Setiap orang tentu memiliki kisah hidupnya masing-masing dengan cerita yang berbeda. Namun, dari semua kisah tersebut tentu memiliki sebuah nilai moral yang kadang diperlukan oleh orang lain sebagai pembejalaran dan motivasi. Umumnya, kisah hidup seseorang bisa dibukukan menjadi biografi.

Dari biografi itulah nantinya setiap yang membaca bisa belajar karena penulis akan membeberkan kisah hidup seseorang secara gamblang, tanpa ada yang ditutup-tutupi mulai dari kecil hingga beranjak dewasa. Jika tokoh yang ditulis sudah meninggal, biasanya biografi berisi cerita yang lengkap, mulai lahir hingga meninggal.

Pengertian Biografi

Pengertian Biografi adalah kisah hidup seseorang yang diabadikan dalam bentuk tulisan, teks, atau naskah. Biografi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu Bios yang artinya hidup dan Graphien yang artinya tulis. Sehingga jika digabungkan maka bisa berarti tulisan yang mengisahkan hidup seseorang.

Lebih sederhana lagi, biografi bisa dikatakan sebagai riwayat hidup. Jadi, dalam mengisahkan riwayat hidup seseorang, teks yang digunakan dalam biografi bisa panjang ataupun pendek. Biasanya, jika teks biografi panjang, kisah yang dianggap cukup mendetail mengenai masa lalu sedari seseorang tersebut masih kecil hingga dewasa.

Namun, kadang juga biografi hanya mengambil poin-poin penting dari kisah hidup seseorang. Poin-poin penting itu berupa tanggal lahir, nama lengkap, nama kecil, orang tua, pendidikan, karir, prestasi, pasangan, anak, dan tempat tinggal. Semua data tersebut dikemas menjadi teks yang ringkas sehingga menjadi sebuah bacaan yang informatif, alias informasi yang diberikan dapat dimengerti oleh pembaca.

Menurut Wikipedia, Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang kompleks. Dalam biografi dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan juga. Teks biografi disusun oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri.

Sedangkan menurut KBBI biografi adalah riwayat hidup (seseorang) yang ditulis oleh orang lain. Jadi, secara garis besar arti biografi adalah sebuah tulisan yang menjelaskan kisah hidup seseorang mulai dari lahir hingga dewasa, bahkan sampai menutup usia.

Contoh Biografi

Biografi Muhammad Yamin, Sastrawan Nasional Indonesia

Biografi-Muhammad-Yamin

Prof. Mr. Muhammad Yamin, S.H dilahirkan di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada tanggal 23 Agustus 1903. Ia menikah dengan Raden Ajeng Sundari Mertoatmadjo. Salah seorang anaknya yang dikenal, yaitu Rahadijan Yamin.

Ketika kecil , Muhammad Yamin oleh orang tuanya diberi pendidikan adat dan agama hingga tahun 1914. Di zaman penjajahan, ia termasuk segelintir orang yang beruntung karena dapat menikmati pendidikan menengah dan tinggi. Lewat pendidikan itulah, ia sempat menyerap kesusastraan asing, khususnya kesusastraan Belanda.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tradisi sastra Belanda diserapnya sebagai seorang intelektual sehingga ia tidak menyerap mentah-mentah apa yang didapatnya itu. Dia menerima konsep sastra Barat, dan memadukannya dengan gagasan budaya yang nasionalis.

Pendidikan yang sempat diterima oleh Muhammad Yamin, antara lain, Hollands inlands School (HIS) di Palembang, tercatat sebagai peserta kursus pada Lembaga Pendidikan Peternakan dan Pertanian di Cisarua, Bogor, Algemene Middelbare School (AMS) ‘Sekolah Menengah Umum’ di Yogya, dan HIS di Jakarta.

Muhammad Yamin menempuh pendidikan di AMS setelah menyelesaikan sekolahnya di Bogor yang dijalaninya selama lima tahun. Studi di AMS Yogya sebetulnya merupakan persiapannya untuk mempelajari kesusastraan Timur di Universitas Leiden, Belanda.

Di AMS, ia mempelajari bahasa Yunani, bahasa Latin, bahasa Kaei, dan sejarah purbakala. Dalam waktu tiga tahun saja ia berhasil menguasai keempat mata pelajaran tersebut, suatu prestasi yang jarang dicapai oleh otak manusia biasa.

Dalam mempelajari bahasa Yunani, ia banyak mendapat bantuan dari pastor-pastor di Seminari Yogya, sedangkan dalam bahasa Latin ia dibantu Prof. H. Kraemer dan Ds. Backer.

Setamat AMS Yogya, Ia bersiap-siap berangkat ke Leiden. Akan tetapi, sebelum sempat berangkat sebuah telegram dari Sawahlunto mengabarkan bahwa ayahnya meninggal dunia.

Karena itu, kandaslah cita-cita Yamin untuk belajar di Eropa sebab uang peninggalan ayahnya hanya cukup untuk belajar lima tahun di sana. Padahal, belajar kesusastraan Timur membutuhkan waktu tujuh tahun.

Ia akhirnya melanjutkan kuliah di Recht Hogeschool (RHS) di Jakarta dan berhasil mendapatkan gelar Meester in de Rechten ‘Sarjana Hukum’ pada tahun 1932.

Sebelum tamat dari pendidikan tinggi, Muhammad Yamin telah aktif berkecimpung dalam perjuangan kemerdekaan. Berbagai organisaasi yang berdiri dalam rangka mencapai Indonesia merdeka yang pernah dipimpinnya antara lain, adalah, Yong Sumatramen Bond ‘Organisasi Pemuda Sumatera’ (1926–1928).

