Kategori: Lifestyle

  • 6 Perbedaan Hidup di Kota dan di Desa, Kamu Pilih yang Mana?

    6 Perbedaan Hidup di Kota dan di Desa, Kamu Pilih yang Mana?

    Setiap orang pasti memiliki tempat tinggal untuk hidup, karena tempat tinggal merupakan kebutuhan pokok selain makanan dan pakaian.

    Ada yang memilih hidup di desa dan adapula yang lebih setia untuk tinggal di desa. Tentu saja ada perbedaan darikedua tempat tersebut.

    Perbedaan Hidup di Kota dan di Desa

    Untuk mengetahui perbedaan hidup di kota dan di desa, simak informasinya berikut ini.

    1. Lingkungan

    Ada istilah yang mengatakan bahwa hidup di desa lebih sehat dibanding di kota.

    Memang benar, sebab ada perbedaan lingkungan antara di desa dan di kota.

    Lingkungan pedesaan bisa dikatakan lebih bersih, bebas polusi, dan lebih menyatu pada alam.

    Setiap hari, kita bisa menghirup udara segar tanpa tercemari oleh polusi sehingga tingkat kesehatan tubuh selama hidup di desa semakin meningkat.

    Sementara, di kota sangat padat kendaraan sehingga polusi udara di mana-mana. Bangunan tinggi dan padat, membuat napas terasa sesak.

    Selain itu, tidak ada pemandangan alam yang kadang membuat kejenuhan semakin meningkat.

    2. Kegiatan Ekonomi

    Karena lingkungan pedesaan masih bergantung pada alam, sehingga membuat kegiatan ekonomi mereka lebih banyak bergerak di dalam bidang agraris atau pertanian.

    Sedangkan kegiatan ekonomi di perkotaan lebih maju, misalkan dengan bekerja di kantoran, pabrik, membangun usaha sendiri dengan mengandalkan teknologi, dan masih banyak lainnya.

    3. Adat, Budaya, dan Agama

    Kehidupan masyarakat di desa masih sangat menjunjung tinggi adat, budaya dan agama.

    Mereka masih sering mengadakan upacara adat di setiap peringatan penting.

    Selain itu, dalam hal keagamaan, mereka sering mengadakan kegiatan bersama. Salah satu contohnya adalah pengajian rutin.

    Sementara, masyarakat perkotaan lebih mementingkan pekerjaan dan hanya melakukan kegiatan ibadah di rumah peribadatan seperti masjid, gereja, dan lainnya.

    4. Kehidupan Sosial

    Perbedaan mencolok antara masyarakat yang hidup di desa dengan di kota adalah dari kehidupan sosialnya.

    Mengapa? Karena masyarakat yang hidup di desa lebih mementingkan kepentingan bersama.

    Mereka lebih suka bergotong royong dalam melakukan sesuatu.

    Selain itu, mereka juga suka bersilaturahmi ke rumah tetangga dan menjalin hubungan yang lebih akrab.

    Sedangkan masyarakat yang hidup di kota lebih suka melakukan segala sesuatunya sendiri, bisa dikatakan mereka seperti orang yang anti sosial.

    5. Pola Pikir

    Bisa dikatakan bahwa masyarakat yang hidup di desa kalah dalam hal pola pikir dengan masyarakat yang hidup di kota.

    Pasalnya, pola pikir masyarakat perkotaan lebih rasional dan lebih maju dibanding dengan masyarakat pedesaan.

    Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kemajuan teknologi yang belum tersentuh oleh masyarakat pedesaan dan juga pendidikan yang lebih rendah.

    6. Kepadatan Penduduk

    Dan yang terakhir adalah mengenai kepadatan penduduk.

    Seperti diketahui, perkotaan adalah tempat singgah orang-orang yang berasal dari berbagai macam daerah.

    Jadi wajar saja jika perkotaan lebih padat penduduk bila dibandingkan dengan desa.

