Kategori: Kesehatan

  • Katarsis Artinya Adalah? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Katarsis Artinya Adalah? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Pengertian Katarsis

    Menurut bahasa, katarsis adalah istilah yang berasal dari filsafat Yunani yang berarti “purifikasi” atau “pembersihan”.

    Dalam konteks psikologi, katarsis dapat diartikan sebagai proses mengatasi perasaan atau emosi negatif melalui ekspresi atau pengungkapan.

    Adapun emosi negatif seperti amarah, kesal, kecewa, cemas, dendam, kesedaihan, dan sebagainya.

    Katarsis dapat dilakukan dengan beberapa cara yang positif, misalnya melalui seni, musik, tari, atau bahkan terapi.

    Selain untuk mengobati perasaan yang negatif, katarsis juga bisa dilakukan sehari-hari untuk mencegah stres dan depresi.

    Menurut KBBI, katarsis artinya adalah:

    • Penyucian diri yang membawa pembaruan rohani dan pelepasan dari ketegangan
    • Cara pengobatan orang yang berpenyakit saraf dengan membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dengan bebas
    • Kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis
    • Tahapan alur cerita yang mencapai puncak ketegangan konflik

    Contoh Katarsis

    Berikut ini adalah contoh katarsis, antara lain:

    1. Mendengar Musik

    Ketika mendengarkan musik yang berkaitan dengan masalah yang sedang dialami, maka musik dapat melepas emosi negatif.

    2. Olahraga

    Olahraga merupakan contoh katarsis yang tidak hanya melepas emosi negatif, tapi juga menyehatkan tubuh.

    3. Berteriak

    Berteriak juga efektif membuang perasaan negatif seseorang sehingga seringkali digunakan untuk melepas emosi.

    4. Menulis

    Sudah banyak study yang menyebutkan jika menulis bermanfaat untuk kesehatan mental dengan cara meluapkan perasaan ke dalam tulisan.

    5. Meditasi

    Dengan meditasi, seseorang mampu meningkatkan fokus dan konsentrasi serta melepas energi negatif dalam tubuh.

  • 5 Cara Mensterilkan Botol Susu Agar Bebas dari Bakteri

    5 Cara Mensterilkan Botol Susu Agar Bebas dari Bakteri

    Botol susu merupakan salah satu kebutuhan paling penting bagi bayi karena menjadi wadah utama untuk menyimpan dan memberikan asupan gizi harian.

    Bayi yang masih mengandalkan susu formula atau ASI perah tentu akan menggunakan botol susu setiap hari.

    Oleh karena itu, menjaga kebersihannya menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar. Botol susu yang tidak dibersihkan dengan benar bisa menjadi sarang kuman, bakteri, bahkan jamur yang berbahaya bagi kesehatan bayi.

    Seorang ibu atau orang tua tentu ingin memastikan bahwa si kecil selalu dalam kondisi aman dan sehat. Salah satu langkah paling penting untuk mewujudkan hal ini adalah dengan mensterilkan botol susu secara rutin.

    Mensterilkan bukan hanya sekadar mencuci dengan sabun dan air, melainkan sebuah proses yang memastikan semua mikroorganisme berbahaya benar-benar mati.

    Dengan begitu, risiko bayi mengalami gangguan kesehatan seperti diare, muntah, atau infeksi lainnya dapat ditekan.

    Namun, masih banyak orang tua yang bingung tentang bagaimana cara mensterilkan botol susu dengan tepat.

    Cara Mensterilkan Botol Susu yang Benar

    Sebenarnya ada berbagai cara yang bisa dipilih sesuai dengan ketersediaan peralatan di rumah, mulai dari cara tradisional hingga menggunakan teknologi modern. Mari kita bahas satu per satu.

    1. Menggunakan air panas

    Cara paling sederhana yang bisa dilakukan di rumah adalah dengan merebus botol susu. Siapkan panci bersih, isi dengan air, lalu panaskan hingga mendidih. Masukkan botol susu ke dalamnya selama 5–10 menit. Proses ini akan membantu membunuh bakteri secara alami. Setelah selesai, angkat botol dengan hati-hati, lalu keringkan dengan lap bersih.

