SMP Negeri 2 Songgon terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu–Minggu, 17–18 Oktober 2026, bertempat di kawasan wisata Kalibsawah, Songgon, Banyuwangi.
Mengusung tema “Setiap Pemimpin adalah Pribadi yang Tangguh, Berkarakter, dan Bertanggung Jawab”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi SMP Negeri 2 Songgon untuk menyiapkan calon pemimpin muda yang mampu menjadi teladan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Sebanyak 75 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka dipersiapkan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan sekaligus memperkuat peran sebagai pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), PMR dan Pramuka.
Seluruh dewan guru SMP Negeri 2 Songgon turut mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.
Pemilihan kawasan wisata Kalibsawah, Songgon, memberikan suasana tersendiri bagi pelaksanaan LDKS. Keindahan alam yang berpadu dengan kegiatan edukatif menciptakan lingkungan belajar yang berbeda dari suasana kelas sehari-hari.
Para siswa tidak hanya memperoleh materi kepemimpinan secara konseptual, tetapi juga diharapkan dapat belajar melalui pengalaman, kebersamaan, kedisiplinan, serta interaksi langsung dengan sesama peserta.

Plt. Kepala Sekolah: LDKS Menjadi Fondasi Kepemimpinan Siswa
Dalam sambutannya, Plt. Kepala SMP Negeri 2 Songgon, Siti Nurjannah, S.Pd., menyampaikan pentingnya LDKS sebagai bagian dari proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian siswa.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengambil keputusan, bekerja sama, menghormati orang lain, serta bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.
Terdapat lima hal penting yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan LDKS.
Pertama, membangun karakter dan integritas. Seorang pemimpin harus memiliki kejujuran, sikap santun, dan konsistensi antara perkataan dengan perbuatan.
Jabatan dalam organisasi sekolah bukan sekadar simbol atau kebanggaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Kedua, menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Siswa perlu belajar menghargai waktu, menaati tata tertib, melaksanakan tugas, serta menerima konsekuensi dari setiap keputusan.
Kedisiplinan menjadi modal penting agar organisasi dapat berjalan dengan tertib dan mencapai tujuan bersama.
Ketiga, mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja sama. Pemimpin yang baik tidak hanya mampu memberikan arahan, tetapi juga bersedia mendengarkan pendapat, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan yang harmonis dengan anggota kelompoknya.
Keempat, melatih keberanian mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah. Dalam kehidupan organisasi, berbagai tantangan dapat muncul sewaktu-waktu.
Karena itu, siswa perlu belajar berpikir jernih, mempertimbangkan pilihan, mencari solusi, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Kelima, menanamkan jiwa keteladanan dan pengabdian. Seorang pemimpin harus mampu menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya.
Pengurus OSIS dan Pramuka diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan sekolah, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang tertib, ramah, berprestasi, dan saling menghargai.
Kelima poin tersebut menjadi landasan penting dalam menyiapkan siswa agar memahami bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang posisi, melainkan tentang kemampuan melayani, menggerakkan, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Melalui LDKS, sekolah berharap para peserta dapat membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan ke dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika belajar di kelas, mengikuti kegiatan organisasi, maupun berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat.
Ketua Panitia: Disiplin Harus Menjadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Aturan
Sementara itu, Andika dwi Permadi, S.Pd., selaku ketua panitia penyelenggara, menekankan bahwa LDKS merupakan kesempatan bagi para siswa untuk mengenal potensi diri sekaligus belajar membangun kebiasaan positif yang akan berguna dalam perjalanan pendidikan mereka.
Ia menambahkan tiga hal penting yang melengkapi pesan Plt. Kepala Sekolah, khususnya berkaitan dengan pembentukan karakter disiplin.
Pertama, membangun disiplin melalui kebiasaan nyata. Kedisiplinan tidak cukup disampaikan melalui teori atau nasihat.
Siswa perlu mempraktikkannya melalui ketepatan waktu, kepatuhan terhadap jadwal, kerapian, kesungguhan mengikuti kegiatan, dan kemampuan menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawabnya. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter yang kuat.
Kedua, menumbuhkan kemandirian dan daya juang. Kegiatan LDKS menjadi ruang pembelajaran agar siswa berani mencoba, tidak mudah bergantung kepada orang lain, serta mampu menghadapi tantangan secara positif.