    Sehingga ketika kita harus membiasakan diri untuk berdesak-desakan dengan orang lain karena pertumbuhan penduduk di perkotaan terus mengalami peningkatakn yang signifikan.

    Nah, itulah beberapa perbedaan hidup di kota dan desa. Bagaimana, apakah sudah menentukan pilihan?

  • Mengenal Filateli, Hobi Lama yang Jarang Diminati Lagi

    Mengenal Filateli, Hobi Lama yang Jarang Diminati Lagi

    Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata filateli, tapi tahukah kita apa arti dari istilah tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

    Menurut Kbbi, Filateli adalah orang yang gemar membuat koleksi dan menyelidiki prangko. Sedangkan menurut bahasa, filateli merupakan istilah yang berasal dari Bahasa Yunani yaitu philos yang artinya teman dan atelia yang artinya bebas bea. Sehingga secara harfiah, filateli bisa juga diartikan sebagai membebaskan teman dari bea pos.

    Memang terdengar sedikit unik, tapi itulah istilah yang ketika dijabarkan menjadi sebuah hobi mengumpulkan prangko dengan beberapa maksud, salah satunya membantu teman yang membutuhkan prangko.

    Biasanya seorang filateli suka mengoleksi prangko edisi lama, meski edisi baru juga dikumpulkan. Menurut mereka, semakin lama usia dari prangko tersebut maka nilainya semakin tinggi, baik nilai sejarah maupun nilai jual.

    Di Indonesia sendiri kegiatan ini mendapat dukungan dari PT Pos Indonesia. Di setiap kantor pos besar terdapat loket atau ruang filateli. Hanya saja, peminatnya yang semakin berkurang dari hari ke hari. Kalau dulu, sangat banyak ditemukan filateli.

    Namun semakin berkembangnya jaman, hasrat untuk mengoleksi prangko pun semakin menurun, mengingat saat ini keperluan surat-menyurat sudah tergantikan dengan digital, yaitu e-mail.

    Kendati demikian, penggemar atau pengoleksi prangko masih tetap ada sampai saat ini walau jumlahnya sudah tak banyak lagi.

    Ada sebuah kebanggaan tersendiri ketika bisa mengumpulkan prangko-prangko yang sifatnya kuno. Bahkan ada sebuah kepercayaan bahwa prangko-prangko tersebut akan memiliki nilai jual fantastis suatu hari nanti.

    Nah, itulah pengertian serta gambaran umum dari filateli. Sekarang sudah paham, kan?

  • 5 Tips Agar Hubungan Pacaran Langgeng Sampai ke Pelaminan

    5 Tips Agar Hubungan Pacaran Langgeng Sampai ke Pelaminan

    Semua orang pasti menginginkan hubungan yang awet dan langgeng, bukan?

    Apalagi jika sampai menuju ke pelaminan. Bisa dipastikan, kebahagiaan akan selalu menghampiri hidup mereka.

    Sayangnya, dalam menjalin sebuah hubungan tidaklah mudah. Pasalnya, akan ada banyak macam masalah yang dapat mengancam hubunganmu dengan pasangan.

    Bahkan, tidak sedikit yang kandas di tengah jalan. Akibatnya, hati menjadi terluka. Namun, bukan berarti tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan sebuah hubungan loh.

    Tips Pacaran Langgeng

    Nah, berikut adalah tips bagaimana cara mempertahankan hubungan agar tetap awet hingga ke pelaminan, diantaranya:

    1. Saling Percaya

    Menurutmu, apa yang menjadi penyebab umum sebuah hubungan hancur? Tentu saja kepercayaan. Kamu tidak akan bisa menjalin sebuah hubungan yang bertahan lama jika tidak ada rasa saling percaya.

    Percaya pada pasangan sangatlah penting. Sebab, dalam sebuah hubungan pasti akan ada banyak hal yang mempengaruhi kepercaanmu terhadap pasangan, begitu pula sebaliknya.

