Kategori: Pendidikan

  • Resiliensi Akademik: Kunci Sukses Pelajar dalam Menyelesaikan Masa Studi

    Resiliensi Akademik: Kunci Sukses Pelajar dalam Menyelesaikan Masa Studi

    Resiliensi akademik adalah kemampuan pelajar dalam menghadapi masalah pendidikan, seperti menghadapi ujian atau tugas yang sulit, dan mengatasi stres akademik.

    Kemampuan untuk mengembangkan resiliensi akademik sangat penting bagi siswa, mahasiswa, dan siapa saja yang ingin berhasil dalam pendidikan.

    Salah satu faktor yang penting dalam mengembangkan resiliensi akademik adalah memiliki pola pikir yang positif dan optimis.

    Seseorang yang memiliki pola pikir seperti ini akan lebih mudah untuk mengatasi rintangan dan tantangan yang muncul dalam dunia pendidikan.

    Mereka akan lebih mungkin untuk melihat kesulitan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan belajar, daripada sebagai penghambat kemajuan.

    Selain itu, pelajar yang memiliki resiliensi akademik juga harus mampu mengelola waktu dengan baik dan memprioritaskan tugas-tugas yang paling penting.

    Mereka juga harus memiliki kemampuan untuk mengatasi kecemasan dan tekanan, seperti kekhawatiran tentang nilai yang rendah atau ketakutan tentang tidak bisa menyelesaikan tugas yang diberikan.

    Beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan resiliensi akademik antara lain:

    1. Membangun hubungan yang positif dengan dosen atau guru

    Siswa dan mahasiswa yang memiliki hubungan yang positif dengan dosen atau guru mereka akan merasa lebih nyaman untuk meminta bantuan dan dukungan ketika mengalami kesulitan.

    Dosen atau guru juga dapat memberikan bimbingan yang konstruktif dan membantu siswa atau mahasiswa untuk meningkatkan kinerja.

    2. Mencari teman sekelas atau rekan studi

    Mencari teman sekelas atau rekan studi yang dapat memberikan dukungan sosial juga merupakan strategi yang penting dalam mengembangkan resiliensi akademik.

    Siswa dan mahasiswa yang memiliki teman yang dapat membantu mereka belajar atau mengatasi masalah akademik akan lebih mudah untuk mengatasi rintangan dan tantangan dalam pendidikan.

    3. Mencari sumber daya dan dukungan di luar kelas

    Selain dosen atau guru dan teman sekelas, siswa dan mahasiswa juga dapat mencari dukungan dari sumber daya lain, seperti konselor, perpustakaan, atau pusat bantuan akademik.

    Mereka juga dapat mencari bantuan dari keluarga atau teman di luar kelas untuk memberikan dukungan emosional dan motivasi.

    4. Membuat rencana studi yang realistis

    Membuat rencana studi yang realistis dan dapat dicapai juga penting dalam mengembangkan resiliensi akademik.

    Siswa dan mahasiswa harus memprioritaskan tugas-tugas yang paling penting dan mengatur waktu dengan baik untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

    5. Menjaga kesehatan fisik dan mental

    Mempertahankan kesehatan fisik dan mental yang baik juga penting dalam mengembangkan resiliensi akademik.

    Siswa dan mahasiswa harus memperhatikan pola tidur, diet, dan olahraga mereka untuk menjaga kesehatan fisik.

    Mereka juga harus memiliki strategi untuk mengatasi stres dan kecemasan, seperti meditasi, yoga, atau konseling psikologis jika diperlukan.

    6. Belajar dari kesalahan

    Siswa dan mahasiswa yang memiliki resiliensi akademik juga harus mampu belajar dari kesalahan.

    Mereka harus melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh, bukan sebagai kegagalan yang menghambat kemajuan.

    Dengan belajar dari kesalahan, mereka dapat mengembangkan kemampuan untuk mengatasi rintangan dan tantangan yang lebih besar di masa depan.

    7. Mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi

    Mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang muncul dalam pendidikan juga merupakan strategi penting dalam mengembangkan resiliensi akademik.

    Siswa dan mahasiswa harus dapat mengatasi perubahan dalam kurikulum atau tugas yang diberikan, dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar yang baru.

  • Mengenal Apa Itu Official dalam Olahraga dan Perannya

    Mengenal Apa Itu Official dalam Olahraga dan Perannya

    Official dalam olahraga mengacu pada seseorang atau tim yang diakui atau dianggap sebagai bagian resmi dari organisasi atau entitas olahraga tertentu.

    Kemudian, mereka yang bersstatus official adalah bukan pemain atau terlibat langsung dalam sebuah pertandingan olahraga, seperti pelatih, manajer tim, dan wasit.

    Sebagai contoh, seorang wasit atau hakim pertandingan diakui sebagai bagian resmi dari pertandingan, sementara seragam atau atribut resmi yang dikenakan oleh para peserta dapat dianggap sebagai tanda pengenal resmi mereka.

    Pentingnya status official dalam olahraga adalah untuk menjamin bahwa semua pertandingan dan aktivitas yang dilakukan di dalamnya dilakukan dengan benar, adil, dan sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku.

    Dalam olahraga yang lebih besar seperti sepak bola atau bola basket, misalnya, tim wasit dan hakim yang terlatih secara profesional dibutuhkan untuk mengawasi pertandingan dan memastikan bahwa semua tindakan dan keputusan yang diambil sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

    Selain itu, status official juga dapat diberikan kepada organisasi atau badan pengatur resmi yang mengelola atau mengatur olahraga tertentu.

    Badan olahraga seperti International Olympic Committee (IOC) atau FIFA adalah contoh dari badan pengatur resmi dalam olahraga yang memainkan peran penting dalam mengatur aturan dan regulasi, serta dalam mengatur dan menyelenggarakan acara-acara olahraga besar seperti Olimpiade atau Piala Dunia.

