Memiliki dapur minimalis adalah sebuah impian bagi kebanyakan wanita ataupun ibu rumah tangga. Pasalnya, dapur yang dikonsep dengan rapi dan cantik dapat meningkatkan kenyamanan sehingga para ibu rumah tangga bisa betah berlama-lama di dapur.

Oleh karenanya, tak heran jika kebanyakan wanita atau ibu rumah tangga sangat antusias untuk memiliki dapur minimalis di rumahnya. Namun, bicara tentang dapur minimalis, sampai saat ini tidak sedikit yang salah kaprah mengartikannya.

Maksud dari salah kaprah adalah dapur minimalis selalu diartikan dalam bentuk visual saja. Padahal, sebenarnya dapur minimalis tidak hanya diperuntukkan sebagai tampilan saja, tapi juga kegunaan dan fungsinya.

dapur berantakan

Sesuai namanya, dapur minimalis bisa diartikan sebagai dapur yang sederhana, simpel, dan tidak berantakan, seperti dapur-dapur pada umumnya. Maka dari itu, seharusnya dapur minimalis memiliki fungsi dan kegunaan agar barang tidak berserakan dan terlihat rapi.

Hal inilah yang perlu dipahami terlebih dahulu karena ada hubungannya dengan urusan biaya atau anggaran. Sebab, jika hanya memperhatikan visual saja, biaya yang dikeluarkan bisa membludak sehingga membuat kantong kering.

Baca juga : Ingin Punya Rumah Modern Tapi Modal Minim? Simak Tipsnya Berikut ini

Namun, jika kita paham fungsi dan kegunaan dapur minimalis, maka biaya dapat ditekan agar menyesuaikan dengan isi kantong. Dilansir dari berbagai sumber, ada dua cara untuk membuat dapur minimalis, adapun caranya sebagai berikut.

1. Renovasi Total

dapur-minimalis

Arti dari renovasi total adalah merombak total dapur rumah kita. Merombak total artinya kita harus membongkar dapur sampai habis tak tersisa, lalu membangunnya lagi. Tentu saja hal ini akan membutuhkan biaya yang cukup banyak.

Untung-untung jika dapur kita memiliki ukuran kecil sehingga tak membutuhkan banyak bahan material. Tapi bagaimana jika ukuran dapur kita cukup luas? Misalnya lebih dari 5 meter. Maka tentu saja biaya yang diperlukan cukup besar.

Menurut informasi yang dihimpun, renovasi total dapur ukuran 3 x 5 meter saja diperlukan setidaknya 20 juta! Angka yang fantastis, bukan?

20 juta itu sudah mencakup pembelian bahan material, seperti batu bata, pasir, semen, baja ringan, instalasi pipa air, dan keramik. Jika ingin pernak-pernik atau variasi lain, tentu saja harganya bisa melebihi itu.

Maka, disarankan bagi yang belum siap anggaran banyak untuk menerapkan opsi kedua dalam pembuatan dapur minimalis. Opsi kedua adalah renovasi ringan.

Baca juga: 5 Ide Dekorasi ini Akan Menyulap Kamar Tidurmu Jadi Lebih Cantik

2. Renovasi Ringan

dapur minimalis

Renovasi ringan adalah kebalikan dari renovasi total. Dalam renovasi ringan, kita tidak perlu membongkar total dapur kita. Yang kita lakukan adalah membongkar sebagian dapur, sesuai dengan selera dan desain yang telah ditentukan.

Dengan menerapkan cara ini, tentu saja biaya dikeluarkan tidak sebanyak renovasi total karena kita tidak merobohkan semuanya. Bahan material yang dibutuhkan pun sedikit. Diperkirakan untuk merenovasi ringan dapur minimalis butuh modal sekitar 5 -10 juta saja.

Kunci utama dari dapur minimalis adalah kitchen set atau kabinet pada dapur. Untuk hal lain, sifatnya opsional. Jadi, dengan modal yang terbatas, kita bisa meminta bantuan tukang kayu atau pengrajin untuk mendesain kitchen set sesuai dengan ukuran yang ditentukan.

Anggap saja kita sedia biaya 10 juta. Lalu, untuk membuat dasaran baru, material yang dibutuhkan sekitar 5 juta untuk membeli batu bata, semen, baja, dan keramik (opsional).

Kemudian untuk membuat kitchen set diperlukan sekitar 1-5 juta sesuai bentuk dan ukuran. Kita bisa memilih sesuai dengan selera, tapi juga harus diperhitungkan dengan modal yang dimiliki.

Jika ada sisa uang, maka bisa kita gunakan untuk dekorasi, misalnya aksesoris pot bunga, meja kecil, gantungan, wadah piring, wadah sendok, ataupun dekorasi tempel untuk mempercantik tampilan dapur minimalis kita.

Nah, itulah perkiraan biaya untuk memiliki dapur minimalis. Jadi, yang terpenting adalah fungsi dan kegunaannya, bukan hanya tampilan visual saja. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lain hanya di Sastrawacana.