    Oleh sebab itu, buatlah prinsip dengan pasanganmu untuk saling percaya satu sama lain.

    2. Jangan Terlalu Menuntut dan Hargai Pasangan

    Walaupun kamu sudah menjadi pasangannya, bukan berarti kamu berhak memiliki seluruh hidupnya.

    Biasanya, kamu akan menjadi egois dan ingin selalu menuntut hakmu. Sementara, kamu tidak pernah menghargai dia sebagai pasanganmu.

    Perlu kamu ingat bahwa, jangan terlalu banyak menuntut dan menyuruhnya menjadi seperti apa yang kamu mau, sedangkan kamu sama sekali tidak menghargainya.

    Jika terus sepertu itu, dijamin hubunganmu tidak akan pernah langgeng bahkan tidak akan sampai ke pelaminan.

    3. Jangan Menuntut Kesempurnaan

    Siapa sih yang tidak ingin memiliki pasangan yang sempurna tanpa celah sedikitpun? Sayangnya, itu hanya ada dalam sinetron. Sebab, manusia tidak ada yang sempurna, begitu pula dengan pasanganmu.

    Kamu mungkin ingin memiliki pasangan yang cantik, baik, dan sempurna seperti artis atau model. Tapi, ingat kembali bahwa setiap manusia memiliki kekurangan.

    Dan percayalah bahwa pasangan yang selalu ada untukmu akan jauh lebih berharga daripada harus mengejar kesempurnaan yang tidak pernah pasti.

    4. Harus Saling Mengalah

    Di dalam sebuah hubungan pasti ada banyak konflik yang akan menguji ketulusan cintamu dan pasangan.

    Ada kalanya konflik tersebut tercipta hanya karena masalah kecil. Akibatnya, kamu dan pasangan akan saling emosi dan menciptakan pertengakaran hebat.

    Sebaiknya, cobalah untuk saling mengalah. Jika pasanganmu menjadi api, sebaiknya kamu dinginkan dengan air, begitupun sebaliknya.

    Jangan sampai kalian tenggelam dalam emosi yang akhirnya membuat hubungan kalian kandas.

    5. Saling Menjaga Privasi

    Ini sangat penting kamu lakukan agar hubungamu dengan pasangan awet hingga ke pelaminan.

    Biasanya, kamu akan terpancing dan menceritakan seluruh rahasia pacarmu yang seharusnya menjadi privasi, kepada teman-temanmu.

    Sebaiknya, kebiasaan buruk ini segera kamu hentikan karena akan membuat pasanganmu tidak suka. Cobalah untuk menghormati dan menjaga privasinya.

    Nah, itulah beberapa tips agar hubunganmu bisa langgeng sampai ke pelaminan. Selamat mencoba ya!

    Author : Eva E.T
    Editor : Maulana Affandi

  • Bahagia itu Sederhana, Benarkah Demikian?

    Bahagia itu Sederhana, Benarkah Demikian?

    Mungkin kita kerap membaca serta mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa “Bahagia itu Sederhana” dari berbagai media informasi.

    Hebatnya lagi, banyak orang yang setuju dengan ungkapan tersebut tanpa mencari tahu terlebih dahulu di mana letak kesederhanaannya.

    Tapi itulah yang terjadi saat ini, bahagianya manusia milenial memang sangat sederhana, terlebih kesederhanaan itu selalu terbungkus rapi pada rak jejaring sosial.

    Perlu diketahui, kebahagiaan dan kesenangan itu berbeda. Jadi, jangan samakan arti dari kedua kata tersebut.

    Jika kita lebih jeli, saat ini merupakan era di mana anak muda sudah mulai ke luar dari koridor privasinya sendiri.

    Hampir segala sesuatu yang dialami selalu dipamerkan pada jagat maya, baik itu kegiatan positif maupun kegiatan negatif.