    Penggunaan atribut atau seragam resmi juga merupakan bagian penting dari status official dalam olahraga.

    Atribut atau seragam resmi ini dapat mencakup berbagai macam hal, seperti seragam tim, tanda pengenal wasit atau hakim, atau bahkan logo resmi dari organisasi olahraga tertentu.

    Penggunaan atribut atau seragam resmi ini dapat membantu menjaga integritas dan kredibilitas dari organisasi atau pertandingan tersebut, serta membantu para peserta dan penonton untuk membedakan antara yang resmi dan yang tidak.

    Namun, status official dalam olahraga tidak selalu menjamin keadilan atau keberhasilan dalam pertandingan.

    Terkadang, keputusan yang diambil oleh wasit atau hakim dapat menjadi subjektif dan dapat mempengaruhi hasil akhir dari pertandingan.

    Selain itu, organisasi olahraga tertentu dapat menjadi korup atau memihak kepada tim atau peserta tertentu, sehingga mengganggu integritas dan kepercayaan masyarakat dalam olahraga.

    Namun, status official tidak selalu menjamin keberhasilan atau keadilan dalam pertandingan, dan diperlukan pengawasan dan penilaian yang terus menerus untuk memastikan bahwa integritas dalam olahraga tetap terjaga.

    Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kasus korupsi dan penipuan yang terjadi di dalam olahraga. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada status official, masih ada risiko pengaruh dari kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

    Oleh karena itu, para wasit, hakim, dan pengurus organisasi olahraga harus mengikuti kode etik dan memiliki integritas yang tinggi dalam melaksanakan tugas mereka.

    Tak kalah penting juga, status official juga penting untuk menjaga keselamatan para peserta dan penonton dalam pertandingan olahraga.

    Dalam pertandingan yang berbahaya seperti tinju atau gulat, wasit dan hakim sangat penting untuk mengawasi pertandingan dan mencegah terjadinya cedera serius atau bahkan kematian.

    Penggunaan peralatan pelindung dan protokol keselamatan yang ketat juga dapat membantu menjaga keselamatan dalam olahraga.

    Di sisi lain, status official juga dapat membantu meningkatkan daya tarik dan popularitas olahraga.

    Seragam tim, logo resmi, dan atribut lainnya dapat membantu membangun identitas dan kesadaran merek untuk organisasi atau tim olahraga tertentu.

    Hal ini dapat membantu meningkatkan popularitas olahraga tersebut dan menarik sponsor dan penggemar baru.

    Jadi, status official dalam olahraga sangat penting untuk menjaga integritas, keadilan, dan keselamatan dalam olahraga.

    Wasit, hakim, organisasi olahraga, dan atribut resmi dapat membantu menjaga aturan dan regulasi yang diikuti dengan benar dan menjaga keselamatan peserta dan penonton.

    Meskipun ada risiko pengaruh dari kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, para pelaku olahraga harus memiliki integritas yang tinggi dan mengikuti kode etik untuk memastikan bahwa olahraga tetap bersih dan adil.

  • 6 Tokoh Sosiologi Klasik Lengkap dengan Sejarah dan Teorinya

    6 Tokoh Sosiologi Klasik Lengkap dengan Sejarah dan Teorinya

    Perkembangan ilmu sosiologi saat ini tentu saja tak luput dari peran para tokoh sosiologi klasik yang telah merumuskan teori-teori sebagai acuan dan referensi dari lintas generasi.

    Teori yang dikemukakan oleh para sosiolog klasik tentu saja didapat dari hasil observasi serta analisa yang terjadi lingkungan sosial.

    Maka dari itu, pada artikel ini sastrawacana.id/ akan memberikan informasi seputar tokoh sosiolog klasik beserta teori hasil pemikirannya.

    Pengertian Sosiologi Klasik

    Sosiologi adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana hubungan sosial antara manusia dengan manusia lainnya.

    Secara terminologi, sosiologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu socius dan logos. Socius artinya “berkawan” dan logos berarti “ilmu”.

    Maka, dari terminologi tersebut dapat disimpulkan arti sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan sosial di masyarakat.

    Sementara sosiologi klasik adalah cara pandang yang berdasar pada latar belakang dari perkembangan teori sosiologi serta riwayat hidup dari para tokoh sosiologi klasik serta pemikiran-pemikiran mereka.

    Istilah sosiologi sendiri terbentuk dari para filsuf intelektual pada abad ke 19. Saat itu ada beberapa tokoh yang cukup populer dan menjadi pencetus ilmu sosiologi yang kita kenal saat ini.

    Tokoh Sosiolog Klasik

    Dalam dunia sosiologi, terdapat beberapa nama yang cukup tersohor dan teorinya dijadikan referensi hingga zaman sosiologi modern saat ini. Adapun beberapa nama tokoh sosiologi klasik terkenal tersebut antara lain:

    1. Auguste Comte

    Auguste Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi karena termasuk sebagai pendiri sosiologi yang lahir pada 17 Januari 1798 di Montpellier, Paris.

    Tokoh sosiolog klasik yang memiliki nama panjang Isidore Marie Auguste Francois Xavier Comte ini dijuluki sebagai Bapak Sosiologi Dunia.

    Auguste Comte sebetulnya adalah keturunan bangsawan, namun ia tidak menunjukkan loyalitasnya yang dipengaruhi oleh pergolakan sosial, intelektual dan politik pada masanya.

    Ada beberapa teori Auguste Comte yang cukup terkenal, diantaranya:

    1. Teori Dinamika sosial, yaitu teori tentang perkembangan sosial yang merupakan bagian dari munculnya teori The law of three stages atau (hukum tiga tahap).

    2. Teori Hukum Tiga Tahap adalah teori yang merumuskan evolusioner masyarakat dan individu, meliputi: Tahap teologis, Tahap metafisik, dan Tahap positivisme.