Dalam proses tersebut, peserta belajar bahwa keberhasilan membutuhkan usaha, kesabaran, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Ketiga, memperkuat solidaritas, kepedulian, dan sportivitas. Seorang pemimpin tidak dapat bekerja sendirian.
Ia membutuhkan dukungan tim, kemampuan menghargai perbedaan, serta kesediaan membantu teman yang mengalami kesulitan.
Karena itu, semangat kebersamaan harus dibangun tanpa membedakan kelas, kemampuan, maupun latar belakang siswa.
Ketiga poin tersebut mempertegas bahwa pembentukan karakter membutuhkan proses yang berkelanjutan. Nilai disiplin, kemandirian, dan solidaritas harus diterapkan secara konsisten setelah kegiatan berakhir, sehingga tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat selama mengikuti pelatihan.
Melalui penyelenggaraan LDKS, panitia berharap para peserta semakin siap menjalankan amanah organisasi, berani menyampaikan gagasan secara santun, serta mampu menjadi bagian dari solusi ketika menghadapi persoalan di lingkungan sekolah.

Kalibsawah Songgon, Ruang Belajar yang Menyatukan Alam dan Karakter
Suasana alam Kali sawah, Songgon, menjadi salah satu unsur yang memperkaya pengalaman para peserta.
Jauh dari rutinitas pembelajaran di ruang kelas, para siswa memperoleh kesempatan untuk membangun kedekatan, mengenal karakter teman-temannya, dan melatih kemampuan bekerja sama dalam suasana yang lebih terbuka.
Lingkungan alam juga menjadi pengingat bahwa kepemimpinan membutuhkan keseimbangan antara ketegasan dan kepedulian, antara keberanian dan kebijaksanaan, serta antara pencapaian pribadi dan kepentingan bersama.
Dalam kegiatan seperti ini, setiap peserta memiliki kesempatan untuk belajar mengambil peran, menghargai arahan, menjalankan tugas kelompok, dan menyadari bahwa keberhasilan sebuah tim ditentukan oleh kontribusi seluruh anggotanya.
Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mempererat hubungan antarsiswa lintas kelas, sekaligus memperkuat komunikasi antara peserta didik dan para guru.
Dengan demikian, LDKS tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan organisasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang positif.
Suara Peserta: Bangga dan Bersyukur Mendapat Pengalaman Berharga
Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satu peserta, Delviana Nenzy Flowrentina, mengungkapkan rasa syukur, bangga, dan senangnya dapat menjadi bagian dari LDKS SMP Negeri 2 Songgon.
Baginya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperoleh pengalaman baru, belajar bersama teman-teman, serta mengenal lebih jauh arti kepemimpinan dan tanggung jawab.
Pengalaman mengikuti kegiatan di kawasan wisata Kalibsawah juga memberikan suasana yang menyenangkan. Perpaduan antara pembelajaran, kebersamaan, dan keindahan alam membuat kegiatan terasa lebih berkesan.
Partisipasi siswa seperti Delviana menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan karakter dapat menjadi pengalaman pendidikan yang menarik ketika dirancang dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Lebih dari sekadar mengikuti kegiatan sekolah, para siswa diharapkan pulang dengan membawa pemahaman baru tentang arti disiplin, keberanian, kerja sama, dan tanggung jawab.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan tugas organisasi sekaligus membangun kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.
Rundown LDKS SMP Negeri 2 Songgon Tahun 2026
Untuk memastikan kegiatan berlangsung sistematis, pelaksanaan LDKS dirancang dalam dua hari dengan memadukan pembukaan, pembekalan materi, praktik kepemimpinan, penguatan karakter, evaluasi, dan penutupan.
Berikut susunan kegiatan yang dapat digunakan sebagai rundown publikasi dan dokumentasi panitia.
Hari pertama — Sabtu, 17 Oktober 2026
Waktu| Agenda kegiatan
07.00–08.00 WIB| Registrasi peserta, pengecekan kehadiran, dan persiapan kegiatan
08.00–08.30 WIB| Pembukaan kegiatan LDKS
08.30–09.00 WIB| Sambutan Plt. Kepala Sekolah, Siti Nurjannah, S.Pd.