    Tapi itu adalah hak yang tidak boleh dicampuri oleh orang lain, sekalipun atas dasar peduli.

    Menurut teori psikologi, manusia yang sering mengumbar kebahagiaannya kepada publik menandakan manusia tersebut tidak seutuhnya bahagia.

    Benarkah begitu? Mungkin benar, mungkin juga tidak salah.

    Sebab, banyak faktor yang memengaruhi manusia untuk mengumbar kebahagiaannya kepada publik, salah satunya adalah ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa ia sedang bahagia.

    Hal tersebut patut diakui, dia ingin menunjukkan bahwasanya saat ini dia telah bahagia bila dibandingkan dengan dulu.

    Contoh lain, ada yang mengumbar foto mesranya bersama pasangan baru dengan caption “Bahagia itu sederhana, melupakan masa lalu dan menggapai masa depan dengan kamu”. Jika ditelisik lebih dalam, ada makna semiotika pada caption yang “aneh” tersebut.

    Jikalau memang sudah bahagia, buat apa menunjukkannya kepada orang lain?

    Lantas buat apa masih membahas masa lalu? Atau hanya ingin bersembunyi dari rasa rindu? Entahlah, itu hanya opini ambigu, namun mendekati fakta.

  • Kiat Sukses Mempertahankan Hubungan saat LDR

    Kiat Sukses Mempertahankan Hubungan saat LDR

    Banyak yang beranggapan bahwa Long Distance Relationship alias LDR merupakan sebuah ujian cinta yang cukup berat untuk dijalani.

    Pasalnya, LDR bisa membuat suatu hubungan kandas walau sudah terjalin cukup lama

    Hal ini disebabkan karena hubungan jarak jauh mengharuskan mereka untuk tidak saling bertemu dalam waktu yang cukup lama.

    Padahal, seperti yang kita tahu bahwa bertemu dengan pasangan merupakan hal yang sangat membahagiakan, apalagi saat kita sudah dimabuk cinta.

    Banyak orang merasa tidak tahan menjalani LDR dengan pasangan, yang akhirnya membuat mereka memilih untuk mengakhiri hubungan yang sudah lama dijalani. Akibatnya, hati menjadi terluka.

    Namun, tidak sedikit pula yang sukses mempertahankan hubungan jarak jauh mereka dengan pasangan.

    Tips Pacaran LDR

    Ternyata ada beberapa kiat sukses yang bisa dilakukan untuk mempertahankan hubungan ketika LDR. Penasaran? Berikut diantaranya.

    1. Saling Percaya

    Dalam sebuah hubungan harus dilandasi oleh kepercayaan, apalagi saat kamu LDR dengan pasangan. Kemungkinan besar kamu menyimpan rasa curiga terhadapnya karena tidak bersamamu setiap hari.

    Memang benar, ujian untuk pasangan LDR adalah meningkatnya risiko untuk perselingkuhan.

    Tapi, tidak ada salahnya jika kamu memberikan kepercayaan lebih terhadap pasanganmu, begitupun sebaliknya.

    Buanglah pikiran negatif tentangnya selama dia berada jauh darimu.

    2. Menjaga Komunikasi

    Satu-satunya cara untuk tetap menjaga komunikasi dengannya adalah dengan chatting, telepon, atau video call.

    Saat ini, internet sudah semakin canggih. Jadi kamu bisa selalu melihat wajah pasanganmu dan otomatis komunikasi dengannya akan semakin mudah.

    Tapi ingat, kamu juga perlu membatasi waktu saat sedang asik chatting dengannya. Biasanya, orang LDR tidak akan meninggalkan ponselnya satu detikpun.

    Kamu harus mengutamakan pekerjaanmu. Ketika waktu senggang, kamu bisa membalas pesannya atau mengangkat teleponnya.

    3. Pertemuan yang Berkualitas

    Saat LDR, berapa lama kamu harus menunggu untuk bisa bertemu dengan pasangan? Satu bulan? Lima bulan? Atau bahkan satu tahun?

