Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Lomba Puisi Meriahkan Dies Natalis ke-41 SMP Negeri 1 Glenmore dengan Semangat Literasi dan Kreativitas Siswa

    Lomba Puisi Meriahkan Dies Natalis ke-41 SMP Negeri 1 Glenmore dengan Semangat Literasi dan Kreativitas Siswa

    Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-41, SMP Negeri 1 Glenmore menggelar berbagai acara lomba yang dapat diikuti oleh peserta didik mulai dari jenjang SD/MI hingga SMP.

    Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 4 hingga 9 November 2024, dengan mengusung tema SPENSANIA dan tagline ‘Tunjukkan Aksimu, Raih Prestasimu’.

    Lomba yang diselenggarakan memiliki berbagai kategori, baik individu maupun kelompok.

    Beberapa jenis lomba yang diadakan antara lain Market Day, Pantomim, Puisi, E-Sport, Clash of Champions, Run 5Km, Pioneering, Hadang, dan Futsal.

    Puncak acara SPENSANIA akan berlangsung pada 9 November 2024.

    Di sela-sela kegiatan tersebut, peserta didik SMP Negeri 1 Glenmore juga membuka bazar dan pameran produk yang menampilkan berbagai macam hasil karya siswa, mulai dari makanan dan minuman hingga produk-produk kreatif lainnya.

    Terdapat berbagai stand yang menyuguhkan jajanan tradisional yang dikemas secara modern, serta minuman kekinian yang patut untuk dicicipi.

    Semua produk yang dipamerkan merupakan hasil karya peserta didik SMP Negeri 1 Glenmore.

    Menurut Joko Sugiharto, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Glenmore, Dies Natalis ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan.

    Tujuan dari lomba-lomba ini adalah untuk menumbuhkan semangat dan sportifitas di kalangan peserta didik.

    Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melatih jiwa kewirausahaan para siswa, agar kelak mereka dapat menjadi entrepreneur yang sukses.

    Dalam bazar, para peserta didik diajarkan mulai dari perencanaan, promosi produk, proses produksi, hingga penjualan produk.

    Pada hari Kamis (7/11), juga diadakan lomba Baca Puisi tingkat SD/MI sederajat yang diikuti oleh peserta didik dari beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

    Lomba ini dilanjutkan dengan lomba Baca Puisi tingkat SMP.

    Peni Lestari, S.Pd., selaku Koordinator Lomba Baca Puisi, mengatakan, “Event ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi peserta didik yang memiliki bakat dan minat di bidang sastra, khususnya dalam membaca puisi.”

    Hal ini merupakan bagian dari komitmen SMP Negeri 1 Glenmore untuk meningkatkan literasi serta memperkuat penguasaan bahasa dan sastra di kalangan peserta didik.

    Peserta lomba Baca Puisi menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam membacakan puisi-puisi mereka.

    Kriteria penilaian lomba ini mencakup penghayatan, ekspresi, vokal, dan totalitas dalam membawakan puisi.

    Para peserta membawakan puisi dengan semangat dan ekspresi yang mendalam, sehingga mampu memukau penonton.

    Dewan juri lomba Baca Puisi terdiri dari Andi Budi Setiawan, Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI), Samsuri, anggota Komunitas Paras Blambangan sekaligus purna guru SMP Negeri 1 Glenmore, dan Akira Luhaning Walaranti, guru bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Glenmore.

    Karena banyaknya penampilan peserta yang luar biasa hebat, dewan juri mengaku kesulitan dalam menentukan siapa yang pantas keluar sebagai juara.

    Pada akhir kegiatan, tepatnya pada 9 November 2024, akan diumumkan para pemenang dari masing-masing lomba.

    Pemberian hadiah akan dilakukan dengan mengundang peserta lomba beserta para pembimbing untuk hadir dalam acara tersebut.

    Kegiatan ini akan ditutup dengan penampilan ekstrakurikuler dari SMP Negeri 1 Glenmore sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta dan sebagai ajang promosi kepada masyarakat umum, khususnya SD/MI yang ada di wilayah Kecamatan Glenmore.