    2. Menggunakan microwave

    Jika di rumah tersedia microwave, ibu bisa memanfaatkannya untuk mensterilkan botol. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mengisi botol setengah bagian dengan air lalu panaskan di microwave selama 1–2 menit. Setelah itu, keluarkan botol dengan hati-hati, buang airnya, dan keringkan. Cara ini efektif serta cepat, namun pastikan microwave dalam keadaan bersih sebelum digunakan.

    3. Menggunakan alat uap listrik

    Sekarang sudah banyak dijual alat sterilisasi botol berbasis uap listrik. Alat ini bekerja dengan suhu tinggi yang lebih efektif dibanding air mendidih. Selain botol susu, alat ini juga bisa digunakan untuk mensterilkan perlengkapan bayi lainnya seperti empeng, pompa ASI, hingga mainan kecil. Meskipun harganya cukup mahal, cara ini sangat praktis dan aman bagi orang tua yang ingin lebih mudah menjaga kebersihan perlengkapan bayi.

    4. Menggunakan tablet steril khusus

    Bagi ibu yang tidak memiliki peralatan modern, ada pilihan praktis berupa tablet steril berbahan food grade. Tablet ini dilarutkan dalam air dan kemudian digunakan untuk merendam botol susu. Cara ini cukup mudah dan efektif untuk membunuh bakteri serta jamur. Namun, pastikan selalu mengikuti instruksi penggunaan yang tertera pada kemasan agar hasilnya maksimal dan aman untuk bayi.

    5. Menggunakan sinar UV

    Metode ini tergolong paling modern sekaligus efektif. Alat sterilisasi berbasis sinar UV mampu membunuh hingga 99 persen bakteri, kuman, dan jamur hanya dalam hitungan menit. Bahkan, alat ini bisa mensterilkan banyak botol sekaligus, sehingga lebih efisien untuk keluarga yang memiliki bayi kembar atau membutuhkan banyak botol setiap hari. Meskipun harganya relatif lebih tinggi, cara ini banyak dipilih karena kepraktisan dan hasil sterilisasi yang sangat optimal.

    Pentingnya Menjaga Kebersihan Botol Susu

    Mensterilkan botol susu bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dalam menjaga tumbuh kembang bayi. Bayi memiliki sistem imun yang masih lemah sehingga lebih rentan terhadap serangan bakteri. Botol susu yang tidak steril bisa menjadi penyebab masalah kesehatan serius.

    Selain itu, kebersihan botol susu juga berhubungan erat dengan kenyamanan bayi. Bayi yang merasa tidak nyaman akibat perut kembung atau sakit perut akibat botol kotor tentu akan lebih rewel. Dengan menjaga botol susu tetap bersih, ibu tidak hanya melindungi kesehatan si kecil, tetapi juga menciptakan rasa tenang dan nyaman dalam rutinitas menyusui.

  • 6 Khasiat Bunga Wijaya Kusuma Bagi Kesehatan dan Cara Penggunaannya

    6 Khasiat Bunga Wijaya Kusuma Bagi Kesehatan dan Cara Penggunaannya

    Bunga Wijaya Kusuma (Epiphyllum oxypetalum) adalah salah satu jenis kaktus epifit yang populer dijadikan tanaman hias karena bentuknya yang unik dan kemampuannya mekar hanya pada malam hari.

    Selain dikenal karena keindahan dan aromanya yang memikat, bunga ini juga menyimpan manfaat luar biasa dalam dunia pengobatan tradisional.

    Dalam pengobatan herbal, bunga Wijaya Kusuma dipercaya memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, asam lemak, protein, serta vitamin yang bermanfaat untuk membantu menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan.

    Khasiat Bunga Kusuma Wijaya

    Penggunaan bunga Wijaya Kusuma sebagai obat herbal alami bukanlah hal baru.

    Dalam beberapa pengobatan tradisional Jawa dan Tionghoa, bunga ini digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit ringan hingga gangguan serius, mulai dari luka luar hingga keluhan dalam tubuh seperti nyeri lambung dan gangguan pernapasan.