    Tentunya, kamu akan menunggu dalam waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, saat hari bertemu itu tiba cobalah untuk membuatnya lebih berkualitas.

    Maksudnya, lakukan hal yang menyenangkan dan memiliki arti yang tidak bisa dilupakan bersama pasangan, misalnya menonton film kesukaan, makan di restoran favorit, dan lain sebagainya.

    Hal ini bisa membuat pertemuanmu dengan pasangan menjadi tak terlupakan walau harus kembali terpisah oleh jarak.

    4. Rayakan Momen Special

    Banyak momen special yang bisa kamu rayakan dengan pasangan, misalnya hari ulang tahun atau anniversary.

    Untuk pasangan yang tidak LDR, biasanya mereka akan merayakannya bersama-sama dengan makan di sebuah restoran.

    Lalu, bagaimana dengan kamu yang sedang LDR?

    Tenang saja. Kamu masih bisa merayakan momen special bersama pasangan kok. Walau tidak bisa makan bersama di restoran, kamu masih bisa memberikan dia kejutan melalui video call.

    Ketika dia ulang tahun, kamu bisa membelikannya sebuah kue tart dan lakukan panggilan video dengannya seolah-olah kalian sedang merayakannya bersama. Mudah sekali, bukan?

    Author : Eva E.T
    Editor : Maulana Affandi

  • 5 Tips Mengatasi Anak yang Kecanduan Gagdet

    5 Tips Mengatasi Anak yang Kecanduan Gagdet

    Tak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini teknologi sudah semakin canggih, salah satu buktinya adalah kemunculan ponsel pintar.

    Kalau dulu ponsel hanya memiliki fitur untuk menelpon dan menerima pesan singkat, berbeda dengan ponsel sekarang yang telah dilengkapi dengan berbagai fitur yang super canggih.

    Maka tak heran jika hampir semua orang merasa ketergantungan olehnya, tidak terkecuali anak kecil.

    Padahal, terlalu sering memainkan ponsel atau gadget dapat memberikan dampak buruk bagi anak.

    Kecanduan memainkan alat tersebut juga bisa membuat anak menjadi anti sosial karena selalu asik bermain dengan gadgetnya tanpa pergi bermain dengan temannya.

    Jika terus dibiarkan, hal buruk lainnya akan menimpa kesehatan anak. Oleh sebab itu, diperlukan cara untuk bisa menghentikan kebiasaan anak memainkan gadget sehingga anak tidak merasa kecanduan lagi.

    Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan HP

    Nah, berikut adalah beberapa tips yang bisa ibu di rumah lakukan dalam mengatasi anak kecanduan bermain gadget, diantaranya:

    1. Berikan Mainan Lain

    Anak kecil biasanya suka sekali dengan mainan, seperti mobil-mobilan, boneka, robot-robotan, dan masih banyak lainnya.

    Mainan ini bisa ibu berikan pada anak agar mereka tidak mencoba untuk bermain gadget. Namun, tetap batasi juga pembelian mainan agar pengeluaran tidak membengkak.

    2. Jangan Larang Anak Bermain di Luar

    Bermain bersama teman-teman di taman bermain atau di luar ruangan bisa membuat mereka merasa lebih senang.

    Di samping agar lebih dekat dengan teman, bermain di luar ruangan juga dapat membuat anak lebih sehat karena terus bergerak. Selain itu, anak akan terhindar dari kecanduan bermain gadget.

    3. Ajak Anak Bermain Bersama

    Selain bermain dengan teman, anak juga akan merasa senang jika bermain dengan orangtua. Biasanya, orangtua yang selalu sibuk bekera tidak akan memiliki banyak waktu bersama anak sehingga anak melampiaskannya dengan cara bermain gadget.

    Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk anak saat pulang kerja atau setelah semua aktivitas selesai dilakukan.

