1. Kalimat Tanya Biasa

Kalimat tanya biasa digunakan untuk percakapan sehari-hari secara umum, meliputi apa, bagaimana, mengapa, kapan, dan di mana. Kalimaat tanya ini biasanya langsung direspon karena tidak ada unsur memancing atau memaksa untuk menjawab.

Contoh kalimat tanya biasa:

  • Di mana rumahmu?
  • Siapa namamu?
  • Apa warna favoritmu?
  • Mengapa kamu suka kue?
  • Kapan kamu lahir?

Baca juga: Pengertian Kalimat Gramatikal dan Contohnya

2. Kalimat Tanya Retorik

Kalimat tanya retorik adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tidak mengharuskan adanya jawaban. Kalimat tanya retorik cenderung bersifat pernyataan hanya untuk mencari perhatian atau bermaksud memberi semangat, gugahan, atau kritik. Kalimat tanya retorik sering digunakan dalam pidato-pidato atau orasi.

Contoh kalimat tanya retorik:

  • Bukankah berdamai itu sangat indah?
  • Tidakkah kamu mencintai anakmu?
  • Sungguhkah kamu ingin meninggalkan istrimu?
  • Bukahkah kebersihan adalah pangkal kesehatan?

3. Kalimat Tanya Konfirmasi dan Klarifikasi

Kalimat tanya konfirmasi digunakan untuk melakukan klarifikasi maupun konfirmasi  (pembenaran/penegasan) yang jawabannya tidak terlalu panjang. Umumnya, kalimat tanya ini dijawab dengan jawaban “ya” atau “tidak”.

Baca juga: Kalimat Denotatif dan Konotatif Beserta Contohnya

Ada beberapa hal yang menandai bentuk pertanyaan untuk konfirmasi atau klarifikasi, yaitu seperti berikut :

  1. Menggunakan informasi tanya dengan menekankan kata-kata yang dipentingkan.
  2. Menggunakan partikel -kah.
  3. Menggunakan kata tanya apa atau apakah.
  4. Menggunakan kata tidak atau bukan sebagai unsur penegas.
  5. Sebagai penegasan benar tidaknya, menggunakan kata bantu: benar, betul, jadi benar, dan jadi.

Contoh kalimat tanya konfirmasi:

  • Apakah dia benar pacarmu?
  • Apakah kamu berada di lokasi saat terjadi pembunuhan?
  • Diakah yang mencuri uangmu?

Baca juga: Pengertian Kalimat Majemuk Beserta Jenis dan Contohnya

4. Kalimat Tanya Tersamar

Kalimat tanya tersamar adalah kalimat tanya yang berisi pertanyaan yang diajukan secara tidak langsung bukan untuk menggali informasi, klarifikasi, dan konfirmasi melainkan mengandung maksud-maksud lain. Beberapa model kalimat tanya tersamar antara lain :

  1. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan memohon.
  2. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan meminta.
  3. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyeluruh.
  4. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan mengajak.
  5. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan merayu.
  6. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyindir (mengkritik, mencela, mengejek).
  7. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan meyakinkan.
  8. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyetujui.
  9. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyanggah.
  10. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menawarjan sesuatu.

Contoh kalimat tanya tersamar:

  • Bisakah kamu hormati suamimu sehari saja?
  • Sungguhkah kamu tidak ingin bercerita hari ini?
  • Tidak bisakah kamu berbuat baik sekali saja?