  • D. Zawawi Imron Hadir di Olimpiade Literasi KOPIWANGI, Menyemai Inspirasi bagi Generasi Muda Banyuwangi

    D. Zawawi Imron Hadir di Olimpiade Literasi KOPIWANGI, Menyemai Inspirasi bagi Generasi Muda Banyuwangi

    Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) menggelar Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, pada Minggu (27/10/2024).

    Acara ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran maestro sastra nasional, D. Zawawi Imron yang terkenal dengan julukan Celurit Emas.

    Kedatangan Zawawi Imron ke Banyuwangi sendiri adalah bagian dari rangkaian acara Jambore Sastra Asia Tenggara yang berlangsung dari 24 hingga 26 Oktober 2024, dan ia berkesempatan hadir dalam Olimpiade Literasi untuk bertemu langsung dengan para peserta.

    Kehadirannya di tengah para peserta dan guru pendamping memberikan nuansa khidmat sekaligus mendalam bagi seluruh hadirin.

    Duduk bersama peserta, Zawawi Imron menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman dan motivasi dalam dunia sastra.

    Dengan semangat yang tulus, ia memberikan dorongan bagi para pelajar yang mengikuti olimpiade untuk mengembangkan bakat dan kecintaan mereka pada literasi.

    Dalam sesi tersebut, Zawawi menekankan pentingnya kepekaan dalam melihat realitas kehidupan melalui puisi dan cerita yang menurutnya dapat membantu seseorang menyelami makna kehidupan lebih dalam.

    Tak hanya memberi motivasi, Zawawi juga membacakan puisi legendarisnya yang berjudul “Ibu.”

    Puisi ini telah lama dikenal sebagai karya yang penuh emosi dan rasa syukur kepada sosok ibu, yang selalu menjadi inspirasi utama dalam hidupnya.

    Suasana menjadi begitu hening dan khusyuk saat Zawawi melantunkan puisi itu, seakan-akan tiap kata yang diucapkannya menyentuh hati para peserta, yang banyak di antaranya tampak terkesima.

    “Ibu” tidak hanya mengangkat tema kasih sayang dan pengorbanan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur tentang cinta dan penghormatan terhadap orang tua.

    Di akhir sesi, D. Zawawi Imron menutup kehadirannya dengan sebuah nasihat sebagai tanda perpisahan, membuat suasana semakin hangat.

    Para peserta, guru, dan panitia tampak antusias mengabadikan momen bersama melalui foto yang nantinya akan menjadi kenang-kenangan berharga.

    Kehadiran Zawawi Imron dalam acara ini tak hanya menambah semangat literasi bagi pelajar Banyuwangi tetapi juga menegaskan bahwa puisi dan sastra tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

    Momen istimewa ini memberi warna tersendiri dalam pelaksanaan Olimpiade Literasi KOPIWANGI, yang sukses menarik minat besar dari berbagai kalangan, terutama generasi muda.

    Diharapkan, semangat yang dibawa Zawawi Imron dapat menjadi sumber inspirasi yang mendorong lebih banyak generasi muda Banyuwangi untuk berkarya dan memperkaya dunia sastra di masa mendatang.

  • Olimpiade Literasi KOPIWANGI 2024 Sukses Digelar, Antusias Pelajar Banyuwangi pada Literasi Kian Meningkat

    Olimpiade Literasi KOPIWANGI 2024 Sukses Digelar, Antusias Pelajar Banyuwangi pada Literasi Kian Meningkat

    Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) menggelar Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita, Minggu (27/10/2024).

    Event ini menjadi ajang istimewa bagi para pelajar untuk mengeksplorasi kemampuan literasi dalam atmosfer yang penuh semangat dan apresiasi terhadap karya sastra.

    Program Olimpiade ini adalah implementasi dari salah satu program unggulan KOPIWANGI yang bertujuan mengembangkan keterampilan literasi bagi anggotanya maupun peserta didik di seluruh Banyuwangi.

    KOPIWANGI sebagai komunitas literasi terus mengedepankan tiga program utama, antara lain:

    1. Pelatihan, pendampingan sampai penerbitan karya untuk anggota KOPIWANGI maupun peserta didik.

    2. Mengadakan event literasi baik via daring atau pun luring diantaranya lomba cipta puisi, lomba menulis esai, lomba baca puisi, bercerita sampai menulis buku bersama.