    1. Membantu Mengobati Luka Secara Alami

    Salah satu manfaat paling dikenal dari bunga Wijaya Kusuma adalah kemampuannya dalam mempercepat penyembuhan luka.

    Kandungan antiseptik alami yang terdapat dalam bunga ini dapat membantu membunuh bakteri penyebab infeksi dan mempercepat proses pengeringan luka.

    Penggunaan ekstrak bunga atau air rebusannya bisa diaplikasikan langsung pada luka ringan agar lebih cepat sembuh dan terhindar dari peradangan.

    2. Meredakan Bisul dan Infeksi Kulit

    Selain luka, bunga Wijaya Kusuma juga dikenal efektif dalam membantu mengatasi bisul.

    Cara penggunaannya cukup sederhana, yakni haluskan kelopak bunga Wijaya Kusuma, tambahkan sedikit air hingga membentuk pasta, lalu oleskan langsung pada bagian yang terkena bisul.

    Kandungan antibakteri dan antiinflamasi di dalamnya bekerja untuk mempercepat bisul pecah serta mempercepat proses pengeringan kulit.

    3. Mengatasi Radang Tenggorokan dan Suara Serak

    Radang tenggorokan adalah salah satu masalah yang umum terjadi, terutama saat cuaca tidak menentu.

    Khasiat bunga Wijaya Kusuma ternyata juga bisa dirasakan untuk meredakan iritasi di tenggorokan.

    Kandungan senyawa pendingin alami dalam bunga ini memberikan sensasi segar mirip mint yang membantu tenggorokan terasa lega.

    Cukup rebus kuntum bunga Wijaya Kusuma dan konsumsi airnya secara rutin untuk membantu meredakan peradangan dan rasa nyeri di tenggorokan.

    4. Mengurangi Gejala Asma Secara Bertahap

    Bagi penderita asma, ramuan dari bunga Wijaya Kusuma bisa menjadi pilihan alami untuk membantu meredakan sesak napas.

    Dalam praktik pengobatan tradisional, bunga ini biasanya direbus bersama gula batu untuk menyeimbangkan rasa dan efeknya.

    Konsumsi dua kali sehari dipercaya dapat membantu merilekskan saluran pernapasan dan mengurangi frekuensi kambuhnya gejala asma.

    Meski bukan pengganti inhaler atau obat medis, ramuan ini bisa menjadi pendamping terapi yang aman.

    5. Meredakan Nyeri Lambung dan Maag

    Masalah nyeri lambung atau maag sering kali disebabkan oleh tingginya kadar asam lambung atau iritasi pada dinding lambung.

    Bunga Wijaya Kusuma memiliki pH yang netral, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita maag. Air rebusannya bisa membantu menenangkan lambung dan meredakan rasa perih.

    Minum tiga kali sehari dalam porsi kecil dipercaya bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan secara alami.

    6. Membantu Menghentikan Pendarahan Rahim

    Dalam beberapa pengobatan tradisional, bunga Wijaya Kusuma digunakan sebagai ramuan untuk membantu menghentikan pendarahan rahim yang tidak normal.

    Kandungan bioaktif di dalamnya dipercaya mampu membantu menyeimbangkan hormon dan meredakan kontraksi otot rahim.

    Caranya adalah dengan merebus bunga Wijaya Kusuma dan mengonsumsi air rebusannya secara teratur hingga kondisi membaik.

    Meski belum banyak penelitian ilmiah yang membuktikan hal ini, pengalaman turun-temurun membuatnya tetap banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.

  • Butterfly Hug, Metode Psikologi untuk Redakan Cemas

    Butterfly Hug, Metode Psikologi untuk Redakan Cemas

    Pengertian Butterfly Hug

    Butterfly hug adalah sebuah metode sederhana namun sangat efektif untuk membantu menenangkan diri ketika rasa cemas, tegang, atau stres melanda.

    Teknik ini dilakukan dengan memeluk diri sendiri menggunakan gerakan tangan tertentu yang menyerupai sayap kupu-kupu.

    Meskipun terlihat mudah, butterfly hug ternyata bekerja pada sistem saraf dan membantu menurunkan kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang memicu stres di dalam tubuh.

