Setiap orang tua pasti sangat mendambakan anaknya berprestasi di sekolah. Sebab prestasi merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Selain itu, prestasi juga bisa dikatakan sebagai wujud kesuksesan orang tua dalam mendidik anak di rumah.

Sebab bagaimanapun juga peran orang tua sangat penting dalam mendidik dan mencerdaskan anaknya, baik dalam urusan akademis maupun bidang lainnya.

Namun, bagaimana jika nilai anak sampai turun di sekolah? Apa yang harus dilakukan? Membiarkannya atau menghukumnya?

Tentu saja setiap orang tua memiliki caranya masing-masing dalam mendidik atau menghukum anaknya. Ada yang membiarkan begitu saja. Ada juga yang menghukum.

Dalam menghukum juga beragam, ada yang dengan cara lembut, misalnya menambah jam belajar anak. Ada juga yang menghukum dengan cara kasar, misalnya membentak atau bahkan sampai main fisik.

Tapi, penting untuk diketahui oleh orang tua, yaitu penyebab terjadinya kemerosotan nilai itu sendiri. Seperti dikutip dari National Institute of Education (NIE), bahwasanya ujian adalah bentuk penilaian sumatif dan tak memberi gambaran utuh soal cara anak berpikir.

Maksudnya, nilai ujian di sekolah tidak bisa secara langsung mengatakan bahwa anak gagal. Tapi sebagai orang tua harus bisa mengenali penyebab kenapa anak tidak mendapatkan nilai maksimal di sekolah.

Baca juga: 4 Dampak Buruk Sering Memarahi Anak

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, salah satunya adalah proses belajar yang kurang dipahami oleh anak. Sebagaimana diketahui, setiap anak pasti memiliki kemampuannya masing-masing. Jadi, ketika terjadi kegagalan nilai, maka tidak seharusnya orang tua langsung menghardik, apalagi menghukum anaknya.

Yang sebaiknya dilakukan adalah menanyakan secara langsung apa penyebab dari merosotnya nilai. Bicaralah dengan lembut agar anak tidak takut sehingga dia bisa berbicara jujur. Dengan begitu orang tua bisa menemukan penyebab dan mencari solusi yang terbaik untuk anaknya.

Menghukum bukanlah sebuah keputusan yang tepat karena hanya akan menyebabkan anak menjadi lebih tertekan. Tapi anak juga tidak bisa dibiarkan begitu saja ketika nilainya menurun. Perlu ada komunikasi yang intens antara orang tua dan anak agar sang anak bisa meluapkan unek-unek dan kendalanya selama ini.