    3. Program pemberdayaan untuk anggota KOPIWANGI maupun peserta didik.

    Olimpiade Baca Puisi dan Bercerita ini merupakan bagian dari program literasi KOPIWANGI yang kedua, yakni penyelenggaraan berbagai kompetisi literasi.

    Ratusan Peserta Antusias dari Berbagai Sekolah

    Olimpiade Literasi ini diikuti oleh 123 peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA di Banyuwangi.

    Dalam kategori lomba Baca Puisi, tercatat 91 peserta dengan rincian 42 dari SD/MI, 33 dari SMP/MTs, dan 16 dari SMA/SMK/MA.

    Sedangkan lomba Bercerita diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari 14 peserta SD/MI, 9 peserta SMP/MTs, dan 9 peserta SMA/SMK/MA.

    Setiap kategori mempertandingkan kemampuan peserta dalam menyampaikan makna puisi dan cerita dengan ekspresi dan emosi yang kuat.

    Ajang ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah bakat dalam bidang literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sastra Indonesia.

    Adapun dewa juri yang terlibat dalam Olimpiade Literasi Baca Puisi & Bercerita diantaranya H. Abdullah Fauzi penulis sastra asal Banyuwangi, Maulana Affandi direktur Penerbit Lintang Banyuwangi sekaligus pimred dari media sastrawacana.id/ dan Tawangalun.com, dan kak Putri Nurul Azizah yang merupakan penulis Balai Besar Bahasa Provinsi Jawa Timur.

    Daftar Pemenang Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita

    Berikut adalah daftar para juara dalam masing-masing kategori:

    Lomba Baca Puisi Jenjang SD/MI

    Juara 1: Sakura Nohana P

    Juara 2: RR Qyara Arkana P

    Juara 3: Avilla Fikratus P.Y

    Juara Harapan 1: Syifa Aulia

    Juara Harapan 2: Atika Zahra R

    Juara Harapan 3: Daffa Adiba Y

    Lomba Baca Puisi Jenjang SMP/MTs

    Juara 1: Sirojun Nawafil

    Juara 2: Sofhiatur Rizkia P

    Juara 3: Andri Maulana

    Juara Harapan 1: Ilham

    Juara Harapan 2: Rafa Tabina P

    Juara Harapan 3: Isma Ayu Arifin

    Lomba Baca Puisi Jenjang SMA/SMK/MA

    Juara 1: Ana Hurin M J

    Juara 2: Dewi Puspita

    Juara 3: Queen Fatimatus Zahra

    Juara Harapan 1: Novi Fitriatul M

    Juara Harapan 2: M. Rizky Yulleo

    Juara Harapan 3: Akmal Deban

    Lomba Bercerita Jenjang SD/MI

    Juara 1: Avila Fikratus Putri Y

    Juara 2: Muhammad Hafis Mahardika

    Juara 3: Alya Ayu Putri Sasaki

    Juara Harapan 1: Jophian Abid Aqila Pranaja

    Juara Harapan 2: Atika Zahra Ratifa

    Juara Harapan 3: Marsya Adelia Vanda

    Lomba Bercerita Jenjang SMP/MTs

    Juara 1: Siska Anindita

    Juara 2: Hudansyah Ahmad Madhani

    Juara 3: Friska Bahtiar R

    Juara Harapan 1: Melan Agustian Ramadhani

    Juara Harapan 2: Ivana Prita Nabila

    Juara Harapan 3: Dina Ayudyah Putri Wahyudi

    Lomba Bercerita Jenjang SMA/SMK/MA

    Juara 1: Nur Alyuni Citra

    Juara 2: Gita Maharani

    Juara 3: Virdiana Agustina

    Juara Harapan 1: Irma Wildani Silvia

    Juara Harapan 2: Mareta Maulida Putri

    Juara Harapan 3: Risma Nur Aini Reza

    Kehadiran Maestro Sastra D. Zawawi Imron

    D. Zawawi Imron di Olimpiadi Literasi KOPIWANGI
    D. Zawawi Imron di Olimpiadi Literasi KOPIWANGI

    Momen istimewa dalam Olimpiade Literasi ini adalah hadirnya maestro sastra nasional, D. Zawawi Imron, yang dikenal dengan julukan “Celurit Emas”.

