Beranda Artikel 7 Fakta Origami, Seni Lipat Kertas dari Jepang

7 Fakta Origami, Seni Lipat Kertas dari Jepang

16
0
origami
photo: pexels

Origami adalah sebuah seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Menurut bahasa, Origami (折り紙, dari ori berarti “lipat”, dan kami yang berarti “kertas”. Umumnya, origami menggunakan kertas, tapi bisa juga menggunakan kain yang tujuannya sama, yaitu dibentuk sedemikian rupa menjadi pola yang unik dan lucu, misal binatang.

Seni origami sangat populer di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di Negara kita tercinta, kebanyakan anak-anak PAUD atau TK sudah diajarkan origami. Dalam membuat origami, tidak ada aturan khusus sehingga setiap anak bisa berkreativitas tanpa batas.

Nah, bicara tentang origami, ada beberapa fakta menarik yang jarang diketahui. Apa saja fakta tentang origami tersebut? Dari berbagai sumber yang dihimpun, Sastrawacana.id telah merangkum beberapa fakta menarik tentang origami, yuk disimak!

Baca juga: 7 Tanda Kamu Punya Bakat Seni dari Lahir

1. Origami Bukan Berasal Dari Jepang

seni origami
photo: pexels

Muncul kabar jika seni origami bukanlah berasal dari Jepang. Menurut informasi yang dihimpun, seni lipat kertas ini sudah ada sejak tahun 507 Masehi. Yang mengejutkan lagi, Tiongkok juga telah lama mengenal seni melipat kertas ini, hanya saja namanya bukan origami. Selain itu, masyarakat Eropa juga telah lama melakukan kegiatan seni melipat kertas. Kendati demikian, Jepang lah yang mempopulerkan seni ini sehingga diakui dunia bahwa origami berasal dari Jepang.

2. Awalnya Origami Hanya Dilakukan Oleh Kaum Elit

origami
photo: pexels

Pada mulanya, origami hanya dilakukan oleh kaum elit di Jepang. Hal ini dikarenakan pada saat itu, komoditas kertas cukup langka dan harganya tinggi. Sehingga tidak semua orang bisa memaikan seni lipat kertas ini. Seiring perkembangan zaman, komoditas kertas semakin banyak sehingga semua kalangan bisa memainkan seni ini.

3. Buku Origami Pertama Terbit Tahun 1797

buku origami
photo: web-japan.org/Tsutsumi-no Ki

Ada sebuah buku yang membahas seni origami pada tahun 1797 yang ditulis oleh Akisato Rito. Buku itu berjudul “Sembazuru Orikata” (Thousand Crane Folding). Pada buku tersebut, tidak hanya berisi tentang cara membuat origami, tapi juga berisi tentang histori dan sejarah origami.

Baca juga: 5 Ide Dekorasi ini Akan Menyulap Kamar Tidurmu Jadi Lebih Cantik

4. Origami Bermanfaat untuk Kesehatan

manfaat origami
photo: pixabay

Fakta ini dikemukakan oleh sebuah artikel yang dirilis oleh AARP (American Association of Retired People) yang berjudul Boost Your Brain Health. Disebutkan bahwa origami bisa melatih fokus dan kinerja otak manusia. Hebatnya lagi, origami dikatakan bisa memperbaiki kesehatan mental manusia.

5. Ada Makna di Setiap Bentuk

origami burung
photo: pexels

Masyarakat Jepang tidak serta merta melipat kertas dengan bentuk dan pola yang tanpa makna. Sebab, dari bentuk-bentuk yang dibuat, ternyata mengandung makna tersendiri. Misalnya bentuk burung bangau yang paling populer itu adalah sebuah simbol perdamaian.

6. Ada Mitos di Balik Origami

mitos origami
photo: pexels

Ada sebuah mitos di balik seni melipat kertas. Mitos origami itu berkenaan dengan sebuah harapan. Di mana, jika seseorang berhasil membuat 1.000 origami burung bangau, maka setiap keinginan dan permintaannya akan terkabul. Entah benar atau tidak, yang jelas masih banyak anak-anak di Jepang yang mempercayai kisah ini.

Baca juga: 5 Pekerjaan Lulusan Sastra Jepang dengan Gaji Tinggi

7. Sebelum Origami, Namanya Adalah Orikata

origami jepang
photo: pexels

Nama origami baru diresmikan sekitar tahun 1880. Sebelumnya, seni melipat kertas ini bernama orikata yang artinya: bentuk yang dilipat (folded shapes) dengan menggunakan kertas. Seiring berjalannya waktu, namanya mulai berubah sebagai origami dan terkenal sampai penjuru dunia.

Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang origami yang jarang diketahui. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.id, ya!