Sastrawacana– Puisi merupakan salah satu karya sastra yang ditulis dengan rajutan kata indah dalam setiap baitnya. Puisi sendiri sering digunakan oleh penyair sebagai curahan hati atau sekedar mengekspresikan apa yang dirasa ke dalam kata-kata.

Sampai saat ini, banyak yang menganggap puisi sebagai sebuah karya yang dalam maknanya karena ditulis dengan penuh penghayatan dan biasanya merupakan pengalaman pribadi sang penyair.

Puisi terkadang memiliki irama, rima, ritma, dan lirik dalam setiap baitnya. Walau tidak wajib, tapi penggunaan berbagai elemen tersebut dipercaya bisa menambah tingkat kesakralan dari sebuah puisi. Bahasa yang digunakan selalu imajinatif dan dikemas secara arbiter (suka-suka) sehingga tak jarang banyak orang yang sering salah mengartikan makna sesungguhnya dari sebuah puisi.

Baca juga : Cara Menulis Novel dengan Mudah | Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Namun, itu wajar. Sebab, apresiasi sastra adalah hak bagi setiap penikmat dan siapapun boleh mengartikan karya sastra yang telah diciptakan oleh penyair. Hanya saja, alangkah lebih baik jika apa yang dimaksud penyair bisa dimengerti oleh pembaca melalui kata-kata atau diksi yang tepat serta menarik. Begitu banyak kesimpangsiuran makna yang sering terjadi antara penyair dan pembaca yang membuat karya sastra menjadi multitafsir.

Dengan begitu, banyak pula yang bertanya-tanya mengenai ‘cara menulis puisi yang baik dan benar’ seperti apa? Apakah harus dengan kata-kata yang mudah dipahami? Atau tetap berimajinasi walau maksud tak sampai ke pembaca?

Sebenarnya, jika kembali berpikir kepada konsep sastra, seluruh karya sifatnya mutlak dikuasai oleh penyair. Sang penyair adalah raja dalam dunia karyanya. Jadi, tidak ada tuntutan khusus atau aturan baku yang mengikat. Selagi masih mengandung unsur seni dan sastra, maka puisi tersebut dapat dikatakan baik dan benar.

Cobalah untuk menulis puisi dengan tulus, artinya menulis dengan sepenuh hati dan sepenuh pikiran. Tuangkan apa yang sedang dirasakan oleh dimensi pikiran ke dalam kertas putih yang masih kosong. Jikalau perlu diubah (edit) maka ubahlah, sebab itu adalah hak dari penyair dalam menciptakan sebuah karya sastra.

Jenis puisi sendiri ada banyak, mulai dari puisi cinta, pendidikan, budaya, sosial, religi, hingga politik. Menjadi penyair yang baik dan benar adalah penyair yang dapat mempertanggungjawabkan karyanya. Dengan kata lain, karya sastra yang ditulis haruslah yang dipahami betul agar dapat dipertanggungjawabkan kemurnian serta keaslian idenya.

Penulis : Maulana Affandi