    Meskipun memiliki agenda padat di Banyuwangi, D. Zawawi menyempatkan hadir untuk memberikan motivasi kepada peserta olimpiade.

    Dengan senyum penuh ketulusan, beliau duduk bersama para peserta dan guru pendamping, menyampaikan nasihat dan inspirasi bagi generasi muda yang memiliki minat di dunia literasi.

    Sebagai bentuk penghargaan dan kecintaannya terhadap literasi, D. Zawawi juga membacakan puisi berjudul “Ibu”, yang menggetarkan hati dan membuat para hadirin terpukau.

    Dalam suasana yang penuh kehangatan, beliau mengakhiri sesi dengan sebuah pantun perpisahan yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan guru.

    Olimpiade Literasi sebagai Agenda Tahunan

    Selain menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan minat baca puisi dan bercerita, olimpiade ini juga bertujuan untuk mempererat komunitas literasi di Banyuwangi.

    Dengan dukungan dari berbagai pihak, KOPIWANGI berharap Olimpiade Literasi ini dapat diselenggarakan setiap tahun sebagai agenda rutin.

    Hal ini diharapkan akan menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya literasi, serta memberikan kesempatan bagi anggota komunitas literasi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

  • Pelatihan Literasi RKM SMK PGRI Rogojampi: Membangun Generasi Cinta Sastra dan Seni

    Pelatihan Literasi RKM SMK PGRI Rogojampi: Membangun Generasi Cinta Sastra dan Seni

    Komunitas Literasi Ruang Karya Media (RKM) SMK PGRI Rogojampi mengadakan pelatihan literasi yang khusus dihadiri oleh anggota komunitas sekolah tersebut pada Sabtu, (12/10/2024).

    Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang literasi, khususnya seni, sastra, dan teknologi.

    Di RKM, para siswa belajar banyak hal, mulai dari menulis puisi dan cerpen hingga keterampilan membaca puisi dan bercerita.

    Selain itu, mereka juga dilatih untuk menulis esai, artikel, dan berita, sehingga dapat memperluas wawasan literasi mereka.

    Pada kesempatan ini, pelatihan RKM mengangkat tema “Sastra & Cerita” sebagai topik utama.

    Andi Budi Setiawan selakun pendamping RKM, turut hadir dan memberikan motivasi kepada seluruh anggota tentang pentingnya literasi di era milenial.

    Andi mengingatkan bahwa untuk meraih prestasi di bidang literasi, diperlukan tiga hal utama: membangun kesadaran diri, berpikir terbuka, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

    “Ada tiga poin penting dalam belajar, yaitu membangun kesadaran diri, berpikir terbuka dan pemelajar sepanjang hayat. Literasi butuh niat yang kuat, konsistensi dan kesabaran dalam berproses. Tak ada padi yang tumbuh dalam sehari” ujarnya.

    Tak hanya Andi, pelatihan kali ini juga dihadiri oleh Putri Nurul Azizah, atau yang akrab disapa Kak Putri.

    Kak Putri adalah seorang penulis dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur yang telah meraih banyak prestasi di bidang literasi.

    Kehadirannya di acara tersebut membawa semangat dan inspirasi baru bagi anggota komunitas.

    Kak Putri berbagi pengalamannya dalam dunia literasi dan memberikan dorongan agar peserta memiliki niat yang kuat serta cinta terhadap literasi.

    Kak Putri memberikan materi seputar puisi, mulai dari cara membaca puisi yang baik, aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi, hingga kriteria penilaian dalam kompetisi baca puisi.

    Materi ini disampaikan dengan sangat rinci dan penuh semangat, mengingatkan bahwa membaca puisi tidak hanya soal melafalkan kata-kata, tetapi juga menjiwai dan menyampaikan makna puisi kepada pendengar.

    Antusiasme peserta semakin tinggi karena pada tanggal 27 Oktober 2024 nanti akan diadakan Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita.

    Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia.

    Para peserta merasa termotivasi untuk berpartisipasi dalam ajang ini dan mereka pun sangat serius menyimak materi yang diberikan Kak Putri.

    Tak hanya mendengarkan, para peserta juga diajak untuk tampil di depan kelas dan mempraktikkan cara membaca puisi.

    Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menerima umpan balik langsung dari Kak Putri.

