Universitas Indonesia bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) akhirnya berhasil mengembangkan inovasi bilik tes swab untuk membantu tenaga medis melawan corona. Ada tiga Fakultas yang ikut serta dalam proses penggarapan bilik ini, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dari hasil ujicoba, bilik tes ini cukup aman digunakan karena dilengkapi dengan disinfektan dan ultraviolet sehingga tim medis tak perlu takut lagi jika harus berkomunikasi dengan pasien. Selain itu, dilengkapi pula dengan sistem penerangan dan audio di dalamnya.

Menurut Ketua Tim Bilik Swab Test, dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, bilik ini menggunakan material berkualitas tinggi dan melalui proses simulasi sehingga aman digunakan.

Baca juga: Musim Corona, Penjualan Buku Melonjak Drastis

“Bilik Swab Test menggunakan material berkualitas tinggi dan telah melalui proses simulasi penggunaan bilik swab oleh dokter dan tenaga kesehatan agar proses pemeriksaan dapat berlangsung aman, nyaman, serta sesuai dengan kondisi tempat diletakkannya bilik swab (dalam ruangan atau luar),” ujarnya.

swab test ui
photo: tempo

Selain itu, ketua tim yang juga sekaligus dekan dari Fakultas Kedokteran UI ini juga menyampaikan jika bilik yang mereka rancang juga akan memberikan rasa nyaman dan aman.

“Selain rasa aman, para tenaga medis yang memeriksa pasien dengan menggunakan Swab Test Chamber ini juga akan merasa nyaman. Inovasi yang sangat bermanfaat untuk mengatasi pendemik COVID-19,” imbuhnya.

Hebatnya lagi, bilik ini dikonsep menyesuaikan suhu di Indonesia. Mengingat Indonesia cukup panas, maka ada aliran udara yang memiliki filter tekanan positif agar terdapat sirkulasi udara. Lantas, bicara soal ekonomi, bilik tes swab ini diyakini bisa menghemat penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Rumah Sakit karena bilik ini dirasa cukup aman sehingga tenaga medis tak harus mengenakan APD lengkap lagi.