Blog

  • 7 Rekomendasi Buku Investasi Versi Miliarder yang Bikin Kamu Cepat Kaya

    7 Rekomendasi Buku Investasi Versi Miliarder yang Bikin Kamu Cepat Kaya

    Investasi kini bukan lagi perkara eksklusif milik segelintir orang berduit.

    Dalam dunia yang makin terkoneksi dan terbuka, siapa pun bisa mulai menanam modal dan membangun aset asal tahu caranya.

    Mulai dari pelajar yang ingin memahami literasi keuangan, pekerja kantoran yang ingin menyiapkan masa depan, hingga pelaku usaha yang ingin memutar keuntungan, semua punya peluang yang sama.

    Namun sebelum menaruh dana di saham, obligasi, atau instrumen lainnya, memahami dasarnya adalah keharusan. Dan salah satu cara terbaik untuk belajar adalah melalui buku.

    Buku menawarkan pengetahuan yang tak lekang waktu, lebih dalam daripada konten singkat di internet dan sering ditulis langsung oleh para praktisi yang sudah menempuh jalan panjang di dunia investasi.

    Para tokoh sukses seperti Warren Buffett, Elon Musk, Ray Dalio, hingga Charlie Munger mengaku bahwa kebiasaan membaca buku-lah yang membentuk cara mereka berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan keuangan.

    Rekomendasi Buku Untuk Belajar Investasi

    Berikut ini tujuh buku terbaik yang wajib dibaca siapa saja yang ingin serius membangun karier sebagai investor.

    1. The Intelligent Investor – Benjamin Graham

    Disebut sebagai kitab suci oleh banyak investor senior, buku ini adalah fondasi dari filosofi investasi nilai. Benjamin Graham, penulisnya, adalah mentor langsung Warren Buffett.

    Ia menekankan pentingnya membeli saham di bawah nilai intrinsik sebagai bentuk investasi yang cerdas dan disiplin.

    “The Intelligent Investor” bukan buku yang menjanjikan cara cepat menjadi kaya. Sebaliknya, buku ini mengajarkan kesabaran, logika, dan ketenangan dalam menghadapi fluktuasi pasar.

    Lebih dari sekadar teori, buku ini membantu membentuk mentalitas tahan uji bagi siapa pun yang serius ingin membangun portofolio jangka panjang.

    2. Common Stocks and Uncommon Profits – Philip Fisher

    Philip Fisher membawa perspektif berbeda yang fokus pada potensi pertumbuhan perusahaan.

    Buku ini memperkenalkan pendekatan investigatif dalam memilih saham yang dikenal dengan metode “scuttlebutt” yaitu mencari informasi dari berbagai pihak terkait perusahaan sebelum membeli sahamnya.

    Warren Buffett sendiri menggabungkan ajaran Graham dan Fisher dalam strategi investasinya.

    Buku ini memberikan panduan mendalam bagi siapa pun yang ingin memahami karakteristik perusahaan hebat, termasuk cara melihat manajemen yang kompeten dan inovatif.

    Tidak sekadar menganalisis angka, Fisher mengajak pembaca menyelami jiwa bisnis dari dalam.

    3. One Up on Wall Street – Peter Lynch

    Peter Lynch dikenal luas sebagai manajer investasi legendaris yang mengelola Fidelity Magellan Fund.

    Dalam buku ini, ia menyampaikan satu pesan sederhana namun kuat: berinvestasilah pada apa yang dikenal dan dipahami.

    Menurut Lynch, investor ritel memiliki keunggulan karena bisa mengenali tren sebelum para analis profesional.

    Ia memberi contoh nyata tentang bagaimana pengetahuan sehari-hari bisa menjadi alat investasi yang sangat ampuh.

    Gaya penulisan Lynch yang ringan dan penuh humor membuat buku ini sangat mudah dicerna oleh siapa saja, bahkan yang baru memulai dunia investasi.

    4. Principles: Life and Work – Ray Dalio

    Ray Dalio bukan hanya investor ulung, tapi juga pemikir yang mendalam.

    Dalam buku “Principles”, ia membagikan prinsip-prinsip hidup dan kerja yang membentuk kesuksesannya sebagai pendiri Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar di dunia.

