Festival Sastra Banggai ke-4 akan tetap digelar pada tanggal 12-15 Juni 2020 meski di tengah pandemi. Hanya saja, festival sastra tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ya, FSB tahun 2020 digelar secara virtual demi menghindari penyebaran virus covid-19.

”Bagi kami, pandemi Covid-19 yang menunda banyak kegiatan mesti disiasati. Dengan tren virtual di masa pandemi ini, kami pun memutuskan menyelenggarakan FSB (Festival Sastra Banggai) secara virtual. Kami ingin tetap bersuara di tengah pembatasan dan keterbatasan,” kata Direktur Festival Sastra Banggai (FSB) Ama Achmad (10/6/2020), dikutip dari laman kompas.

Nantinya, festival ini akan dilaksanakan secara langsung melalui dua akun media sosial, yaitu Facebook dan Instragram resmi Festival Sastra Banggai (FSB). Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini, pecinta sastra justru diuntungkan karena lebih banyak platform untuk menuangkan karya.

Baca juga: Pengertian Psikologi Sastra Menurut Para Ahli

Perlu diketahui, rencana awal FSB 2020 akan digelar di RTH Teluk Lalong dalam jangka waktu 10 hari yang dimulai pada tanggal 21 Juni hingga 30 Juni 2020. Hanya saja, mengingat pandemi yang masih mengkhawatirkan, akhirnya acara ini digelar secara virtual.

Sebagai informasi, Festival Sastra Banggai adalah sebuah kegiatan yang diprakarsai oleh Yayasan Babasal Mombasa pada 2017 lalu sebagai sarana berkumpulnya pegiat literasi. Festival Sastra pertama digelar di RTH Teluk Lalong dan terbilang cukup sukses karena dihadiri oleh ratusan peserta dan puluhan narasumber.

Baca juga: Jangan Malas, Inilah 7 Manfaat Membaca Karya Sastra

FSB 2020

Setiap tahun, festival ini diselenggarakan dengan tema berbeda yang biasanya diangkat dari peristiwa yang sedang hangat di masyakarat. Seperti halnya pada festival tahun 2020 ini, FSB mengusung tema “Life in The Time of Corona” yang merupakan adaptasi dari novel berjudul Love in the Time of Cholera (1985) karya Gabriel Garcia Marques, novelis asal Kolombia.

Adapun pemateri dan pemantik pada Festival Sastra Banggai 2020 adalah sebagai berikut.

  1. Gladys A (Jakarta)
  2. Dwi Ratih Ramadhany (Yogyakarta)
  3. Almer Kasa (Palu)
  4. Neni Muhidin (Palu)
  5. Ign. L. Adhi Bhaskara (Kepala Riset Tirto.id) (Jakarta)
  6. I Putu Ardika Yana (Psikolog) (Palu)
  7. Breyfi Talanggai (aktor) (Manado)
  8. Theoresia Rumthe (Salatiga)
  9. Weslly Johannes (Salatiga)
  10. Windy Ariestanty (Yogyakarta)
  11. Ivan Lanin (Jakarta)
  12. Lily Yulianti Farid (Melbourne, Australia)
  13. Prima Sulistya (Pemred Mojok) (DIY)
  14. Reza Nufa (DIY)
  15. Ama Achmad
  16. Alfinrizal (DIY)
  17. Falla Adinda (dokter relawan medis Wisma Atlet) (Jakarta)
  18. Aan Mansyur (Makassar)
  19. Azhari Aiyub (Aceh)
  20. Siska Yuanita (Editor Gramedia Pustaka Utama) (Jakarta)
  21. Dea Anugrah (Penulis, Pemred Asumsi.co) (Jakarta)
  22. Safar Nurhan (Jakarta)

Pemantik:

  1. Rachmad Lasaka
  2. Tiwi Djalal
  3. Lady Diana
  4. Abdi Gunawan
  5. Safar Nurhan