    4. Memberikan Batasan Waktu

    Jika memang si kecil ingin bermain gadget, berikanlah ijin. Tapi, harus ada batasan waktu, misalnya satu hari hanya boleh memainkan gadget selama satu jam saja.

    Dan juga jangan lupa untuk selalu mengawasi anak ketika bermain gadget agar tidak melakukan hal negatif dengan gadgetnya.

    5. Sibukkan Kegiatan Anak dengan Hal yang Positif

    Setelah pulang sekolah, pasti anak akan menghabiskan banyak waktu di rumah. Biasanya mereka memilih untuk bersantai atau bermain dengan teman.

    Namun, tidak sedikit juga anak yang menghabiskan banyak waktu di rumah dengan bermain gadget. Untuk mengatasinya, buatlah jadwal anak dengan kegiatan yang positif. Biarkan mereka sibuk misalnya dengan ikut les, ekstrakurikuler, olahraga, dan kegiatan positif lainnya

  • Es Batu Jaman Dulu Cuma Bisa Dimiliki Bangsawan, Harganya Selangit!

    Es Batu Jaman Dulu Cuma Bisa Dimiliki Bangsawan, Harganya Selangit!

    Es batu adalah cairan yang dikristalkan dengan suhu dingin hingga membeku. Biasanya es batu digunakan untuk membuat minuman menjadi lebih dingin seperti jus ataupun minuman rasa lainnya.

    Sampai saat ini es batu adalah sebuah barang atau jenis makanan yang tidak begitu berarti. Sebab, siapa saja bisa membuat dan memilikinya.

    Urusan harga, es batu sangat terjangkau sehingga tidak terlalu memberatkan. Ya, itulah es batu.

    Namun, tahukah kamu kalau ada sebuah fakta menarik tentang es batu?

    Sebenarnya, produk olahan ini sudah ada sejak jaman dulu tepatnya pada tahun 1846.

    Ada sebuah informasi yang beredar di surat kabar Lavasche Courant yang menyebutkan jika ada kapal besar dari Boston, Amerika Serikat yang membawa es dalam jumlah banyak.

    Kabar punya kabar, es tersebut dipesan oleh Roselie en Co. Selang berapa hari, muncul sebuah iklan yang memperlikahatkan Roselie en Co menjual harga es batu tersebut.

    Harganya tidak tanggung-tanggung, dia menjualnya dengan banderol 10 sen per 500 gramnya. Itu adalah harga yang fantastis bagi sekelas es batu.

    Jadi, sebenarnya es batu bukanlah berasal dari Indonesia, melainkan dikirim dari Amerika Serikat.

    Karena jaman dulu belum ada lemari pendingin atau kulkas, maka mereka yang membeli es batu menyimpannya dengang menggunakan selimut wol.

    Kemudian, banyak masyarakat saat itu yang memercayai jika es batu bisa mengobati sariwan sehingga harganya kian melambung.

    Namun seperti yang kita lihat saat ini, es batu bukanlah sebuah benda langka lagi, semua orang bisa memilikinya tanpa harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

  • 5 Tips untuk Karyawan Baru Agar Disukai Teman Sekantor

    Satu-satunya cara untuk mendapatkan uang adalah bekerja, baik bekerja dengan membuat bisnis sendiri ataupun bekerja di perusahaan orang lain alias sebagai karyawan.

    Menjadi seorang karyawan tidaklah mudah, terlebih lagi saat masih baru bekerja atau istilahnya karyawan baru.

    Ada beberapa hal bisa membuatmu merasa kesulitan, seperti pekerjaan yang harus dilakukan, lingkungan kerja, bahkan teman kerja terkadang juga bisa membuatmu merasa tertekan di kantor.

    Nah, berikut adalah 5 tips bagi kamu yang masih menjadi karyawan baru agar disukai oleh teman kerja satu kantor.