    Dalio menekankan pentingnya berpikir sistematis, terbuka pada kebenaran, serta berani mengambil keputusan berdasarkan data dan logika.

    Dalam konteks investasi, ia juga menjelaskan bagaimana memahami siklus ekonomi dan pentingnya diversifikasi portofolio.

    Buku ini bukan hanya panduan keuangan, tapi juga pelajaran hidup yang membentuk karakter pengambil keputusan.

    5. The Psychology of Money – Morgan Housel

    Tidak semua keputusan keuangan dibuat berdasarkan logika. Di sinilah Morgan Housel menempatkan fokusnya.

    Buku ini mengeksplorasi bagaimana emosi, latar belakang, dan pengalaman pribadi memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan keuangan.

    Melalui cerita-cerita pendek yang penuh makna, Housel mengajak pembaca merenungi hubungan emosional kita dengan uang.

    Ia membongkar mitos bahwa sukses finansial selalu berasal dari kecerdasan teknis, dan menunjukkan bahwa disiplin, konsistensi, dan pemahaman terhadap diri sendiri jauh lebih penting.

    Buku ini menyentuh sisi kemanusiaan dalam dunia investasi yang sering kali terlalu dingin dan teknis.

    6. Poor Charlie’s Almanack – Charlie Munger

    Charlie Munger, mitra setia Warren Buffett, terkenal karena pendekatan multidisiplinnya.

    “Poor Charlie’s Almanack” adalah kumpulan pemikiran, pidato, dan esai Munger yang memberikan wawasan luas tentang cara berpikir dalam investasi dan kehidupan secara umum.

    Buku ini menekankan pentingnya “mental models”, kerangka berpikir yang diambil dari berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, matematika, dan ekonomi.

    Bagi Munger, investor hebat bukan hanya mereka yang jago angka, tapi juga yang mampu memahami dunia secara menyeluruh.

    Buku ini bukan hanya panduan investasi, tapi juga latihan berpikir kritis yang sangat berharga.

    7. The Little Book That Still Beats the Market – Joel Greenblatt

    Terakhir, ada buku yang cocok untuk siapa pun yang ingin memulai investasi dengan langkah praktis.

    Joel Greenblatt, melalui pendekatan “Magic Formula Investing”, memperkenalkan strategi sederhana namun efektif untuk menemukan perusahaan berkualitas dengan harga menarik.

    Gaya penulisannya ringan dan penuh humor, cocok untuk pembaca dari semua latar belakang.

    Meski sederhana, formula yang ditawarkan Greenblatt memiliki dasar logika dan statistik yang kuat.

    Buku ini menjadi semacam jembatan antara teori dan praktik, membuatnya cocok dibaca sebelum benar-benar terjun ke pasar saham.

    Itulah beberapa rekomendasi buku untuk belajar investasi. Ingat, tujuh buku di atas bukan hanya kumpulan teori keuangan.

    Masing-masing mengandung filosofi dan cara pandang yang membentuk karakter sebagai investor sejati, yaitu sabar, disiplin, rasional, dan terbuka pada pembelajaran seumur hidup.

    Buku-buku ini tak hanya ditulis oleh tokoh besar, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang mereka dalam memahami dunia dan mengelola risiko.

    Membaca buku bukanlah jalan pintas menuju kekayaan, tapi ia adalah jalan terang menuju kebijaksanaan finansial.

    Seperti yang diyakini oleh para miliarder dunia, investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri. Dan membaca adalah salah satu bentuk terbaik dari investasi itu.

  • Keren! Universitas Negeri Malang Terapkan Smart Gate Super Canggih, Parkir Cukup Tempel KTM

    Keren! Universitas Negeri Malang Terapkan Smart Gate Super Canggih, Parkir Cukup Tempel KTM

    Universitas Negeri Malang (UM) resmi meluncurkan sistem Smart Gate pada Kamis (24/7/2025) sebagai bagian dari inovasi layanan kampus.

    Sistem ini mengintegrasikan pendataan plat nomor kendaraan, kartu identitas berteknologi RFID, dan pembayaran parkir non-tunai melalui QRIS.

    Dalam tahap awal implementasi, seluruh sivitas akademika UM, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan diwajibkan mendaftarkan maksimal dua nomor polisi (nopol) kendaraan.