09.00–09.20 WIB| Sambutan Ketua Panitia, Andika dwi Permadi, S.Pd.
09.20–09.40 WIB| Pengarahan kegiatan dan tata tertib peserta
09.40–10.00 WIB| Istirahat
10.00–11.30 WIB| Materi dasar kepemimpinan, integritas, dan keteladanan
11.30–13.00 WIB| Istirahat, shalat, dan makan
13.00–14.30 WIB| Materi kedisiplinan, tanggung jawab, dan komunikasi efektif
14.30–15.00 WIB| Istirahat
15.00–16.30 WIB| Praktik kerja sama tim dan pemecahan masalah
16.30–17.30 WIB Refleksi kegiatan dan evaluasi kelompok
17.30–19.00 WIB| Persiapan pribadi, ibadah, dan makan malam
19.00–20.30 WIB Penguatan karakter, motivasi, dan diskusi kepemimpinan
20.30–21.00 WIB Evaluasi harian dan pengarahan kegiatan hari kedua
21.00 WIB| Istirahat malam
Hari kedua — Minggu, 18 Oktober 2026
05.00–06.00 WIB Persiapan pagi, ibadah, dan refleksi diri
06.00–07.00 WIB Aktivitas kebersamaan dan pembiasaan disiplin
07.00–08.00 WIB| Sarapan dan persiapan kegiatan
08.00–09.30 WIB| Simulasi kepemimpinan dan pembagian tugas kelompok
09.30–10.00 WIB| Istirahat
10.00–11.00 WIB Penutupan, doa, dan dokumentasi bersama
12.00 Wib persiapan kepulangan peserta
Membangun Budaya Sekolah yang Positif dan Berprestasi
Pelaksanaan LDKS menjadi bagian dari upaya SMP Negeri 2 Songgon dalam memperkuat pendidikan karakter dan pengembangan potensi siswa.
Sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai lingkungan yang membentuk sikap, kebiasaan, dan tanggung jawab sosial generasi muda.
Pengurus OSIS dan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menghidupkan kegiatan positif di sekolah. Mereka dapat menjadi penggerak kegiatan sosial, kebersihan lingkungan, kedisiplinan, kreativitas, serta berbagai program yang mendukung prestasi dan kebersamaan siswa.
Namun, tanggung jawab kepemimpinan tidak berhenti pada siswa yang memegang jabatan organisasi. Seluruh peserta LDKS juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap siswa memiliki kesempatan untuk menjadi teladan melalui perilaku sederhana, seperti menghormati guru, menghargai teman, menjaga kebersihan, menaati aturan, dan berani mengakui kesalahan.
Dukungan seluruh dewan guru menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan hasil kegiatan.
Pembinaan yang konsisten, keteladanan pendidik, serta pemberian ruang bagi siswa untuk berkreasi akan membantu menumbuhkan iklim sekolah yang sehat dan produktif.
Dengan pendekatan tersebut, LDKS diharapkan tidak hanya menghasilkan pengurus organisasi yang aktif, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki kesadaran untuk berkontribusi bagi lingkungan sekolah.
Menyiapkan Pemimpin Muda untuk Masa Depan
Melalui tema “Setiap Pemimpin adalah Pribadi yang Tangguh, Berkarakter, dan Bertanggung Jawab”, SMP Negeri 2 Songgon menegaskan pentingnya menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
Kegiatan LDKS di Kalibsawah, Songgon, menjadi salah satu langkah untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan integritas, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama.
Sebanyak 75 siswa yang mengikuti kegiatan ini diharapkan mampu menjadi generasi yang berani bermimpi, siap bekerja sama, tidak mudah menyerah, serta bertanggung jawab terhadap setiap amanah yang diberikan.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka dalam menjalankan peran sebagai pelajar, anggota organisasi, dan calon pemimpin masa depan.
Dengan dukungan Plt. Kepala Sekolah, panitia penyelenggara, dan seluruh dewan guru, SMP Negeri 2 Songgon terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menguatkan karakter.
LDKS 2026 bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan langkah nyata SMP Negeri 2 Songgon dalam menumbuhkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dari Songgon, semangat kepemimpinan muda diharapkan tumbuh menjadi energi positif bagi sekolah, masyarakat, dan masa depan bangsa.










