terasa

(45) Cinta pacar sebesar gunung
Cinta orang tua tiada berujung

(46) Hendaklah pelihara kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

(47) Barang siapa tidak memiliki agama
Pastilah sesat hidupnya di dunia

(48) Apabila orang banyak berkata
Itu tandanya dia berdusta

(49) Apabila dengki sudah merasuki hati
Tak akan pernah hilang hingga nanti

(50) Barang siapa tidak takut tuhan
Hidupnya tidak akan bertahan