    Dengan berkurangnya kadar kortisol, tubuh akan merasa lebih rileks, pikiran menjadi jernih, dan suasana hati membaik.

    Metode ini bukanlah solusi untuk menghapus masalah yang sedang dihadapi, namun fungsinya lebih sebagai “alat bantu” untuk mengendalikan reaksi emosional.

    Dengan menenangkan hati dan pikiran terlebih dahulu, seseorang bisa lebih bijak dalam menentukan langkah selanjutnya.

    Butterfly hug juga menjadi pilihan yang aman dan praktis karena dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, tanpa memerlukan alat bantu khusus.

    Sejarah Metode Butterfly Hug

    Teknik butterfly hug pertama kali diperkenalkan pada tahun 1998 oleh dua praktisi EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing) asal Meksiko, yaitu Lucina Artigas dan Ignacio Jarero.

    Awalnya, metode ini diciptakan sebagai pertolongan pertama bagi para korban bencana badai di Acapulco, Meksiko.

    Pada saat itu, banyak korban mengalami trauma mendalam akibat kehilangan keluarga, rumah, dan rasa aman.

    Lucina Artigas dan Ignacio Jarero kemudian mencoba mengajarkan teknik ini untuk membantu korban mengendalikan rasa cemas, ketakutan, dan stres berlebihan.

    Hasilnya cukup efektif sehingga butterfly hug mulai dikenal luas sebagai salah satu teknik menenangkan diri yang mudah dipelajari.

    Sejak saat itu, metode ini terus digunakan di berbagai situasi, mulai dari penanganan trauma, mengurangi kecemasan, hingga membantu orang-orang yang sedang mengalami tekanan mental sehari-hari.

    Manfaat Butterfly Hug

    Butterfly hug bukan hanya sekadar gerakan memeluk diri, tetapi memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan secara fisik dan emosional. Beberapa di antaranya adalah:

    • Mengurangi kecemasan – Membantu menenangkan sistem saraf dan membuat detak jantung lebih stabil.
    • Menurunkan stres dan depresi – Efektif menurunkan kadar kortisol sehingga pikiran terasa lebih ringan.
    • Membantu pemulihan trauma – Memberikan rasa aman dan kontrol diri ketika mengingat pengalaman yang sulit.
    • Menenangkan pikiran – Membantu mengatur kembali emosi yang kacau dan fokus pada saat ini.
    • Pertolongan pertama pada gejala cemas – Bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.
    • Mengurangi rasa takut dan grogi – Cocok digunakan sebelum berbicara di depan umum atau menghadapi situasi baru.
    • Meredakan nyeri fisik – Gerakan lembut dan hormon oksitosin yang dilepaskan membantu mengurangi rasa sakit.
    • Mengontrol amarah – Memberi jeda untuk berpikir sebelum bereaksi secara emosional.
    • Meningkatkan rasa mencintai diri sendiri – Menumbuhkan perasaan bahwa diri ini layak mendapat kasih sayang, bahkan dari diri sendiri.
    • Membantu menerima kenyataan – Menenangkan hati agar lebih siap menghadapi kenyataan hidup yang sulit.

    Penelitian menunjukkan bahwa butterfly hug dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin.

    Hormon ini dikenal sebagai “hormon kebahagiaan” yang membantu meredakan rasa sakit, meningkatkan rasa nyaman, dan memperkuat ikatan emosional, baik dengan diri sendiri maupun orang lain.

    Cara Melakukan Butterfly Hug

    Berikut langkah-langkah melakukan butterfly hug dengan benar agar manfaatnya maksimal:

    • Pilih posisi paling nyaman, baik duduk atau berdiri.
    • Tarik napas dalam menggunakan teknik pernapasan diafragma. Jika belum terbiasa, atur napas senyaman mungkin.
    • Silangkan kedua tangan di depan dada, posisikan ujung jemari di bahu atau di dekat tulang selangka.
    • Tutup mata dan fokus pada napas, rasakan setiap tarikan dan hembusan udara.
    • Mulailah menepuk kedua bahu secara bergantian dengan ritme lembut, seperti gerakan sayap kupu-kupu.
    • Saat melakukan tepukan, hadirkan kesadaran penuh terhadap perasaan dan pikiran yang muncul.
    • Biarkan pikiran menerima bahwa masalah memang ada, namun kita memiliki kekuatan untuk menghadapinya.
    • Lanjutkan hingga merasa tenang, lalu buka mata perlahan.