    3. Hukum Hierarki Ilmu Pengetahuan (Hierarchy of Knowledge) yang menyatakan bahwa sains terus berkembang dari waktu ke waktu yang dimulai dengan disiplin ilmu yang paling sederhana dan paling umum.

    4. Hukum Korelasi Emosi yang menyebutkan dan mempercayai bahwa hanyalah emosional yang dapat menyatukan masyarakat.

    2. Emile Durkheim

    Tokoh sosiologi klasik berikutnya adalah Emile Durkheim yang lahir di kota Epinal, Prancis pada 15 April 1858.

    Durkheim mendapat julukan Professor Father karena telah mencetuskan sejumlah teori yang sangat berpengaruh pada sosiologi.

    Salah satu teori dari Emile Durkheim yang cukup terkenal adalah Teori Revolusi Industri.

    Ia meyakini jika revolusi industri sangat berpengaruh pada solidaritas masyarakat yang akan menimbulkan perubahasan sosial.

    Selain itu, Durkheim juga mengatakan bahwa individu seluruhnya tergantung karena hidupnya, termasuk individualitasnya kepada masyarakat.

    Sepanjang hidupnya, Durkheim juga telah menulis beberapa buku, seperti The Division of Labour, The Rule of Sociological Method, dan Suicide.

    3. Max Weber

    Max Weber adalah seorang tokoh sosiologi klasik yang lahir pada 21 April 1864 di Erfurt, Thuringia, 30 Jerman.

    Pria yang memiliki nama panjang Maximilian Carl Emil Weber ini memusatkan pemikirannya pada tindakan-tindakan yang bermakna, perubahan historis, dan konflik-konflik ekonomi politik.

    Ada sebuah teori hasil pemikiran Max Weber yang kini dipelajari dalam sosiologi dunia, yaitu teori Tindakan Sosial.

    Tindakan sosial adalah tindakan individu dapat memengaruhi orang lain yang mencakup semua perilaku yang dilakukan oleh manusia.

    Selain itu, Max Weber juga menulis beberapa buku, seperti The Protestant Ethic and Spirit Capitalisme, The Vocation Lectures, Science as a Vocation dan Economy and Society.

    4. Karl Marx

    Karl Marx adalah seorang tokoh sosilogi klasik yang lahir pada tahun 1818 di Trie Keharyapatihan Rhine Hilir Kerajaan Prusia.

    Karl Marx juga sebagai pencetus dari sistem sosialisme, dimana sebuah konsep yang menciptakan masyarakat tanpa kelas.

    Selain itu, Karl Marx juga memiliki pemikiran jika agama adalah candu yang digunakan oleh masyarakat lemah untuk mengadu kepada Tuhan.

    Kemudian, Karl Marx juga terkenal dengan teorinya materialisme historis, yaitu pandangan ekonomi terhadap sejarah.

    Semasa hidupnya Karl Marx termasuk sebagai orang terpelajar yang berprestasi. Pada tahun 1841, Marx menerima gelar doktor dalam bidang filsafat dari Universitas Jena.

    5. Herbert Spencer

    Herbert Spencer adalah tokoh sosiologi klasik yang lahir pada 27 april 1820 di Derby, Inggris. Selain menjadi tokoh sosiologi, ia juga seorang insinyur yang pernah berkarier di Birmingham.

    Seiring berjalannya waktu, ketertarikan Spencer terhadap sosiologi semakin meningkat sehingga ia mulai mempelajari sosiologi secara mendalam.

    Hingga akhirnya ia mencetuskan teori evolusi sosial universal ketika ia melihat perkembangan masyarakat dan kebudayaan dari tiap bangsa di dunia itu telah atau akan melalui tingkat-tingkat evolusi yang sama.

    Teori evolusi universal (teori perubahan sosial) adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu melalui tahapan yang tetap karena kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi tertentu.

    Sepanjang hidupnya, Herbert Spencer juga telah menulis beberapa buku sosiologi, diantaranya: The Descriptive Sociology, The Study of Sociology, Social Statics, dan First Principles of a New System of Philosophy.

    6. Georg Simmel

    Georg Simmel dalah seorang filsuf asal yang lahir pada tahun 1858. Ia berperan penting dalam menjadikan sosiologi sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri.

    Ia dikenal karena pemikiran-pemikirannya yang memerhatikan masalah dari terkecil hingga masalah besar di lingkungan sosial.

    Salah satu teori Georg Simmel yang terkenal adalah teori interaksi sosial, yaitu proses interaksi dapat dibedakan dari isi kepentingan, tujuan atau maksud tertentu yang dikejar dari interaksi tersebut.

    Sepanjang hidupnya ia telah menulis beberapa buku tentang sosiologi, seperti The Philosophy of Money, The Metropolis and Mental Life, dan Conflict and the Web Group Affil.

    Itulah beberapa tokoh sosiologi klasik lengkap dengan sejarah dan teorinya yang masih dipelajari serta diterapkan hingga saat ini.

  • Mengenal Jaringan Palisade dan Fungsinya Pada Tumbuhan

    Mengenal Jaringan Palisade dan Fungsinya Pada Tumbuhan

    Pengertian Jaringan Palisade

    Jaringan palisade adalah jenis jaringan pada tumbuhan yang terletak di daun bagian atas, tepat di bawah epidermis atas.

    Jaringan palisade tersusun atas sel-sel berbentuk memanjang yang berjajar rapat secara vertikal.

    Sel-sel palisade tertata dekat dengan permukaan atas daun, tempat menerima sinar matahari dan melangsungkan fungsi fotosintesis.

    Kloroplas di dalam jaringan palisade lebih banyak daripada jaringan spons, karena itu warna daun sebelah atas hijau gelap dan lebih gelap dibandingkan sebelah bawah daun.

    Menurut Esau (1977) Jaringan palisade merupakan jaringan yang tersusun dengan rapat antar selnya, sedangkan jaringan bunga karang memiliki banyak ruang antar sel dan tersusun tidak serapat jaringan palisade.