Peran Muhammad Yamin bisa dilihat dalam Kongres Pemuda II. Muhammad Yamin termasuk tokoh yang ikut merumuskan sumpah pemuda. Disana disepakati penggunaan bahasa Indonesia

Pada tahun 1938 hingga 1942, ia tercatat sebagai anggota Pertindo, yang merangkap sebagai anggota Volksraad ‘Dewan Perwakilan Rakyat’.

Setelah kemerdekaan Indonesia terwujud, jabatan-jabatan yang pernah dipangku Muhammad Yamin dalam pemerintahan Indonesia antara lain sebagai Menteri Kehakiman (1951), Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan (1953-1955), Ketua Dewan Perancang Nasional (1962), dan Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara (1961-1962).

Dari riwayat pendidikan Muhammad Yamin dan dari keterlibatannya dalam organisasi politik maupun perjuangan kemerdekaan, tampaklah bahwa ia termasuk seorang yang berwawasan luas.

Walaupun pendidikannya pendidikan Barat, ia tidak pernah menerima mentah-mentah apa yang diperolehnya itu sehingga ia tidak menjadi kebarat-baratan. Ini merupakan salah satu sifat teladan Muhammad Yamin.

Ia tetap membawakan nasionalisme dan rasa cinta tanah air dalam karya-karyanya. Barangkali hal ini merupakan pengaruh lingkungan keluarganya karena ayah ibunya adalah keturunan kepala adat di Minangkabau.

Dengan demikian, dapat dipahami apabila ia tidak terhanyut begitu saja oleh hal-hal yang pernah diterimanya, baik itu berupa karya-karya sastra Barat yang pernah dinikmatinya maupun sistem pendidikan Barat yang pernah dialaminya.

Muhammad Yamin wafat pada tanggal tanggal 17 Oktober 1962 di Jakarta. Atas peran dan jasa Muhammad Yamin maka pemerintah kemudian memberikan gelar Pahlawan Nasional.

Walaupun pada masa dewasanya ia praktis meninggalkan lapangan sastra dan lebih banyak berkecimpung dalam lapangan politik dan kenegaraan ia telah meninggalkan karya-karya yang berarti dalam perkembangan sastra Indonesia.

Di samping menulis sajak, misalnya Ken Arok dan Ken Dedes (1943) dan Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (1932?). Yamin memang banyak menaruh minat pada sejarah, terutama sejarah nasional.

Baginya sejarah adalah salah satu cara dalam rangka mewujudkan cita-cita Indonesia Raya. Dengan fantasi seorang pengarang roman dan dengan bahasa yang liris, ia pun menulis Gadjah Mada (1946) dan Pangeran Diponegoro (1950).

Ia banyak pula menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia, antara lain karya sastrawan Inggris William Shakespeare (1564–1616) berjudul Julius Caesar (1952) dan dari pengarang India Rabindranath Tagore (1861–1941) berjudul Menantikan Surat dari Raja dan Di Dalam dan Di Luar Lingkungan Rumah Tangga.

Cara Membuat Biografi

Menulis biografi tidak bisa sembarangan karena ada langkah serta tahapan yang harus disiapkan terlebih dahulu oleh penulis. Bagaimana cara menulis biografi? Simak di bawah ini.

1. Menentukan siapa yang akan ditulis

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah menentukan siapa yang akan ditulis. Pemilihan ini bukan didasari dari terkenal atau tidaknya. Tapi sebagai penulis, kita harus punya alasan yang kuat kenapa harus menulis tokoh tersebut dalam sebuah buku biografi.

2. Meminta izin kepada yang bersangkutan

Setelah menentukan siapa yang akan ditulis, langkah selanjutnya adalah penulis harus meminta izin terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Jika orangnya masih bisa ditemui, alangkah baiknya untuk meminta izin secara langsung. Jika orang yang hendak ditulis sudah meninggal, maka bisa izin ke keluarga terdekat. Ini memang bukan aturan pasti, tapi sebuah etika yang harus digunakan.

3. Mengumpulkan data dari sumber yang jelas

Kemudian, penulis harus mengumpulkan data yang didapatkan dari sumber terpercaya. Bisa ke orangnya langsung ataupun ke orang lain yang dekat hubungannya, misal orang tua, saudara, teman, atau orang-orang yang pernah kumpul sehingga informasi yang didapat valid. Jangan mengira-ngira atau mengada-ada karena bisa mengubah nilai karyanya.

4. Menentukan judul biografi

Saat sudah mengantongi izin, sudah mendapat data dan fakta, maka tugas penulis adalah mulai menulis yang diawali dari judul. Usahakan untuk menulis judul yang menarik dan mewakili isi tulisan. Seperti contoh biografi di atas, judulnya menerangkan bahwa Muhammad Yamin adalah seorang sastrawan nasional.

5. Meminta masukan dan kritik

Sebelum disebarluaskan, alangkah baiknya buku biografi yang ditulis, diserahkan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Takutnya ada kesalahan yang tidak sesuai dengan kisah hidup. Jika diperiksa terlebih dahulu, nanti penulis akan mendapat saran serta kritik yang akan menyempurnakan karya biografi tersebut.

Nah, itulah informasi tentang apa itu biografi, pengertian biografi, contoh biografi, dan cara membuat biografi. Semoga artikel dari Sastrawacana.id ini bermanfaat dan jangan lupa baca artikel lainnya, ya!