Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Annas mengajak sekolah agar saling berkolaborasi untuk meningkatkan mutu pelayanan dan pembelajaran. Annas menyebutkan, kolaborasi ini tidak hanya antar sesama sekolah saja, tapi juga dengan pondok pesantren (ponpes).

Hal tersebut diungkapkannya dalam sebuah webinar workshop penjaminan mutu bagi kalangan pendidik dan dunia usaha. Workshop ini tidak hanya diikuti oleh akademisi saja, tapi juga beberapa elemen masyarakat lainnya, mulai dari pelaku usaha UMKM sampai pengasuh pondok pesantren.

Baca juga: Menko PMK Imbau Sekolah Agama Siap Hadapi Era 4.0

“Sekolah perlu saling berkolaborasi jika ingin maju. Saat ini eranya berjejaring agar kita bisa saling kreatif. Tidak hanya sesama sekolah, namun juga institusi pendidikan lainnya seperti ponpes,” ujar Anas dikutip dari laman Banyuwangi kab (17/6/2020).

Kemudian Annas mencontohkan kolaborasi yang bisa dibangun antara sekolah dan ponpes salah satunya adalah dalam urusan ekstrakurikuler. Misalnya sekolah ingin mengadakan ekstrakurikuler memanah atau berkuda. Maka, bisa meminta tenaga pendidik dari ponpes. Atau jika sekolah tidak punya lahan, maka bisa meminjam lahan dari ponpes.

“Nah, ponpes yang lahannya luas bisa meminjamkan halamannya untuk dipakai area berkuda. Atau mungkin ponpes yang handal dalam penguasaan bahasa Arab atau kesenian, bisa saling membagikan ilmunya ke sekolah lain,” kata Bupati Annas.