    Jaringan palisade biasanya terdiri dari parenkim yang silindris dan panjang dan posisinya tegak lurus dengan permukaan epidermis.

    Pada penampang melintang, sel selnya nampak padat, dan dipisahkan satu sama lain oleh ruang antar sel di antaranya.

    Jaringan palisade bisa selapis atau lebih. Daun yang menerima sinar matahari secara langsung jaringan palisade lebih rapat daripada yang teduh.

    Fungsi Jaringan Palisade

    Jaringan palisade berfungsi untuk melakukan fotosintesis, yaitu proses pembuatan makanan dengan menggunakan energi cahaya matahari.

    Karena letaknya yang dekat dengan permukaan daun, jaringan palisade dapat menangkap cahaya matahari dengan efektif sehingga fotosintesis dapat berjalan dengan baik.

    Sel-sel di dalam jaringan palisade memiliki kloroplas yang banyak sehingga dapat menampung banyak pigmen fotosintetik.

    Jaringan palisade juga berperan dalam menjaga stabilitas daun dan memberikan dukungan struktural pada tumbuhan.

  • Casino Online Juegos De Casino Online Netbet Casino

    casino online en México

    Un casino en línea no sería tal sin máquinas tragamonedas, y Betway se enorgullece de su colección de tragamonedas. Con nuestras herramientas, puedes administrar tus juegos, incluido el tomar periodos de descanso, establecer límites de depósito y recordatorios para tu sesión. Cumplimos con todos los reglamentos fijados por las agencias que reglamentan los juegos de azar en todos los países en los que operamos. Gira los carretes para tener la oportunidad de ganar hasta 15 giros gratis o duplicar tus premios.

    Siempre que juegues en un casino online con licencia de la SEGOB o de un país reconocido, jugar en casinos online es 100% seguro. El tráfico de jugadores de un casino puede ser falseado por operadores que se suman jugadores, o incluir usuarios inactivos. Dispone de juegos de mesa de alta gama muy atractivos a nivel visual, y además de slots dispone de poker, ruleta, blackjack o juegos de raspa y gana. Por esta razón, muchos operadores ofrecen los mismos juegos.

    PlayUZU es el casino online para todos aquellos jugadores que esperan ser tratados de forma justa y limpia. En función del medio de pago empleado y del operador, las retiradas de dinero de los casinos en línea suelen tardar entre uno y cinco días en procesarse. También se evitan las esperas, con el añadido de que los casinos en línea ofrecen otros productos como apuestas deportivas no siempre disponibles en el casino físico. Y no nos referimos al uso de ritos, manías, amuletos o cábalas que puedas tener, sino a los trucos de casino en línea que puedes aplicar para tener más chances de ganar. Incluso hay operadores que nos permiten depositar presencialmente en tiendas de conveniencia.

    Q✅¿puedo Jugar Al Casino Online Con Pesos Mexicanos?

    No permitimos que jugadores menores de 18 años apuesten. El cajero del casino en línea PlayUZU México es muy fácil de manejar. Además, sólo ofrecemos juegos de proveedores con reputación internacional. En otros países, como el Reino Unido, se nos conoce como PlayOJO. Nuestra misión es ser el mejor casino online, desde los juegos chido77 y las recompensas hasta la diversión y la transparencia. Y no puede faltar el blackjack y la ruleta en vivo.

  • 10 Pengertian Jasa Menurut Para Ahli dan Karakteristiknya

    10 Pengertian Jasa Menurut Para Ahli dan Karakteristiknya

    Jasa adalah sebuah layanan berupa tindakan yang dapat membantu orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan tertentu.

    Jasa sendiri sifatnya adalah bantuan dengan sifat intingable (tidak memiliki wujud atau bentuk fisik) sehingga dilakukan dengan mengandalkan intelektualitas.

    Maka, orang yang jualan jasa selalu mengandalkan keahlian serta intelektualitas untuk membantu pihak lain dalam menyelesaikan sebuah masalah.

    Berbeda dengan menjual produk, dimana ada bentuk fisik yang diperjualbelikan, sementara jasa adalah kasat mata karena tak ada bentuk fisik yang ditawarkan.

    Pengertian Jasa Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian jasa menurut para ahli.

    1. Rangkuti (2006 : 26)

    Jasa merupakan pemberian suatu kinerja atau tindakan tidak kasat mata dari suatu pihak ke pihak lain. Pada umumnya jasa diproduksi dan dikonsumsikan secara bersamaan sehingga interaksi antara pemberi dengan penerima jasa saling mempengaruhi hasil jasa tersebut.

    2. Phillip Kotler (Lupiyoadi 2006 : 6)

    Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak mengakibatkan kepemilikan sesuatu. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya.

    3. Lehtien (1983)

    Jasa adalah suatu aktivitas atau runtutan aktivitas yang terjadi dalam interaksi dengan seseorang atau mesin untuk menyediakan kepuasan konsumen.

    4. Hurriyati (2010: 27)

    Pengertian jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lain yang dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan dan memberikan nilai tambahan serta secara prinsip tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan.

    5. Kotler dan Keller (2012: 214)

    Any activity or performance that one party can offer another that is essensially intangible and does not result in the ownership of anything. It’s production may or not be tied to a physical product.

    Setiap aktivitas atau kinerja yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apa pun. Produksinya mungkin terkait atau tidak terkait dengan produk fisik.

    6. Stanton (Sigit P, 2014)

    Jasa adalah pemberian suatu kinerja atau tindakan tidak kasar mata dan satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu dan produksinya tidak terikat pada suatu produk fisik.

    7. Gronroos dalam buku Tjiptono dan Chandra (2016 : 13)

    Mengungkapkan bahwa jasa adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan sumber daya fisik barang atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan.

    8. Mursid (1993:116)

    Jasa adalah kegiatan yang dapat diidentifikasikan secara tersendiri, pada hakikatnya bersifat tidak teraba, untuk memenuhi kebutuhan dan tidak harus terikat pada penjualan produk atau jasa lain.

