Setelah beberapa bulan belajar dari rumah, tidak sedikit siswa yang akhirnya merasa jenuh dan rindu dengan aktivitas di dalam sekolah. Hal ini juga dirasakan oleh siswa yang berasal dari Jawa Tengah.

Menanggapi hal ini, Ganjar Pranowo selaku orang nomor satu di Jawa Tengah, sedang mencari solusi bagaimana agar proses belajar mengajar di sekolah dapat terealisasi dengan lancar, aman, dan nyaman.

Baca juga: Tidak Bayar SPP Selama Pandemi, Siswa Terancam Tak Bisa Ikuti Ujian

Namun, Ganjar mengaku tidak ingin terburu-buru. Saat ini ia sedang mempersiapkan skenario pendidikan yang baru untuk kebaikan bersama. Salah satu skenarionya mulai dari pembatasan jumlah siswa.

“Kita batasi dulu yuk yang masuk satu level saja, misalkan kelas enam saja atau sembilan saja, dari frekuensi dari kuantitas kita coba,” ujar Ganjar, dikutip dari laman IDNTimes.

Ganjar menerangkan jika skenario ini lebih sulit diterapkan di lingkungan pondok pesantren, mengingat tradisi serta ciri khas pondok pesantren yang suka berkumpul, misalnya satu kamar diisi oleh beberapa santri.

“Di pondok pesantren gak gampang, karena rame-rame, satu kamar ramai-ramai, banyak baju, handuk ditaruh sana sini. Ya pokoknya khas pondok,” terangnya.

Baca juga: New Normal, Inilah Beberapa Aturan Baru di Sekolah

Sampai saat ini, Ganjar masih belum dapat memastikan kapan sekolah akan dibuka kembali. Yang jelas, dari kerinduan para siswa tersebut, Ganjar akan melakukan beberapa langkah ke depan untuk mempersiapkan semuanya, termasuk percontohan serta prokol kesehatan.

“Dari siswa rindu, lah dari orang tuanya bilang jangan dulu dong, di sekolah kan gak bisa diatur, nanti bawa penyakit. Loh saya malah dimarahi,” ujar dia saat live Instagram bersama IDN Times, Selasa (10/6/2020).