    Kapan Butterfly Hug Dapat Diterapkan?

    Metode ini bisa dilakukan kapan saja, baik di rumah, di tempat kerja, maupun saat bepergian.

    Waktu yang tepat untuk menerapkannya adalah ketika merasa cemas, stres, gelisah, grogi, marah, atau ketika pikiran terasa kacau.

    Butterfly hug juga bisa menjadi bentuk dukungan emosional bagi orang lain. Memberikan pelukan hangat yang dilakukan dengan kesadaran penuh dapat membantu menenangkan perasaan orang terdekat yang sedang mengalami kesulitan.

    Teknik ini sederhana, aman, dan tidak membutuhkan peralatan khusus, sehingga dapat menjadi salah satu “pertolongan pertama” yang praktis untuk menjaga kesehatan mental dan emosional.

  • 8 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

    8 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

    Saat ini kita sedang dihebohkan dengan mewabahnya virus COVID-19 atau yang lebih akrab disebut sebagai corona.

    Sangking cepatnya penyebaran virus ini. WHO selaku organisasi kesehatan dunia menetapkan wabah ini sebagai pandemi karena sudah banyak menelan korban nyawa.

    Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

    Namun, bicara tentang virus, tahukah kamu bahwa COVID-19 bukanlah satu-satunya virus mematikan di dunia ini.

    Pasalnya, sebelum mewabahnya corona, dunia juga pernah diserang oleh beberapa virus mematikan lainnya.

    Lantas, apa saja virus mematikan tersebut? Berikut diantaranya.

    1. Virus Ebola

    Virus Ebola adalah salah satu virus terjahat sepanjang sejarah. Sebab, virus ini bisa membuat seseorang mengalami pendarahan serius, kegagalan organ dan berujung kematian.

    Menurut informasi yang dihimpun, virus ini pertama kali ditemukan di Afrika pada tahun 1976.

    Namun, pada tahun 2014 hingga 2016 adalah wabah Ebola terbesar sepanjang sejarah kesehatan yang memakan korban hingga 11 ribu jiwa.

    2. Hantivirus

    Hantavirus adalah salah satu virus yang membuat gangguan pada paru-paru atau pembuluh darah dan ginjal. Parahnya, virus ini bisa membunuh hanya dalam hitungan jam saja.

    Umumnya, seseorang yang terkena hantavirus akan mengalami flu, namun beberapa saat kemudian, akan mengalami kesulitan bernapas hingga akhirnya kondisi semakin memburuk.

    Penyebaran virus ini bisa melalui kontak langsung dengan feses, urin, dan air liur tikus yang terinfeksi.

    3. HIV

    HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyerang sistem imun tubuh.

    Seseorang yang terkena virus ini akan mudah terserang penyakit karena kekebalan tubuhnya sudah rapuh.

    Penyebaran HIV bisa dari hubungan seksual dan menggunakan jarum suntik bersamaan.

    Meski tidak langsung merenggut nyawa, virus ini cukup mengkhawatirkan karena mengancam kesehatan secara berkala.

    4. Marburg

    Virus Marburg hampir sama dengan Ebola. Gejalanya adalah kejang-kejang dan pendarahan pada selaput lendir, kulit, serta organ tubuh manusia.

    Angka kematian kasus ini sangat bervariasi, mulai dari 25% di tahun 1967 hingga lebih dari 80% di Kongo tahun 1998-2000 dan di Angola tahun 2005.

    Penularan virus ini bisa karena kontak darah maupun cairan pada orang yang terinfeksi.

    5. Rabies

    Rabies juga dikenal dengan istilah “anjing gila” karena ditularkan oleh air liur anjing yang terinfeksi.

    Meski begitu, sebenarnya penyebarannya tidak hanya melalui anjing saja, tapi juga bisa dari tikus, kucing, dan mamalia lainnya.