    Dengan seksama, ia memberikan catatan dan saran perbaikan pada penampilan peserta.

    “Secara umum, penampilan adik-adik sudah bagus. Mereka sangat antusias. Hanya tinggal berlatih lagi untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” jelas Kak Putri seusai kegiatan.

    Harapan besar ditumpukan pada kegiatan ini agar dapat berjalan secara kontinu dan berkelanjutan.

    Walaupun hanya merupakan sebuah komunitas literasi, RKM memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa, memperdalam kecintaan terhadap literasi, dan menjadi wadah pembelajaran untuk meraih prestasi.

    Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, diharapkan komunitas literasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas.

    Kemudian, diharap pula jika RKM bisa menjadi inspirasi bagi komunitas literasi lainnya dan mampu membina generasi muda yang berwawasan luas serta berbakat di bidang literasi.

  • KOPIWANGI Gelar Olimpiade Literasi Khusus Pelajar untuk Rayakan Bulan Bahasa di Banyuwangi

    KOPIWANGI Gelar Olimpiade Literasi Khusus Pelajar untuk Rayakan Bulan Bahasa di Banyuwangi

    Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi yang lebih dikenal sebagai KOPIWANGI mengadakan Olimpiade Literasi Baca Puisi & Bercerita dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia pada Oktober 2024.

    Pesertanya adalah pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Banyuwangi, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, hingga SMA/SMK/MA.

    Olimpiade pertama dari KOPIWANGI ini diselenggarakan sebagai wadah bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang literasi, terutama baca puisi dan bercerita.

    Dengan berkompetisi dalam olimpiade ini, para peserta diharapkan dapat mengukur sejauh mana kemampuan mereka serta mengekspresikan bakat yang mereka miliki.

    Ketua KOPIWANGI, Andi Budi Setiawan S.Pd menuturkan jika komunitasnya berkomitmen untuk mengembangkan literasi di Banyuwangi, terutama bagi pelajar.

    “Harapannya, literasi di Banyuwangi bisa lebih berkembang, khususnya di kalangan pelajar,” ujarnya.

    Ia juga berharap jika KOPIWANGI mampu menjadi wadah untuk menguatkan budaya membaca dan menulis di Banyuwangi.

    “Semoga KOPIWANGI bisa menguatkan literasi di Banyuwangi, terutama budaya membaca dan menulis,” imbuhnya.

    Sesuai rencana awal, event ini akan digelar di Pendopo Kecamatan Rogojampi pada tanggal 27 Oktober 2024 dan terbuka bagi seluruh pelajar di wilayah Banyuwangi.

    Peserta dapat didampingi oleh guru pembina maupun orang tua, sehingga diharapkan dukungan dari pihak sekolah dan keluarga turut mendorong potensi yang dimiliki oleh peserta atau anak didik.

    Momen ini dianggap istimewa bagi banyak peserta karena dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada acara serupa yang diselenggarakan, terutama di wilayah Rogojampi.

    Olimpiade ini akan melombakan dua bidang utama, yaitu Baca Puisi dan Bercerita.

    Untuk lomba baca puisi, tema yang diusung adalah Pahlawan atau Pemuda, sedangkan lomba bercerita memiliki tema bebas asalkan tidak menyinggung unsur SARA.

    Dalam lomba ini, setiap kategori akan memperebutkan posisi juara 1 hingga 3 serta harapan 1 hingga 3. Pembagian kategori berdasarkan jenjang pendidikan, yaitu:

    • SD/MI: Juara 1-3 dan Harapan 1-3
    • SMP/MTS: Juara 1-3 dan Harapan 1-3
    • SMA/SMK/MA: Juara 1-3 dan Harapan 1-3

    Setiap peserta yang ikut serta dalam olimpiade ini akan mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

    Dukungan dari sekolah-sekolah di Banyuwangi dianggap sangat penting untuk menyukseskan acara ini.

    Selain itu, KOPIWANGI berencana menjadikan olimpiade ini sebagai acara tahunan, sejalan dengan program mereka di bidang Event Literasi.

    Sebagai informasi tambahan, KOPIWANGI telah rutin mengadakan berbagai kegiatan literasi, baik secara daring maupun luring, seperti lomba cipta puisi, baca puisi, bercerita, hingga menulis esai.