Memasuki fase new normal atau tatanan normal baru, ada beberapa aturan baru pula yang telah dirumuskan oleh pemerintah untuk segala hal, termasuk urusan pendidikan di sekolah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) meneken Keputusan Mendagri (Kepmendagri) Nomor 440-830 tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru.

Salah satu isi dari keputusan itu menyangkut layanan pendidikan dan sekolah yang terbagi menjadi dua kategori, yakni protokol masa transisi dan protokol pada masa normal baru. Adapun aturannya adalah sebagai berikut.

Baca juga: PPDB 2020 Siap Dilaksanakan, Kemendikbud Terapkan Dua Metode

1. Menunda Kegiatan di Luar Sekolah

Pada masa transisi, segala bentuk kegiatan akademis maupun non akademis di luar sekolah harus ditunda. Adapun kegiatan-kegiatan itu meliputi ekstrakurikuler, atletik, budaya, kompetisi, dan study tour. Semua kegiatan itu, ditiadakan di masa transisi. Penundaan ini dilakukan sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan, melihat situasi dan kondisi ke depan.

2. Protokol Kesehatan Diperketat

Protokol kesehatan juga akan lebih diperketat di sekolah. Adapun standar yang harus dilakukan sekolah adalah dengan rutin mengecek suhu siswa, pemberlakuan cuci tangan menggunakan sabun, serta menerapkan pola hidup sehat, meliputi menjaga pola makan yang sehat dan bergizi. Dan tidak lupa pula untuk mengenakan masker.

3. Sekolah Wajib Bersih

Lingkungan sekolah wajib bersih dan steril dari segala risiko virus dengan menyemprot disinfektan setiap hari minimal satu kali. Adapun beberapa area yang disemprot mulai dari gagang pintu, sakelar lampu, komputer, meja, dan fasilitas lain yang sering digunakan secara bergantian.

Baca juga: Tanpa Listrik dan Internet, Apa Kabar Pendidikan di Pelosok Papua?

4. Prioritas Kegiatan Berbasis Daring

Pada masa transisi, sekolah diminta untuk memprioritaskan kegiatan berbasis daring dengan menggunakan platform pendidikan. Misalnya pelajaran olahraga, maka sebaiknya pembelajaran menggunakan metode daring daripada siswa berkerumun di lapangan. Nantinya, melalui platform itu juga, siswa bisa mendapat pembelajaran, pengarahan, serta penilaian.

5. Mengurangi Aktivitas di Luar Jam Sekolah

Sekolah diharapkan bisa memberi fasilitas untuk makan dan minum siswa selama jam istirahat. Tujuannya agar tidak terlalu banyak aktivitas terjadi di kantin, apalagi sampai berdesak-desakan. Tidak hanya itu, semua aktivitas di luar jam sekolah akan ditunda seperti ekstrakurikuler dan pendidikan olahraga.