Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, secara resmi mengumumkan kalender akademik pendidikan tinggi 2020/2021 dimulai pada Agustus 2020.

Namun, Nadiem mengatakan jika kegiatan belajar tetap dilakukan secara jarak jauh atau daring. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan keselamatan peserta didik sekaligus tenaga didik.

Baca juga: Keren, Mahasiswa UNY Buat Tiruan Bata Dari Ampas Tebu

Selain itu, Nadiem juga menuturkan jika Universitas memiliki potensi untuk melakukan proses belajar secara virtual.

“Tapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring, jadi masih online. Belum belajar tatap muka, belum masuk,” ujar Nadiem saat mengadakan virtual zoom Webinar di Jakarta, Senin (15/6).

Namun, aturan ini hanyalah sementara mengingat penyebaran covid-19 yang masih tinggi. Tak menutup kemungkinan nantinya aturan akan berubah lagi, mengikuti perkembangan pandemi yang sedang terjadi.

“Saat ini semua perguruan tinggi masih melakukan secara online sampai kalau ke depannya mungkin kebijakan berubah, tapi untuk saat ini belum berubah,” kata Nadiem.

Baca juga: Wapres: Kegiatan Belajar Boleh Tatap Muka Asal Penuhi Syarat ini

Jika memang ada aktivitas prioritas yang mewajibkan mahasiswa untuk datang ke kampus karena sulit dilakukan secara online, maka mahasiswa diizinkan untuk datang ke kampus asal dengan protokol kesehatan lengkap. Misalnya syarata kelulusan adalah melakukan praktik lab, maka mahasiswa bersangkutan diperkenankan untuk datang ke kampus mengikuti praktik.

“Kalau ini aktivitas prioritas yang berdampak pada kelulusan siswa, masing-masing pemimpin perguruan tinggi diperbolehkan mengizinkan aktivitas mahasiswa datang ke kampus hanya untuk aktivitas prioritas itu yang berhubungan dengan kelulusan,” ucap Nadiem.