Bicara tentang menulis, tidak sedikit orang yang menganggap bahwa menulis adalah sebuah aktivitas yang cukup membosankan dan melelahkan.

Hal itu mengindikasikan bahwa kegiatan atau aktivitas menulis memang tidak mudah untuk dilalukan. Sebab, dalam aktivitas ini tidak hanya fisik saja yang diuji, melainkan juga otakl.

Kalau dicermati lagi, padahal menulis tidak membutuhkan banyak tenaga, bukan? Bahkan, bisa dilakukan hanya dengan duduk saja, tanpa perlu berkeringat pula.

manfaat-menulis
photo credit : pexels.com

Tapi, bagaimana bisa rasa lelah itu muncul dengan kuatnya? Ya, tentu saja akibat otak yang sudah tak mampu berpikir lagi. Ketika otak dipaksa untuk berpikir, justru akan menyebabkan tubuh menjadi sangat lelah.

Namun, berbeda dengan orang yang rutin dan rajin menulis. Biasanya, bukan rasa bosan dan lelah yang didapatkan, tapi rada bahagia dan kenyamanan. Bahkan bisa juga memperbaiki mood yang sedang tidak stabil.

menulis
photo credit : pexels.com

Hal itu dikarenakan otak telah terbiasa untuk berpikir cepat dan akhirnya tidak manja. Semakin sering diasah, semakin tajam pula kemampuan otak, yang tentu saja akan bermanfaat dalam menjalani kehidupan.

Namun, lebih dari itu ternyata menulis juga punya manfaat hebat lainnya yang jarang disadari oleh kebanyakan orang. Apa saja manfaat tersebut? Simak informasinya berikut ini.

Baca juga : 8 Langkah Membuat Lagu yang Indah dan Enak Didengar

1. Meningkatkan Kinerja Otak

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, menulis adalah sebuah aktivitas yang mengandalkan kekuatan otak. Jadi, dengan sering menulis, maka secara tidak langsung otak juga akan semakin terlatih juga.

Saat otak sudah terlatih, maka seseorang akan memiliki kinerja otak baik, misalnya mampu berpikir dan mengingat dengan baik. Hal ini sangat penting dalam mendukung perjalanan hidup manusia yang penuh dengan cerita.

2. Meningkatkan Kreativitas

Sebagai seorang penulis, diwajibkan untuk memiliki ide-ide baru yang nantinya dituangkan dalam karya tulisnya. Tentu saja, dengan melatih otak untuk menemukan ide baru bisa membuat seseorang menjadi lebih kreatif.

Jadi, kreativitas seorang penulis tidak perlu diragukan lagi. Penulis tidak hanya pandai mengolah kata, tapi juga ahli dalam mencari solusi atas masalah dengan ide-idenya yang baru.

3. Mencegah Kepikunan

Pikun adalah salah satu masalah otak yang cukup ditakuti oleh kebanyakan orang. Walaupun semua akan mengalaminya, tapi setidaknya pikun bisa dicegah dan ditekan agar tidak muncul di usia muda.

Banyak pakar yang mengatakan bahwa salah satu cara untuk mencegah pikun di usia muda adalah dengan menulis. Sebab, otak akan dilatih untuk mengingat kejadian demi kejadian ketika merangkai aksara dengan sebuah pena.

4. Memperbaiki Mood

Selanjutnya, menulis juga bisa dikatakan sebagai aktivitas untuk memerbaiki mood seseorang. Mengapa demikian? Sebab, seseorang bisa menuangkan keluh kesahnya ke dalam sebuah tulisan.

Bahkan, banyak yang mengatakan bahwa menulis adalah media curahan hati yang paling pintar menjaga rahasia. Apapun keluh kesah yang digores, akan tersimpan rapat dan tidak akan diketahui oleh orang lain.

5. Media Belajar

Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan bahwa membaca adalah jendela dunia. Sebab, dengan rutin membaca, seseorang akan mendapatkan segudang ilmu di otaknya.

Dengan begitu, menulis juga cukup bermanfaat sebagai media belajar untuk orang lain, bukan? Apalagi jika informasi yang ditulis bisa bermanfaat bagi kepentingan umum, tentu sangat membahagiakan.

6. Media Dakwah

Selanjutnya, menulis juga sangat ampuh sebagai media dakwah. Dalam tulisan, seorang pendakwah bisa menyisipkan nilai-nilai moral yang luhur seperti apa yang diajarkan nenek moyang.

Hal ini sangat bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Oleh karenanya, aktivitas menulis memang merupakan sebuah aktivitas yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

7. Rekam Jejak Sejarah

Ada sebuah manfaat lain dari menulis yang bermanfaat bagi khalayakak ramai, yakni menulis sebagai rekam jejak sejarah.

Sebab, perlu disadari bahwa apa yang terjadi saat ini tentu saja sangat berbeda dengan di masa depan. Dengan mengabadikannya dalam tulisan, maka generasi yang akan datang menjadi tahu bagaimana kehidupan pada masa sekarang.