    1. Murah Senyum

    Menurutmu, apa yang membuat orang terkesan saat melihatmu untuk pertama kali? Pasti senyuman, bukan? Hal ini berlaku bagi kamu yang sekarang menjadi karyawan baru di sebuah perusahaan. Jangan pelit senyum. Lemparkan senyummu agar orang yang melihatmu merasa senang.

    2. Ramah

    Sebagai karyawan baru, tidak ada salahnya jika kamu mencoba ramah dan menegur terlebih dahulu kepada teman kerja di kantor supaya mereka tidak mengira bahwa kamu adalah orang yang sombong.

    3. Membuka Pembicaraan

    Membuka pembicaraan terlebih dahulu juga bagus. Tujuannya adalah supaya mereka bisa nyaman berkomunikasi denganmu. Kamu bisa membahas tentang pekerjaan atau ceritakan pengalamanmu dalam bekerja. Jika memungkinkan, kamu bisa mengobrol tentang apa saja kesukaanmu dan juga dia.

    4. Berkata Sopan

    Jangan lupa untuk selalu berkata sopan kepada semua orang, termasuk teman sekantor. Sebab dengan kata-kata yang sopan, kamu akan dihargai oleh mereka. Begitu juga sebaliknya, ketika kamu tidak bisa menjaga ucapan, maka kamu akan dihindari bahkan dibenci.

    5. Jangan Sok Tau

    Walaupun sebelumnya kamu memiliki pengalaman yang lebih banyak dari mereka, sebaiknya jangan menunjukkan sikap sok tau. Dijamin, kamu tidak akan disukai oleh teman kerjamu. Ada baiknya jika kamu tetap rendah hati dan tidak mencoba untuk menggurui teman yang belum paham dengan pekerjaannya.

    Nah, itulah beberapa tips buat anak baru agar bisa beradaptasi dengan cepat di lingkungan kerja.

    Author  : Eva E.T
    Editor   : Maulana Affandi

  • 7 Alasan Mengapa Orang Suka Menggigit Kuku

    Kuku merupakan bagian terkecil dari anggota tubuh yang berada di ujung jari tangan dan kaki. Semakin lama, kuku akan tumbuh menjadi semakin panjang dan kemungkinan besar kuman bersarang disana jika tidak dirawat dengan baik. Oleh sebab itu, kuku harus rutin dipotong agar kebersihannya tetap terjaga.

    Walaupun kuku bisa menjadi sarang kuman, namun nyatanya tidak sedikit orang yang suka menggigit kuku loh. Bahkan, bisa dikatakan sebagai hobi yang tidak bisa ditinggalkan. Ada berbagai macam alasan yang membuat mereka suka menggigit kuku.

    Berikut adalah 7 alasan mengapa orang suka menggigit kuku, diantaranya:

    1. Tipe Orang Perfeksionis

    Perfeksionis merupakan tipe orang yang selalu ingin semuanya berjalan dengan sempurna. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seseorang yang suka menggigit kuku bisa jadi disebabkan oleh sifatnya yang perfeksionis. Hal ini dikarenakan mereka berpikir terlalu jauh sehingga membuat mereka menjadi mudah cemas dan frustrasi dan akhirnya melampiaskannya dengan cara menggigit kuku.

    2. Kebiasaan Sejak Kecil

    Suka menggigit kuku juga bisa disebablan oleh kebiasaan yang sering dilakukan sejak kecil. Sesuatu yang sering dilakukan saat masih kanak-kanak akan berlanjut hingga dewasa, sehingga akan sulit untuk dihentikan. Untuk itu, sebagai orang tua perlu mengawasi apa yang dilakukan oleh anak agar tidak memiliki kebiasaan yang buruk.

    3. Faktor Genetik

    Ternyata, faktor gernetik juga bisa membuat seseorang suka menggigit kuku loh. Jika kamu termasuk orang yang suka menggigit kuku, sebaiknya tanyakan pada orang tua atau keluarga yang lain apakah mereka juga memiliki kebiasaan yang sama atau tidak.

