Pengertian Analisis Instruksional

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.

Sedangkan instruksional adalah : instruksional/in·struk·si·o·nal/ a tentang atau bersifat pengajaran; mengandung pelajaran (petunjuk, penerangan)

Menurut (Dick and Carey 2005) analisis instruksional adalah sebagai tahapan proses yang merupakan keseluruhan dari pemaparan bagaimana perancang menentukan komponen utama dari tujuan instruksional melalui kegunaan analisis tujuan (goal analysis), dan bagaimana setiap langkah dalam tujuan tersebut dapat dianalisis untuk mengidentifikasi keterampilan subordinate atau keterampilan prasyarat

Jadi, dapat disimpullkan bahwa analisis instruksional adalah proses penjabaran dari perilaku umum ke perilaku khusus di mana kegiatan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku-perilaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara lebih terperinci, logis dan sistematis.

Maksud tersusun secara logis dan sistematis adalah tahapan apa yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu ditinjau dari berbagai alasan seperti karena kedudukannya sebagai perilaku prasyarat, perilaku yang menurut urutan fisik berlangsung lebih dahulu, perilaku yang menurut proses psikologi muncul lebih dahulu atau kronologis terjadi lebih awal.

Baca juga: Pengertian Metode Penelitian dan Macam-Macamnya

Fungsi dan Manfaat Analisis Instruksional

Adapun fungsi dan manfaat analisis instruksional adalah sebagai berikut:

  1. Membantu bantu para guru/pendidik maupun penyusun desain instruksional untuk mengorganisir tugas-tugas pokok dalam hubungannya dengan subtugas yang harus dipelajari siswa.
  2. Membantu para guru di dalam menganalisis tingkah laku (behavior) berkenaan dengan masing-masing tugas pokok maupun subtugas. Dengan cara demikian, semua pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tugas pokok dapat diidentifikasikan.
  3. Membantu para penyusun disain instruksional dan para guru/pen­didik untuk memperkirakan waktu yang diperlukan untuk belajar, sehingga siswa dapat melaksanakan suatu tugas dengan baik.

Baca juga: Penjelasan Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

Proses Analisis Instruksional

Dick dan Carey (2005) mengatakan bahwa proses analisis instruksional dimulai dari melaksanakan analisis tujuan (goal analysis) yang dimulai setelah memperoleh pernyataan yang jelas dari instruksional.

Analisis Tujuan (Goal Analysis)

Hal yang harus diperhatikan adalah: Pengklarifikasian pernyataan tujuan berdasarkan domain (jenis) belajar yang akan muncul. Domain belajar dapat dibagi atas empat, yaitu:

A. Keterampilan intelektual

Keterampilan yang mensyaratkan melakukan kegiatan kognitif yang unik. Unik yang dimaksud di sini adalah harus mempu memecahkan masalah atau menampilkan satu perilaku dengan contoh atau informasi yang tidak ditemukan sebelumnya.

B. Informasi Verbal

Keterampilan yang mensyaratkan siswa memberikan respons yang spesifik terhadap stimuli yang relative spesifik. Biasanya tujuan keterampilan ini dapat dikenali dari kata kerja yang digunakan. Kata kerja seperti menyebutkan atau menjelaskan sesuatu.

C. Sikap

Sikap adalah pernyataaan kompleks manusia terhadap orang, benda dan kejadian. Dick dan Carey (2005) mendefenisikan sebagai kecenderungan membuat pilihan-pilihan tertentu atau keputusan tertentu terhadap keadaan tertentu.

Sikap mempengaruhi pilihan sikap seseorang dan merupakan tujuan jangka panjang yang sulit diukur dalam waktu singkat. Tujuan instruksional yang berfokus pada sikap dan dianggap sebagai sesuatu yang memengaruhi.

Sikap memilih dapat menunjukkan kecenderungan positif atau negatif terhadap objek kejadian atau orang tertentu.

D. Keterampilan psikomotor

Karakteristik dari keterampilan psikomotor adalah si belajar harus melaksanakan gerakan otot dengan atau tanpa peralatan untuk mencapai hasil yang spesifik. Keterampilan ini melibatkan mental dan fisik. Perilaku dari tampilan ini berupa kecepatan gerakan tubuh, keakraban kekuatan dan kelenturan.