    Virus ini bisa menyerang saraf dan sistem otak sehingga bisa mempengaruhi perilaku penderitanya.

    6. Influenza

    Influenza memang tergolong sebagai penyakit ringan dan sering dialami oleh kebanyakan orang. Namun jangan salah, influenza memiliki jenis yang cukup beragam.

    Salah satu jenis yang cukup memakan banyak korban adalah flu burung (H5N1) dan flu babi (H1N1).

    Virus ini tidak bisa dipandang remeh karena penyebarannya mudah dan cepat.

    7. Dengue virus (DENV)

    Virus dengue atau Dengue virus adalah spesies virus yang menyebabkan demam berdarah dengue.

    Virus ini ditempatkan dalam genus Flavivirus dan keluarga Flaviviridae. Virus dengue ditularkan melalui nyamuk.

    Lima serotipe virus telah ditemukan, yang semuanya dapat mengakibatkan spektrum penuh penyakit.

    8. COVID-19

    COVID-19 adalah salah satu jenis virus yang sangat mematikan. Saat ini dunia guncang dibuatnya.

    Penyebaran virus ini bisa melalui kontak langsung ataupun dari percikan droplet orang yang terinfeksi.

    COVID-19 menyerang sistem pernapasan sehingga membuat penderitanya merasa sesak napas dan bisa berakibat fatal.

    Nah, itulah beberapa virus mematikan sepanjang sejarah. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • 4 Cara Alami Mengatasi Hidung Tersumbat dan Berair

    4 Cara Alami Mengatasi Hidung Tersumbat dan Berair

    Cara Alami Mengatasi Hidung Tersumbat dan Berair

    Flu bisa melanda kapan saja, apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini.

    Ada banyak masalah yang terjadi ketika flu, salah satunya adalah hidung tersumbat dan berair.

    Masalah tersebut tentu saja membuat kita tidak nyaman, bukan?

    Hidung tersumbat dan berair membuat kita tersiksa karena sulit bernapas.

    Bahkan, terkadang membuat tidur terasa tidak nyaman dan terganggu.

    Untuk mengatasinya, banyak orang yang memilih untuk mengonsumsi obat flu.

    Akan tetapi, jika terlalu sering mengonsumsi obat, tidak akan baik untuk kesehatan.

    Lantas, bagaimana cara alami mengatasi hidung tersumbat dan berair? Simak penjelasannya berikut ini.

    1. Mengonsumsi Madu

    Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa madu merupakan bahan alami yang mengandung segudang manfaat baik untuk kesehatan.

    Banyak masalah kesehatan yang dapat diatasi dengan hanya mengonsumsi madu, salah satunya adalah masalah hidung tersumbat dan berair.

    Hal ini dikarenakan madu mengandung sifat antibakteri dan antiinflamasi.

    Caranya, campurkan madu dengan air hangat dan minum dua kali sehari pada pagi hari dan malam menjelang tidur.

    2. Mengonsumsi Bawang

    Bawang merah maupun bawang putih tidak hanya memiliki fungsi sebagai bumbu dapur untuk melezatkan masakan saja.

    Sama halnya madu, bawang ternyata juga memiliki sifat antibakteri yang sangat ampuh melawan virus dan bakteri penyebab flu.

    Sehingga sangat cocok dikonsumsi ketika ingin meredakan hidung tersumbat maupun berair.

    Untuk mendapatkan manfaatnya, cukup dengan memakan mentah atau menjadikannya sebagai bumbu masakan seperti sup.

    3. Minum Teh Hangat

    Bahan alami selanjutnya yang berfungsu untuk mengatasi hidung tersumbat dan berair adalah teh hangat.

    Teh hangat terutama teh hijau kaya akan flavonoid sebagai bahan anti inflamasi dan meningkatkan kekebalan tubuh.

    Sehingga sangat ampuh dalam mengatasi hidung tersumbat dan berair. Tidak hanya itu saja, teh hangat juga bisa tubuh menjadi rileks.

    4. Mengonsumsi Bluberi

    Buah yang tergolong ke dalam keluarga beri ini ternyata memiliki manfaat baik untuk kesehatan.