    9. Lovelock (2007)

    Jasa adalah merupakan layanan yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak yang lain. Proses tersebut tidak terkait dengan produk fisik, jasa tidak berwujud, dan biasanya tidak menyebabkan kepemilikan dari salah satu faktor produksi.

    10.  Djaslim Saladin (2004)

    Jasa adalah merupakan setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak ke pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud, serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.

    Karakteristik Jasa

    Karakteristik jasa adalah sifat-sifat unik yang dimiliki oleh layanan yang membuatnya berbeda dari produk fisik.

    Para ahli memiliki beragam klasifikasi dan menyebutkan karakteristik jasa. Berikut adalah karakteristik jasa yang dikemukakan oleh para ahli.

    1. Karakteristik Jasa Menurut Tjiptono (2000: 15-18)

    Adapun karakteristik jasa menurut Tjiptono (2000: 15-18) adalah sebagai berikut.

    1. Tidak berwujud (intangibles): Jasa bersifat tidak berwujud, artinya tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, atau didengar sebelum dibeli.

    2. Tidak dapat dipisahkan (inseparability): Jasa tidak dapat dipisahkan dari proses produksi dan konsumsinya.

    3. Keanekaragaman (variability): Jasa bersifat sangat beraneka ragam karena merupakan nonstandardized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis tergantung pada siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut dihasilkan.

    4. Tidak tahan lama (perishability): Jasa merupakan komunitas tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan, dengan demikian bila suatu jasa tidak dapat digunakan maka jasa tersebut akan berlalu begitu saja.

    2. Karakteristik Jasa Menurut Kotler dan Keller (2016 : 425)

    Karakteristik jasa menurut Kotler dan Keller (2016 : 425) adalah sebagai berikut:

    1. Intangibility (Tidak Berwujud): Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, material, atau benda.

    2. Variability (Bervariasi): Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non-standarized output, artinya terdapat banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis, tergantung pada siapa, kapan, dan di mana jasa tersebut diproduksi.

    3. Inseparability (Tidak Terpisahkan): Barang biasanya diproduksi terlebih dahulu, kemudian dijual, baru dikonsumsi.

    4. Perishability (Tidak Tahan Lama): Perishability berarti bahwa layanan adalah komoditas yang tidak tahan lama, tidak dapat disimpan untuk pemakaian ulang di waktu yang akan datang, dijual kembali, atau dikembalikan.

    3. Karakteristik Jasa Menurut Griffin (1996) dalam Lupiyoadi (2014:7-8)

    Karakteristik jasa menurut Griffin (1996) adalah sebagai berikut:

    1. Intangibility (tidak berwujud): Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum jasa itu dibeli.

    2. Unstorability (tidak dapat disimpan): Jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan.

    3. Customization (kustomisasi): Jasa sering kali didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, misalnya pada jasa asuransi dan kesehatan.

    4. Karakteristik Jasa Menurut Sumarni (2002:28)

    Menurut Sumarni (2002:28) jasa memiliki empat karakteristik, berikut diantaranya:

    1. Tidak berwujud.

    2. Tidak dapat dipisahkan atau tidak dapat diwakilkan.

    3. Tidak tahan lama.

    4. Keanekaragaman.

    5. Karakteristik Jasa Menurut Belly (Alma 2011: 244)

    Belly (Alma 2011: 244) mengemukakan ada 3 karakteristik jasa, yaitu:

    1. Lebih bersifat tidak berwujud daripada berwujud (more intangible than tangible)

    2. Produksi dan konsumsi bersamaan waktu (stimultaneous production and consumption)

    3. Kurang memiliki standard dan keseragaman (less standardized and uniform)

  • Mengenal 7 Warisan Budaya dari Kerajaan-Kerajaan Islam yang Pernah Berjaya di Indonesia

    Mengenal 7 Warisan Budaya dari Kerajaan-Kerajaan Islam yang Pernah Berjaya di Indonesia

    Indonesia adalah negara yang kaya akan warisan budaya, mulai dari zaman kerajaan. Sebagian warisan budaya tersebut datang dari kerajaan-kerajaan Islam yang pernah berjaya pada masanya.

    Hal tersebut membuktikan jika kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia memberi pengaruh yang begitu kuat pada masyarakat sehingga banyak warisan budaya yang ditinggalkan hingga saat ini.

    Warisan Budaya Kerajaan Islam Indonesia

    Apa saja warisan budaya dari kerjaan-kerajaan Islam tersebut? Berikut diantaranya.

    1. Senjata Rencong

    Rencong adalah sebuah senjata pusaka khas Aceh yang sudah ada sejak abad ke-16 silam. Rencong tak hanya digunakan sebagai senjata saja, tapi juga simbol keberanian serta kepahlawanan.

    Pada masa Kerajaan Aceh Darussalam, hampir semua masyarakat Aceh membawa rencong dengan dikalungkan di pinggan.

    Rencong juga memiliki tingkatan yang mencerminkan strata masyarakat yang dilihat dari bahan dasar pembuat sarung dan belati.

    Jika terbuat dari gading dan emas, maka itu untuk raja/sultan dan ratu/sultanah. Sementara jika terbuat dari tanduk kerbau, kayu, kuningan, dan besi putih adalah simbol untuk masyarakat biasa.

    Menurut sejarah, ada setidaknya 5 jenis rencong yang dikenal oleh masyarakat Aceh, yaitu Rencong Meucugek, Rencong Pudoi, Rencong Hulu Puntong, Rencong Meukure, dan Rencong Meupucok.

    2. Tenun Songket Siak

    Kain tenun Siak adalah warisan budaya yang pertama kali dikenalkan oleh seorang pengrajin wanita bernama Wan Siti Binti Wan Karim pada masa Kerajaan Siak. Pengrajin tersebut berasal dari Kerajaan Terengganu di Malaysia.

