Beranda Terkini Musim Corona, Penjualan Buku Melonjak Drastis

Musim Corona, Penjualan Buku Melonjak Drastis

7
0
toko buku

Sejak mewabahnya virus COVID-19 atau corona, hampir semua negara menerapkan aturan social distancing untuk segenap warganya. Warga diminta untuk tidak keluar rumah dalam beberapa waktu guna memutus rantai penyebaran virus corona.

Tentu saja kebijakan ini berdampak pada berbagai hal, termasuk pada perekonomian dunia. Saat ini krisis ekonomi sedang menghujam berbagai sektor industri. Hampir semua bidang bisnis mengalami kemerosotan sehingga tidak sedikit perusahaan yang merumahkan karyawannya.

Namun, di balik krisis ekonomi yang tengah terjadi saat ini, industri buku justru mengalami lonjakan yang drastis. Ketika masyarakat diminta untuk berdiam diri di rumah, maka mereka menjadikan buku sebagai pelarian, terlebih untuk anak-anak atau pelajar.

Kebijakan untuk belajar dari rumah ternyata bisa memberi dampak besar bagi industri penerbitan buku. Pasalnya, kebanyakan orang tua ingin tetap mendukung edukasi anak-anaknya dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan membelikan buku sebagai bahan pembelajaran selagi pandemi corona masih mengancam.

Di Amerika Serikat, penjualan buku anak-anak non fiksi naik hingga 66 persen di bulan Maret, Menurut data yang dilansir oleh NPD Group, sebuah perusahaan data dan konsultansi konsumen yang beroperasi di 20 negara dengan 2000 klien.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun berlomba-lomba membeli buku bacaan untuk mengisi waktu luang. Seperti yang dikatakan oleh Presiden International Publisher Association, Hogo Setzer, seperti dilaporkan oleh situs World Economic Forum, bahwasanya anjuran untuk “stay at home” memang benar-benar mengubah kebiasaan seseorang menjadi suka membaca.

Lonjakan ini tidak hanya berlaku untuk buku non fiksi saja, tapi juga untuk buku fiksi. Menurut laporan BBC, kenaikan pembelian buku fiksi mencapai 30 persen yang meliputi novel, prosa, dan sejenisnya.