Memperkuat eksistensi di tengah gempuran era digital, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Blambangan FM Banyuwangi kini merambah ruang digital.
Program-program unggulan Radio Blambangan tidak hanya bisa didengarkan melalui frekuensi radio analog, tetapi juga disiarkan secara langsung (live streaming) melalui website dan kanal media sosial.
Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi sekaligus Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian, Budi Santoso, mengatakan bahwa sebelumnya kekuatan radio terletak pada audio dan imajinasi pendengar terhadap sosok penyiar.
Namun, perkembangan teknologi mengubah perilaku audiens yang kini lebih menyukai konten audio visual.
“Menjawab tantangan tersebut, Radio Blambangan mengadopsi konsep multiplatform di ruang digital. Tidak hanya untuk memperkuat eksistensi radio, namun sekaligus menjangkau audiens setia Blambangan di perantauan, sekaligus menggaet pendengar baru dari generasi muda yang akrab dengan media sosial,” kata Budi.

Program-program unggulan Radio Blambangan bisa diakses selama 24 jam melalui website radioblambanganfm.com.
Sementara itu, interaksi tatap muka berupa chat, komentar, dan request lagu bisa diakses audiens melalui live streaming program-program unggulan radio, baik melalui Instagram, Facebook, maupun TikTok.
Di antaranya live streaming Program Isuk-Isuk setiap pukul 07.00–09.00 WIB, Vemale Program pukul 09.00–12.00 WIB, Program Young n Choice pukul 13.00–16.00 WIB, Program Goyang Suka-Suka pukul 18.00–20.00 WIB, dan Program Dua Dekade pukul 20.00–22.00 WIB.
Melalui kolom komentar live streaming, para pendengar bisa langsung mengobrol dengan penyiar.
Bahkan, dalam beberapa program khusus, Radio Blambangan memanfaatkan fitur live joint di media sosial, yang memungkinkan pendengar dari berbagai pelosok Banyuwangi bertatap muka langsung secara virtual dan berbagi cerita.
“Bahkan pendengar Radio Blambangan dari luar negeri, seperti para rekan pekerja migran, sering memanfaatkan platform ini untuk berbagi cerita dan melepas kangen pada Banyuwangi,” ujar Budi.
Meski bertransformasi secara digital dan modern, Radio Blambangan menegaskan komitmennya untuk tidak meninggalkan akar budaya lokal.
Konten-konten kebudayaan Banyuwangi, lagu-lagu Osing, hingga informasi seputar program pembangunan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi menu utama yang dikemas secara kekinian agar ramah bagi generasi muda, baik Gen Z maupun milenial.
“Dengan strategi di ruang digital ini, Radio Blambangan berhasil membuktikan diri bukan sekadar media bernostalgia, melainkan ruang kumpul digital yang dinamis, interaktif, dan tetap dicintai oleh lintas generasi di Banyuwangi,” pungkas Budi.









