Dalam kekayaan kosakata bahasa Indonesia, kata “berdentang” adalah salah satu kata yang sarat dengan nuansa bunyi dan imajinasi.
Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan suara keras, nyaring, dan berulang, terutama suara yang berasal dari logam atau alat penanda waktu seperti lonceng dan jam besar.
Kata ini juga memiliki kekuatan deskriptif yang kuat dalam puisi, prosa, dan narasi untuk menciptakan suasana tertentu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “berdentang” berarti:
berbunyi nyaring dan berulang-ulang (tentang lonceng, bel, dan sebagainya).
Dengan pengertian tersebut, “berdentang” termasuk dalam kategori onomatopoeia atau kata yang meniru bunyi aslinya.
Suara yang dihasilkan biasanya keras, menggema, dan sering menjadi penanda peristiwa atau waktu yang penting.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat:
- Jam tua di menara gereja berdentang dua belas kali menandakan tengah malam.
- Lonceng berdentang nyaring, menggema hingga ke seluruh sudut kota.
- Setiap kali bel berdentang, anak-anak segera masuk ke kelas.
Dalam contoh-contoh tersebut, kata “berdentang” menggambarkan suara yang mencolok dan menuntut perhatian, baik sebagai penanda waktu, peringatan, maupun pemicu emosi dalam narasi.
Selain makna literal, kata “berdentang” juga sering digunakan secara simbolik untuk menggambarkan momen penting, seperti perubahan, peringatan, atau lonceng perayaan.
Dalam sastra, bunyi dentang bisa melambangkan waktu yang berjalan, akhir atau awal suatu fase kehidupan, bahkan bisa membawa kesan dramatis atau spiritual.
Misalnya, dalam cerita berlatar gereja tua atau kota Eropa klasik, “berdentang” sering dihubungkan dengan lonceng besar yang berbunyi di saat penting, seperti kematian, kemenangan, atau perayaan tahun baru.
Dalam puisi atau novel, kata ini membantu menciptakan suasana yang dalam dan menggetarkan.
Sinonim dan Ungkapan Serupa
Beberapa kata atau frasa yang memiliki makna serupa dengan “berdentang”:
- Berdenting: bunyi logam yang lebih ringan atau halus
- Berbunyi nyaring
- Menggema
- Menyeruak di udara (lebih puitis)
Jadi, kata “berdentang” menurut KBBI berarti berbunyi nyaring dan berulang, terutama berkaitan dengan suara lonceng, bel, atau benda logam lainnya.
Lebih dari sekadar bunyi, “berdentang” membawa nuansa emosional dan imajinatif yang kuat.
Kata ini dapat menggambarkan suasana waktu yang berlalu, perubahan nasib, hingga suasana sakral atau dramatis dalam narasi.
Dalam dunia bahasa, “berdentang” adalah suara yang tak hanya terdengar, tetapi juga terasa.









