BANYUWANGI – Peringatan Hari Puisi Nasional yang digelar di Taman Blambangan, Banyuwangi, Minggu (26/7/2026), berlangsung semarak dan penuh makna.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, Banyuwangi Creative Market (BCM), dan Rumah Kebangsaan Banyuwangi yang menghadirkan panggung baca puisi sekaligus berbagai aksi sosial dalam rangka satu tahun Banyuwangi Creative Market.

Dalam kegiatan tersebut, panitia berhasil menghimpun dana sebesar Rp6.450.000 dari pembuka lapak yang kemudian diwujudkan dalam bentuk santunan uang saku dan paket sembako bagi anak yatim piatu.

Selain pembacaan puisi, acara juga diisi dengan donor darah, santunan kepada anak yatim, serta berbagai kegiatan sosial lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Kolaborasi antara komunitas sastra, pelaku ekonomi kreatif, dan organisasi kemasyarakatan itu menghadirkan ruang publik yang memadukan seni, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Ketua Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, H. Syafaat, M.HI, mengatakan bahwa Hari Puisi Nasional merupakan momentum untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya sastra sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.

“Puisi adalah media yang mampu menyampaikan pesan kemanusiaan, membangun kepekaan sosial, serta mempererat persaudaraan. Karena itu, kami menggabungkan peringatan Hari Puisi Nasional dengan kegiatan sosial agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Panggung puisi diikuti oleh penyair, guru, pelajar, santri, serta pegiat literasi dari berbagai komunitas di Banyuwangi.

Dari lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi hadir Kepala MTsN 5 Banyuwangi Herny Nilawati, Kepala MTsN 2 Banyuwangi Uswatun Hasanah, Lulu Anwariyah dan Cicik Handayani dari MTsN 4 Banyuwangi, Nurul Ludfia Rochmah, M.Pd., Ketua HISKI Komisariat Banyuwangi yang juga guru MAN 1 Banyuwangi bersama para siswanya, Nukhbah Fahiroh dari MTsN 1 Banyuwangi yang merupakan peraih Juara Liga Puisi Radar kategori guru sekaligus penerima penghargaan Sastra Tama, serta Nur Khofifah, guru MIN 1 Banyuwangi yang juga menerima penghargaan Sastra Tama.

Peringatan Hari Puisi Nasional juga dimeriahkan penampilan Elok Faiqoh, Juara Liga Puisi Kategori SLTA Tahun 2025.

Penampilannya yang penuh penghayatan mendapat apresiasi dari para hadirin.

Warna tersendiri juga hadir melalui penampilan santriwati MI Darunnajah 2 Tukang Kayu, Azka Dzakiyatus Shaleha dan Zahiya Farha Sakinah, yang tampil didampingi Kepala Madrasah Majidatul Himmah, S.Ag.

Keduanya membacakan puisi karya wali murid Ahmadi yang mengangkat isu penggusuran lapak UMKM Blambangan, dengan pesan agar masyarakat tetap bersabar dan meyakini bahwa rezeki berasal dari Yang Maha Kaya.

Sementara itu, santri MI Syamsul Huda Bulusan Kalipuro, yakni Muhammad Bisma Arkananta Mahardika, Kiasatina Elisa Yulfani, dan Ananda Nur Millati Laili, tampil percaya diri didampingi guru pembina Wahyu Prahariningsih.

Salah satu penampilan yang paling memukau hadir saat Purwowidodo, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, membawakan puisi berjudul Bukan Warisan Malaikat.

Dengan penghayatan yang kuat dan intonasi yang penuh penjiwaan, ia mengajak hadirin merenungkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan tanggung jawab moral.

Penampilannya mendapat tepuk tangan meriah dan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam peringatan Hari Puisi Nasional tahun ini.

Ketua Banyuwangi Creative Market, Rahmad Hidayat, mengapresiasi sinergi berbagai komunitas yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, perpaduan seni, kreativitas, dan aksi sosial menjadi kekuatan untuk menghidupkan ruang publik sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Banyuwangi.

Sementara itu, Ketua Rumah Kebangsaan, Hakim Said, SH, menegaskan bahwa sastra memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai media membangun karakter bangsa melalui kebudayaan.

Kegiatan baca puisi juga dihadiri Pengawas Madrasah St. Muanifah, penyair Faiz Abadi bersama putrinya Tirta Baiti Jannah, serta sejumlah penyair dan pegiat literasi dari berbagai komunitas.

Suasana berlangsung hangat, tertib, dan penuh apresiasi terhadap karya sastra, menunjukkan bahwa puisi tetap memiliki tempat di hati masyarakat Banyuwangi.

Melalui kolaborasi Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, Banyuwangi Creative Market, dan Rumah Kebangsaan, peringatan Hari Puisi Nasional diharapkan menjadi ruang bersama untuk mengembangkan budaya literasi, memperkuat kepedulian sosial, serta meneguhkan semangat persatuan melalui seni dan kebudayaan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa sastra tidak hanya hidup dalam untaian kata, tetapi juga hadir sebagai penggerak solidaritas, persaudaraan, dan peradaban.

Acara ditutup dengan tumpengan dan doa yang dipimpin Syech H. Mohammad Ikrom sebagai ungkapan tasyakuran atas satu tahun perjuangan UMKM Banyuwangi Creative Market (BCM), sekaligus sebagai wujud tawakal, permohonan ampun, dan doa lahir batin demi kebahagiaan dunia dan akhirat. (Aguk Wahyu Nuryadi)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.