    Pada masa kejayaan Kerajaan Siak, Tenun Songket Siak hanya digunakan oleh kalangan bangsawan, seperti sultan, kerabat, dan para pembesar Istana Siak.

    Salah satu ciri khas dari tenun Songket Siak adalah tenunan yang halus dan motif songket yang rumit. Hal tersebut melambangkan derajat dan kedudukan tinggi bagi yang mengenakannya.

    3. Kuliner Nasi Ndoreng

    Nasi ndoreng atau Sega ndoreng adalah salah satu kuliner khas dari Kerajaan Demak Bintoro yang sampai saat ini masih populer dan banyak disukai.

    Sekilas, penampilannya memang mirip dengan nasi pecel, tapi cara memasak dan penyajiannya jauh berbeda.

    Pada seporsi Nasi Ndoreng terdapat nasi matang yang ditumpuk dengan berbagai sayuran, seperti petai cina, jenthut (jantung pisang), kembang turi, pucuk daun, daun singkong muda, buah lamtoro mudadan glandir (daun ubi jalar).

    Kemudian, tumpukan nasi dan sayuran tersebut disiram dengan bumbu kacang. Uniknya, bumbu tersebut dimasak menggunakan tungku. Terakhir, ditaburi dengan serundeng di atasnya.

    Sementara untuk menyajikannya, Nasi Ndoreng dibungkus pada pincukan dari daun pisang atau daun jati.

    Urusan rasa jangan khawtir. Kuliner ini memiliki yang menggugah selera, mulai dari gurih, asin, pedas, dan manis.

    4. Alat Musik Kulintang Pring

    Kulintang pring adalah jenis musik tradisional yang berasal dari Lampung. Menurut sejarah, alat musik ini awalnya berkembang di wilayah Kerajaan Sekala Brak, Belalau, Lampung Barat.

    Namun, seiring berjalannya waktu, alat musik tadisional Lampung ini menyebar ke berbagai daerah. Hingga saat ini dapat ditemukan di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Way Kanan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.

    Alat musik Kulintang Pring terdiri dari tujuh bilah bambu, disusun dari yang terpanjang hingga yang terpendek.

    Bunyi yang dihasilkan dari masing-masing bambu juga berbeda. Dimana, bambu terpanjang menghasilkan nada paling rendah, sedangkan bambu terpendek menghasilkan nada paling tinggi.

    Adapun cara memainkan alat musik tradisional Kulintang Pring adalah dengan cara dipukul seperti memainkan alat musik gamelan.

    5. Tari Serimpi

    Tari Serimpi adalah warisan budaya yang sudah dikenal sejak zaman kejayaan Kerajaan Mataram Islam ketika masa pemerintahan Sultan Agung.

    Tarian tradisional ini pada awalnya tergolong sebagai tarian sakral karena hanya dipentaskan di lingkungan Keraton.

    Dan tidak sembarang waktu dapat memainkan tarian ini. Sebab, Tari Serimpi hanya digunakan untuk keperluan upacara kenegaraan dan peringatan kenaikan tahta.

    Namun, seiring dengan berjalannya waktu, tarian ini kemudian dapat dinikmati oleh masyarakat umum, terutama pada acara resmi seperti saat penyambutan tamu atau acara lainnya.

    6. Hiasan Kepala Tangkulok

    Tangkulok sendiri merupakan hiasan kepala yang berbentuk seperti lidah yang terbuat dari selembar kain dilipat tanpa sambungan. Hiasan ini digunakan oleh para penari Seudati.

    Hiasan kepala Tangkulok diperkirakan pertama kali muncul pada masa Kesultanan Aceh.

    Konon, hiasan kepala Tangkulok terinspirasi dari bentuk ekor burung balam sehingga sangat cocok dikenakan pria agar terlihat lebih tangguh dan bijaksana.

    Pada masa kerajaan, Tangkulok dijahit manual dengan tangan tanpa menggunakan pola khusus. Sementara untuk mengikat bagian ujungnya, cukup dengan menggunakan jahitan tangan saja.

    7. Upacara Sekaten

    Upacara Sekaten adalah sebuah tradisi yang sudah dikenal sejak zaman kerajaan Islam pertama di Jawa, yaitu Kerajaan Demak.

    Menurut sumber dari Kesultanan Yogyakarta, upacara atau ritual Sekaten diselenggarakan untuk memeringati kelahiran Nabi Muhammad.

    Kemudian, nama “Sekaten” juga punya sejarah sendiri. Beberapa berpendapat menyebut bahwa Sekaten berasal dari kata sekati, yaitu seperangkat gamelan dari zaman Majapahit.

    Dalam versi lain ada pendapat yang menyatakan bahwa istilah Sekaten berasal dari bahasa Arab, syahadatain, yaitu kalimat untuk menyatakan seseorang telah memeluk agama Islam, dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “Syahadat”.

    Sampai saat ini, ada empat keraton yang masih melaksanakan upacara Sekaten, yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Kesultanan Kasepuhan, dan Kanoman Cirebon.

    Nah, itulah beberapa warisan budaya dari kerajaan-kerajaan Islam Indonesia. Keberadaan warisan budaya sangat penting untuk membuktikan eksistensi kerajaan yang pernah berjaya di masa lalu.

  • Seni Representatif: Pengertian Menurut Ahli, Jenis, dan Contohnya

    Seni Representatif: Pengertian Menurut Ahli, Jenis, dan Contohnya

    Seni adalah ungkapan jiwa seseorang yang dituangkan dalam sebuah bentuk karya, seperti karya lukis.

    Dalam seni lukis, terdapat berbagai aliran, salah satunya adalah seni representatif. Apa itu seni representatif dan bagaimana contohnya?

    Dalam artikel ini, sastrawacana.id/ akan membahas pengertian seni representatif secara lengkap, hingga jenis dan contohnya.

