Memberi bekal ilmu dan pendidikan adalah kewajiban setiap orang tua pada anaknya. Sebab, ilmu tersebut yang nantinya akan menjadi bekal sang anak ketika sudah beranjak dewasa.

Maka tak heran kalau setiap orang tua sangat bersemangat untuk menyekolahkan anaknya sedari kecil.

Bahkan, walaupun usia belum mencukupi, kadang ada sebagian orang tua yang memaksakan kehendak agar anaknya bisa mengikuti proses belajar mengajar.

Hal ini baik, seperti pepatah lama yang mengatakan ‘belajar di usia dini sama saja mengukir di atas batu’. Maka sebuah pilihan tepat ketika orang tua menyekolahkan anaknya sejak usia dini.

Namun, bagaimana jadinya jika anak ngambek tidak mau sekolah? 

Hal ini sering terjadi, anak tiba-tiba ngambek tidak mau sekolah tanpa alasan yang jelas. Ketika ditanya, hanya diam saja, bahkan jika dipaksa bisa memuncak amarahnya.

Saat sudah begini, apa yang harus dilakukan oleh orang tua?

Dilansir dari laman Boldsky, ketika mengalami hal seperti ini sebaiknya orang tua tidak memaksakan kehendak anaknya.

Namun, bukan berarti membiarkan begitu saja. Tapi menunggu waktu yang tepat untuk mengajaknya berbicara.

Baca juga: Nilai Anak Turun di Sekolah? Inilah yang Harus Dilakukan Orang Tua

Ketika ngambek sekolah, orang tua harusnya tidak langsung memarahi anaknya atau bertanya dengan nada tinggi.

Sebab anak tidak akan buka suara tentang alasan kenapa dia tidak mau sekolah.

Tapi biarkan saja terlebih dahulu, berikan sesuatu yang bisa menyenangkan hatinya.

Ajak dia bermain sampai rasa amarah di hatinya sudah mereda, barulah orang tua harus bertanya apa penyebab dia tak mau sekolah.

Saat hatinya riang gembira, maka anak akan berkata jujur tentang masalah yang dialaminya.

Misal alasannya adalah karena tidak suka dengan salah satu teman yang jahil, maka orang tua bisa memberi nasihat kepada anak bahwa masih ada banyak teman yang baik dan tidak jahil.

Orang tua juga harus bisa memberi solusi akan apa yang sedang dialami oleh anaknya.

Dengan begitu, anak akan mengkaji setiap ucapan dari orang tua dan dia menganggap mendapat dukungan penuh.

Sebisa mungkin, hindari penggunaan kata-kata yang berkonotasi keras atau kasar kepada anak agar tidak membebani mentalnya.