Menstruasi adalah proses alami yang terjadi pada tubuh perempuan sebagai bagian dari siklus reproduksi.
Proses ini ditandai dengan keluarnya darah dari vagina yang berasal dari peluruhan lapisan dinding rahim (endometrium) karena tidak terjadi pembuahan sel telur.
Siklus menstruasi umumnya berlangsung sekitar 21–35 hari, dengan rata-rata 28 hari, dan dialami oleh perempuan usia subur, biasanya mulai dari usia 10–15 tahun (pubertas) hingga menopause.
Proses Terjadinya Menstruasi
Fase Menstruasi (Hari 1–5)
- Jika sel telur yang dilepaskan tidak dibuahi oleh sperma, maka dinding rahim yang sebelumnya menebal sebagai persiapan kehamilan akan meluruh.
- Peluruhan ini disertai keluarnya darah, lendir, dan jaringan dari tubuh melalui vagina. Inilah yang disebut menstruasi.
Fase Folikular (Hari 1–13)
- Berlangsung bersamaan dengan fase menstruasi.
- Kelenjar hipofisis di otak mengeluarkan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone), yang merangsang pertumbuhan beberapa folikel (kantung berisi sel telur) dalam ovarium.
- Salah satu folikel akan berkembang menjadi dominan dan mempersiapkan pelepasan sel telur.
Fase Ovulasi (Hari 14)
- Ketika kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) meningkat tajam, maka folikel yang matang akan pecah dan melepaskan sel telur dari ovarium.
- Peristiwa ini disebut ovulasi, dan merupakan masa paling subur bagi perempuan.
Fase Luteal (Hari 15–28)
- Setelah ovulasi, folikel yang pecah berubah menjadi korpus luteum, yang menghasilkan hormon progesteron.
- Progesteron berperan menebalkan dan mempersiapkan dinding rahim agar siap menerima sel telur yang telah dibuahi.
- Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan menyusut, kadar progesteron menurun, dan dinding rahim mulai meluruh, memulai siklus menstruasi berikutnya.
Hormon yang Berperan dalam Menstruasi
Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Berperan penting dalam merangsang pertumbuhan dan pematangan folikel di ovarium. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak dan memulai siklus menstruasi dengan menyiapkan sel telur.
Hormon LH (Luteinizing Hormone)
Diproduksi oleh kelenjar hipofisis dan berfungsi memicu ovulasi, yaitu pelepasan sel telur dari folikel. LH juga membantu pembentukan korpus luteum yang nantinya memproduksi hormon progesteron.
Hormon estrogen
Dihasilkan oleh folikel yang sedang berkembang. Estrogen membantu menebalkan dinding rahim dan mempersiapkan tubuh untuk kemungkinan kehamilan. Hormon ini juga memengaruhi berbagai perubahan fisik selama masa pubertas dan siklus menstruasi.
Hormon progesteron
Diproduksi oleh korpus luteum setelah ovulasi. Hormon ini menjaga ketebalan dan kesiapan lapisan rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. Jika tidak ada pembuahan, kadar progesteron akan turun dan menyebabkan dinding rahim meluruh, sehingga terjadi menstruasi.