    Pengertian Seni Representatif

    Secara konsep, seni representatif adalah sebuah aliran seni yang menghubungkan antara makna dan bahasa, biasa juga disebut sebagai peristiwa kebahasaan.

    Seni representatif adalah sebuah gaya lukisan yang objeknya mengacu pada kenyataan dalam kehidupan dan alam.

    Seni representatif juga cenderung lebih mengedepankan emosi serta perasaan pelukis dalam menciptakan sebuah karya.

    Selain itu, representatif juga memiliki ketergantungan terhadap tanda dan citra yang dapat dipahami secara kulutral.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), representasi dapat diartikan sebagai perbuatan yang mewakili, ataupun keadaan yang bersifat mewakili disebut representasi.

    Jadi, apa kesimpulannya?

    Kesimpulan sederhananya, pengertian seni representatif adalah gaya seni yang mendeskripsikan tentang kondisi nyata yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

    Pengertian Seni Representatif Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian seni representatif menurut para ahli.

    1. Stuart Hall (1997:15)

    Representasi adalah sebuah produksi konsep makna dalam pikiran melalui bahasa. Ini adalah hubungan antara konsep dan bahasa yang menggambarkan obyek, orang, atau bahkan peristiwa nyata ke dalam obyek, orang, maupun peristiwa fiksi.

    2. Pilang (2003)

    Representasi juga dapat berarti sebagai suatu tindakan yang menghadirkan atau merepresentasikan sesuatu lewat yang diluar dirinya biasanya berupa tanda atau symbol.

    3. Stuart Hall (1997:15)

    Makna dikonstruksi oleh sistem representasi dan maknanya diproduksi melalui sistem bahasa yang fenomenanya tidak hanya terjadi melalui ungkapan verbal, namun juga visual.

    4. Soehardjo (2012: 110)

    Representasi dalam seni artinya kegiatan mengulang kembali bentuk yang kasat indera dengan cara disesuaikan dengan media seni yang digunakan.

    5. Danesi (dalam Wibowo, 2011: 122)

    Proses merekam ide, pengetahuan atau pesan dalam beberapa cara fisik disebut representasi. Ini dapat didefinisikan lebih tepat sebagai keguanaan dari tanda yaitu untuk menyambungkan, melukiskan, meniru sesuatu yang dirasa, dimengerti, diimajinasikan, atau dirasakan dalam beberapa bentuk fisik.

    Jenis Pendekatan Representatif

    Menurut Hall (1997:13), ada tiga jenis pendekatan representatif, yaitu reflection, intentional, dan constructive. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

    1. Reflection, pendekatan untuk menjelaskan makna yang digunakan dalam mengelabuhi objek, seseorang, ide-ide, ataupun kejadian dalam kehidupan nyata.

    2. Intentional, pendekatan yang memberikan definisi tentang bagaimana bahasa dan fenomenanya dapat dipakai untuk pemaknaan tersendiri atas apa yang tersirat dalam pribadinya.

    3. Constructionist, yaitu pendekatan yang lebih menekankan pada proses konstruksi makna melalui bahasa yang digunakan.

    Itulah jenis pendekatan representatif menurut Hall (1997:13).

    Kemudian, secara umum seni representatif juga terbagi menjadi tiga jenis atau aliran, antara lain:

    1. Naturalisme

    Jenis ini menjadikan alam sebagai objeknya, sehingga mengharuskan pelukis mempunyai ketelitian yang tinggi dalam proses melukis.

    Beberapa pelukis terkenal yang menganut aliran naturalisme antara lain Abdullah Suryobroto, Basuki Abdullah, Constabel, dan Claude.

    2. Realisme

    Aliran ini beranggapan jika tidak ada ilusi di dunia sehingga seluruh karya mengacu pada kenyataan hidup.

    Sehingga hasil karya aliran relisme sangat sesuai dengan kenyataan yang. Adapun beberapa pelukis yang bergaya realism adalah Wardoyo, Tarmizi, Trubus, dan Dullah.

    3. Romantisme

    Aliran romanitsme memilki sifat imajiner, artinya suka menggambarkan sesuatu yang berkenaan degnan kisah-kisah romantis ataupun peristiwa yang dramatis.

    Aliran ini diterapkan oleh beberapa pelukis terkenal seperti Raden Saleh, Turner, dan Fransisco Goya.

    Contoh Seni Representatif

    Berikut ini adalah beberapa contoh seni lukis representatif.

    1. The Persistence of Memory adalah sebuah seni lukis aliran surealisme karya Salvador Dali yang diciptakan pada tahun 1931.

    2. Woman with a Parasol karya Claude Monet yang dikenal sebagai The Stroll, lukisan minyak di atas kanvas.

    3. The Second of May 1808, sebuah seni lukis romantisme karya Francisco Goya yang dibuat pada tahun 1808.

    4. Lukisan Pantai Flores adalah seni lukis naturalis karya Basuki Abdullah.

    5. Fishermen at Sea adalah lukisan cat minyak awal oleh seniman Inggris J. M. W. Turner yang pertama kali dipamerkan pada tahun 1796.

  • Pengertian Koersi Sosiologi, Jenis, dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Koersi adalah sebuah istilah dalam psikologi yang artinya memaksa, dimana pemaksaan terjadi dari pihak yang kuat terhadap yang lebih lemah.

    Dalam kehidupan sehari-hari bahkan dalam rumah tangga, koersi sering terjadi. Semisal seorang ayah yang memaksakan kehendaknya kepada anak dengan bentuk paksaan, baik secara psikologis maupun fisik.

    Untuk mengetahui apa itu koersi sosiologi dengan lebih jelas, sastrawacana.id/ akan membahas pengertian koersi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

    Pengertian Koersi

    Koersi berasal dari bahasa asing coercion, yaitu bentuk akomodasi melalui paksaan fisik atau psikologi, dimana paksaan ini dilakukan oleh pihak yang dominan.

