Pernah dibilang gendut? Jika ya, kamu tidak sendirian. Banyak orang, terutama perempuan, pasti pernah mendapatkan komentar semacam itu, entah secara langsung atau terselip dalam candaan.
Padahal, bagi sebagian besar orang, bentuk tubuh bukan hanya soal penampilan, tapi juga menyangkut rasa percaya diri dan harga diri.
Jadi, wajar saja jika ada rasa kesal ketika mendengar komentar seperti itu. Tapi perlu diingat, marah-marah bukanlah solusi yang bijak.
Baca juga: 7 Alasan Mengapa Bersikap Bodo Amat Itu Perlu dalam Kehidupan Sehari-Hari
Alih-alih membuat mereka berhenti, kemarahan kita justru bisa menjadi bahan ejekan lanjutan.
Maka dari itu, memiliki respon yang cerdas, santai, bahkan jenaka bisa menjadi cara terbaik untuk menyikapi komentar seperti “kamu kok gendutan?”
Lalu, bagaimana jawaban ketika dibilang gendut? Simak beberapa tips dan cara menjawabnya berikut ini.
1. Gendut itu sehat, daripada kurus kering kayak cacing kepanasan
Jawaban ini terdengar cukup berani dan sedikit menyenggol, tapi cocok digunakan dalam suasana santai atau pada orang yang terlalu nyinyir.
Kalimat ini bisa menjadi bentuk self-defense dengan cara membanggakan diri sendiri, seolah mengatakan bahwa menjadi gendut bukan berarti tidak sehat. Toh, tubuh yang berisi bisa saja justru lebih kuat dan penuh energi.
2. Gendut itu lucu dan gemesin kayak bayi!
Jika kamu ingin menjawab dengan nada ringan dan penuh humor, jawaban ini bisa jadi pilihan. Cocok diucapkan kepada teman dekat, sahabat, atau pasangan yang sedang menggoda.
Bandingan dirimu dengan bayi yang makin gendut makin menggemaskan. Bukankah itu cara manis untuk menghindari konflik?
3. Gendut itu tanda bahagia
Kalimat ini terdengar positif dan punya makna yang dalam. Kebahagiaan sering kali tercermin dalam pola makan yang lebih bebas dan tanpa tekanan.
Orang yang stres atau tidak bahagia justru cenderung kehilangan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan.
Maka, jika berat badan naik, anggap saja itu karena hidup kita sedang berjalan dengan baik. Bahagia itu berkah, bukan alasan untuk malu.
4. Syukur deh kalau gendut, memang cita-citaku dari dulu
Kadang, menjawab dengan kalimat absurd tapi percaya diri bisa membuat orang lain diam seketika.
Kalau dulu kamu kurus dan sekarang lebih berisi, anggap saja kamu sedang mewujudkan “cita-cita” pribadi.
Dengan kalimat ini, kamu menegaskan bahwa bentuk tubuh bukan masalah, selama kamu bahagia dan menerima diri sendiri.
5. Mau tahu tipsnya?
Jawaban ini cukup simpel dan kadang sebagai jawaban yang membuat orang lain mati kutu.
Ketika diledek “kamu kok gendutan?”, lalu kita menjawab “mau tahu tipsnya?”, maka orang lain akan sulit untuk menjawab lagi.
Jawaban ini memindahkan kendali pembicaraan ke tanganmu, sekaligus menunjukkan bahwa kamu tidak merasa rendah diri sedikit pun.
6. Ya syukur deh, berarti aku suka makan nasi daripada makan ati
Jawaban ini bisa kita gunakan untuk orang yang tidak kita sukai atau mungkin kepada musuh dalam perang dingin.
Sebab biasanya orang iri kepada kehidupan kita, orang tersebut terus mencari celah untuk mengolok-olok.
Jadi, jawaban ini bisa kita gunakan sebagai serangan balik agar orang tersebut kapok.
Nah, itulah beberapa cara menjawab ketika dibilang gendut. Ingat, gendut itu bukan sebuah keburukan asal masih dalam batas wajar dalam konteks kesehatan.
Bahkan, jika enggan menjawab, lebih baik kita abaikan saja. Cuek dengan omongan orang lain.