    Kandungan antioksidan berupa vitamin C yang tinggi, sangat baik untuk mengatasi flu terutama meredakan hidung tersumbat dan berair.

    Walaupun memiliki harga yang cukup mahal, namun tidak ada salahnya membelinya untuk kesehatan.

    Well, itulah 4 cara alami untuk mengatasi hidung tersumbat dan berair.

    Ingat, jangan terlalu sering minum obat apalagi hanya sakit ringan saja. Manfaatkan bahan alami yang ada di rumah.

    Author : Eva

  • Apa itu Psikosomatis? Simak Penjelasan dan Cara Menyembuhkannya

    Psikosomatis adalah jenis gangguan penyakit yang disebabkan oleh pikiran, yang menganggap penyakit tertentu diderita namun sebenarnya hanya disebabkan oleh pikiran saja.

    Jika dijelaskan secara sederhana, mungkin bisa disamakan dengan halusinasi. Seolah-olah merasa sakit, padahal sebenarnya tidak sedang sakit.

    Jika dibiarkan gangguan psikosomatis ini bisa saja membuat seseorang mengalami penyakit fisik yang sebenarnya.

    Hal ini bisa terjadi disebabkan oleh faktor mental dimana seseorang merasa cemas dan stres.

    Nah, dari sini kita bisa mengambil kesimpulan kecil bahwasanya segala sesuatu yang terjadi pada tubuh kita, berawal dari pikiran.

    Sekuat apapun perisai yang dimiliki tubuh tetap akan retak jika tidak didukung dengan kekuatan pikiran.

    Psikosomatis bisa membuat kita menderita sakit sesungguhnya jika tidak segera dihilangkan. Bagaimana cara menghilangkannya?

    Tubuh tidak akan pernah bisa menembus dimensi pikiran, maka tubuh bukanlah lawan yang seimbang. Lantas, apa yang bisa membendung penyakit ini?

    Jawaban paling bijak adalah pikiran itu sendiri. Lawanlah pikiran buruk dengan pikiran baik.

    Yang berarti kita harus memaksa otak kita agar selalu berpikir luas, bukan hanya satu titik saja.

    Dengan begitu, penyakit menyeramkan ini bisa tertangani seiring berjalannya waktu.

    Sebenarnya kalau kita cermati kembali, penyakit Psikosomatis merupakan penyakit simple.

    Intinya adalah sebuah kecemasan yang mendalam. Nah, kecemasan tersebut biasanya berasal dari hal yang ditakutkan atau dikhawatirkan.

    Kecemasan tidak akan pernah hilang jika hal yang dikhawatirkan tersebut tidak terselesaikan.

    Misalnya, seorang siswa yang sangat cemas karena akan menghadapi ujian. Maka, siswa tersebut akan tetap cemas sampai hari ujian tersebut tiba.

    Setelah selesai mengikuti ujian, maka kecemasan tersebut akan hilang.

    Begitu juga dengan Psikosomatis yang melanda kita. Jadilah pemberani dengan menyelesaikan sebuah permasalahan yang menjadi momok bagi tidur nyenyak kita.

    Contohnya saat kita takut terkena penyakit diabetes karena faktor keturunan.

    Maka ketakutan tersebut tidak akan hilang, justru malah menyebabkan diabetes menghampiri tubuh kita karena faktor stress yang mempengaruhi kesehatan.

    Nah, agar kita tidak cemas lagi, segera periksa ke dokter dan pastikan bahwa kita tidak memiliki ciri-ciri diabetes.

    Jadi, intinya adalah tentang pola pikir. Bagaimana kita bisa mengatur pola pikir tersebut sehingga bisa membuat kita bahagia dan sehat selalu.

    Maka dari itu, berilah otak kita konsumsi baik dari sekarang sebelum penyakit menyerang.

    Beri konsumsi yang positif sehingga kecemasan tidak akan berani datang, walau hanya sekedar menyapa.

    Terakhir, ingatlah selalu bahwa kapasitas kehidupan manusia tidaklah kekal, maka dari itu perbanyaklah mempelajari pola pikir dari berbagai sudut pandang agar tidak menyesal.

    Penulis : Maulana Affandi