    Sementara menurut KBBI, koersi adalah bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan menggunakan tekanan sehingga salah satu pihak yang berinteraksi berada dalam keadaan lemah dibandingkan dengan pihak lawan.

    Maka, koersi dapat dilakukan oleh pihak yang berkuasa atau dominan atas sebuah kondisi tertentu.

    Jadi, sederhananya koersi bisa didefinisikan sebagai sebuah bentuk paksaan yang dilakukan seseorang agar kehendaknya dituruti oleh orang lain.

    Koersi juga dapat difungsikan sebagai metode dalam menyelesaikan sebuah konflik ketika perdamaian sulit diraih dengan cara humanis.

    Selain koersi, untuk menyelesaikan sebuah konflik ada beberapa metode lain, seperti kompromi, mediasi, arbitrase, negosiasi, rekonsiliasi, stalemate, transformasi konflik, ajudikasi, segregasi, eliminasi, dan subjugasi.

    Jenis-Jenis Koersi dalam Sosiologi

    Koersi terbagi menjadi dua jenis, yaitu psikologis dan fisik. Penjelasannya sebagai berikut:

    1. Koersi Psikologis

    Dalam koersi psikologis, seseorang hanya memberikan paksaan atau kekerasan yang tidak menggunakan fisik, tapi verbal. Paksaan verbal bisa berupa ancaman agar orang lai mematuhi apa yang dikehendaki.

    Jadi, bisa dikatakan bahwa koersi psikologis lebih menyerang mental dan emosional orang lain sehingga apa yang diinginkan dapat terwujud.

    2. Koersi Fisik

    Sementara koersi fisik lebih kepada kekerasan dan paksaan yang melibatkan anggota tubuh, sehingga orang lain merasa takut.

    Contoh koersi fisik adalah ketika orang tua menjewer anaknya karena ketahuan bolos sekolah. Tindakan tersebut dilakukan agar anak takut sehingga tak mengulangi perbuatan tersebut di lain hari.

    Contoh Koersi Sosiologi dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Berikut ini adalah beberapa contoh akomodasi koersi dalam sosiologi yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Seorang pimpinan perusahaan memecat karyawan yang suka melanggar aturan dan sering terlibat konflik dengan karyawan lainnya.

    2. Polantas memberikan surat tilang kepada pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas.

    3. Tindakan senioritas di sekolah, dimana ada tekanan kepada adik kelas untuk menguasai bahkan memalak uang jajan.

    4. Orang tua memukul anaknya karena ketahuan merokok padahal masih belum cukup umur.

    5. Hukuman kepada penjahat yang kurun waktunya berbeda, sesuai dengan tingkat kejahatan yang dilakukan.

    6. Guru menghukum murid karena datang terlambat, seperti disuruh berdiri di depan kelas atau menyalin tugas.

    7. Sanksi dari pemerintah ketika masyarakat tidak mau vaksin, seperti tidak bisa keluar kota dan sebagainya.

    8. Memarahi orang yang sedang bertengkar dengan kekerasan karena jika dipisah dengan halus mereka tidak mau berhenti bertengkar.

    9. Seorang wanita terus mengancam pacarnya akan diputus jika tidak memenuhi semua keinginannya.

    10. Ayah yang menakut-nakuti anaknya jika terus bermain di luar rumah.

    Nah, itulah pengertian koersi dan contohnya dalam sosiologi. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • Pengertian Kata kerja Transitif dan Intransitif Dilengkapi Contohnya

    Pengertian Kata kerja Transitif dan Intransitif Dilengkapi Contohnya

    Kata kerja adalah jenis kata yang menyatakan perbuatan dari tindakan yang dilakukan seseorang, contohnya seperti bekerja, berenang, bernapas, berlari, dan sebagainya.

    Dalam kata kerja, juga ada jenisnya, yaitu kata kerja transitif dan kata kerja intransitif.

    Pengertian Kata Kerja Transitif

    Kata kerja transitif adalah kata kerja yang subjeknya membutuhkan objek sebagai pelengkap untuk menyatakan suatu pengertian yang lengkap.

    Sehingga, kata kerja transitif selalu selalu lengkapn unsurnya dengan memiliki subjek atau pelaku yang berfungsi menjelaskan tentang pekerjaan yang dilakukan atau diciptakan oleh subjek.

    Contoh kata kerja transitif adalah sebagai berikut:

    Kakak mengambil buku di kamar.

    Penjelasannya sebagai berikut:

    – Kata kakak berperan sebagai subjek
    – Kata mengambil berperan sebagai kata kerja transitif
    – Kata buku berperan sebagai objek
    – Kata kamar berperan sebagai keterangan

    Maka, kalimat di atas harus memiliki objek, yaitu buku. Jika tanpa objek, kalimat tersebut akan menjadi “Kakak mengambil di kamar”

    Sehingga, kata kerja transitif harus dilengkapi dengan objek agar sebuah kalimat dapat memiliki makna yang utuh.

    Pengertian Kata Kerja Intransitif

    Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek sebagai pelengkap dalam menyatakan suatu pengertian dalam kalimat.

    Sehingga, kata kerja transitif tetap mengandung makna meskipun tidak terdapat objek di dalam kalimatnya.

    Menurut Chaer (1994: 250) kalimat intransitif adalah kalimat yang predikatnya berupa verba intransitif, yaitu verba yang tidak memiliki objek.

    Contoh kata kerja intransitif adalah sebagai berikut:

    Ibu belanja di pasar.

    Penjelasannya sebagai berikut:

    – Kata ibu berperan sebagai subjek
    – Kata belanja berperan sebagai kata kerja intransitif
    – Kata di pasar berperan sebagai keterangan

    Kalimat di atas tidak memiliki objek, tapi tetap memiliki makna yang dimengerti oleh pendengar atau pembaca.

    Itulah pengertian kata kerja transitif dan intransitif. Kesimpulannya kesimpulannya yaitu kata kerja transitif adalah kata kerja yang memiliki objek, sedangkan kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak memiliki objek.