    4. Merasa Kesepian

    Inilah alasannya mengapa manusia harus bersosialisasi. Tentu saja supaya mereka tidak merasa kesepian. Sebab, saat merasa kesepian, berbagai macam hal akan dilakukan termasuk menggigit kuku. Untuk itu, carilah teman sebanyak-banyaknya dan selalu hidup berdampingan.

    5. Kondisi yang Membuat Tertekan

    Kondisi ini juga bisa membuat orang suka menggigit kuku. Contohnya, ketika mereka mengingat masa lalu yang menyedihkan ataupun memalukan, mereka akan mengalihkan perhatian dan menenangkan suasana hati dengan cara menggigit kuku.

    6. Merasa Bosan

    Saat merasa bosan, melakukan hobi yang disukai adalah pilihan yang tepat. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang mengatasi rasa bosan tersebut dengan cara menggigit kuku. Mereka berpikir bahwa dengan menggigit kuku, rasa bosan mereka teralihkan dan hilang.

    7. Kekurangan Kalsium

    Alasan terakhir mungkin sulit dipercaya. Tapi, ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa kurangnya kalsium dalam tubuh dapat mendorong seseorang untuk menggigit kuku. Oleh karenanya, penuhi kebutuhan kalsium tubuh salah satunya dengan cara rutin minum susu.

    Nah, itulah beberapa alasan kenapa orang suka menggigit kuku. Sekarang sudah jelas, kan?

    Author : Eva E.T
    Editor  : Maulana Affandi

  • Kenapa Ada Orang yang Tidak Suka Dipeluk? Ini Alasannya!

    Pernahkah kamu mendengar istilah “kenyamanan akan diperoleh hanya dengan sebuah pelukan?” Ya, istilah tersebut nyatanya dipercaya oleh banyak orang.

    Sebab, pelukan merupakan sebuah cara untuk menyalurkan kasih sayang baik yang dilakukan oleh pria dan wanita maupun oleh sesama jenis (dalam artian wanita dengan wanita dan pria dengan pria).

    Walaupun dengan berpelukan bisa menimbulkan rasa nyaman, namun ternyata tidak sedikit orang yang tidak suka bahkan sangat benci jika dipeluk. Lantas, mengapa demikian?

    Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menyebutkan bahwa seseorang yang lahir dan dibesarkan oleh orangtua yang suka memberikan pelukan, maka saat dewasa ia akan menjadi pribadi yang suka memeluk.

    Namun, dalam artian hanya memeluk orang-orang terdekat yang ia sayangi dan bukan ke sembarang orang.

    Sebaliknya, jika seseorang yang lahir dan dibesarkan oleh orangtua yang jarang atau bahkan hampir tidak pernah memeluk, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang dingin dan tidak suka memeluk atau dipeluk.

    Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ikatan emosional yang diciptakan saat berpelukan, sejatinya tumbuh sejak kecil yang disalurkan oleh kebiasaan orangtua.

    Tidak hanya berpelukan saja, bergandengan tangan ataupun bersentuhan fisik lainnya juga bisa menciptakan rasa kasih sayang yang harus dibentuk sejak dini.

    Namun, tidak semua orang memiliki alasan tersebut. Sebab, ada sebagian besar orang yang tidak pernah mendapatkan pelukan sejak kecil justru memiliki kecenderungan untuk selalu ingin dipeluk atau berpelukan saat tumbuh dewasa.

    Untuk itu, walaupun kita terlahir dan dibesarkan oleh orangtua yang jarang memeluk, ada baiknya jika kita tetap saling menjaga dan membangun rasa sayang dengan cara berpelukan.

    Tidak ada salahnya memeluk orang tersayang dalam hidup kita. Tapi, harus tetap ingat bahwa pelukan haruslah sewajarnya saja.