    “Setiap orang didata maksimal dua plat nomor (motor dan mobil), dosen, petugas, dan mahasiswa satu plat nomor. Data ini digunakan untuk akses masuk,” jelas Wakil Rektor II UM.

    Pengguna internal yang telah terdaftar akan dibebaskan dari biaya parkir.

    Sementara itu, bagi tamu kampus, tarif parkir ditetapkan sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor, Rp5.000 untuk mobil, dan Rp20.000 untuk bus, dengan pembayaran dilakukan secara cashless menggunakan QRIS.

    Untuk mendukung sistem ini, UM mencetak 45.000 kartu identitas mahasiswa (KTM) dan kartu pegawai yang dilengkapi dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), berlaku untuk mahasiswa angkatan 2020-2025.

    “Mahasiswa cukup menempelkan KTM untuk membuka portal. Warga UM memiliki akses khusus, sementara masyarakat umum hanya diizinkan masuk 10-15 menit,” tambahnya.

    Sistem Smart Gate telah diimplementasikan di seluruh fakultas, kecuali Fakultas MIPA yang masih menggunakan mesin ATM terintegrasi dengan KTM.

    Pembayaran parkir juga dapat dilakukan di berbagai titik, mulai dari gerbang masuk hingga area dalam kampus.

    UM juga menyiapkan masa uji coba selama satu bulan, di mana pengguna diminta melakukan scan barcode QRIS, sebagaimana sistem yang lazim digunakan di pusat perbelanjaan.

    Vendor yang bekerja sama dengan UM akan bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliharaan mesin selama enam bulan setelah instalasi.

    Di sisi lain, sistem ini juga memperkuat aspek keamanan kampus. Sudah ada tiga kasus kriminalitas bermotor yang berhasil terdeteksi melalui CCTV di pintu masuk Smart Gate.

    Hal ini membuktikan efektivitas sistem dalam mencegah tindakan kriminal dan sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 16, yaitu perdamaian, keadilan, dan institusi yang tangguh.

    UM turut melakukan sosialisasi penggunaan Smart Gate melalui video informatif yang diunggah ke platform YouTube.

    Peluncuran resmi sistem bagi mahasiswa baru dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2025. Sementara itu, petugas parkir di masing-masing fakultas akan diberdayakan secara optimal dalam masa transisi dan penerapan sistem.

    Dengan sistem Smart Gate ini, Universitas Negeri Malang tak hanya meningkatkan efisiensi dan keamanan akses, tetapi juga memperkuat komitmennya terhadap transformasi digital dan pelayanan berbasis teknologi.

    Model parkir dan kontrol akses berbasis digital ini diharapkan menjadi rujukan bagi kampus-kampus lain dalam pengembangan ekosistem smart campus yang berkelanjutan.

    Sumber: um.ac.id

  • Kemenag Luncurkan 183 Kuota Beasiswa Zakat Indonesia untuk 21 Kampus

    Kemenag Luncurkan 183 Kuota Beasiswa Zakat Indonesia untuk 21 Kampus

    Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi meluncurkan Program Beasiswa Zakat Indonesia (B-Zakat) tahun 2025.

    Pada tahap awal, sebanyak 183 kuota beasiswa disiapkan untuk jenjang S1 di 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mitra.

    Peluncuran program ini menandai kolaborasi perdana antara Kemenag, BAZNAS, dan 18 LAZ di seluruh Indonesia dalam penyelenggaraan beasiswa berbasis dana zakat. Kuota tersebut masih bersifat dinamis dan memungkinkan untuk bertambah.

    Program B-Zakat mulai melakukan tahapan seleksi penerima beasiswa. Hasil seleksi administrasi telah diumumkan melalui akun pendaftar di laman resmi: http://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id.

    Para peserta yang lolos akan mengikuti tahap wawancara daring pada 28–31 Juli 2025.

    Pedoman dan informasi teknis wawancara dikirimkan melalui akun masing-masing, serta kontak dan email yang telah didaftarkan.

    Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa inisiasi program ini dilatarbelakangi oleh upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari kelompok mustahiq.

    B-Zakat digagas untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat yang kurang mampu dalam kategori mustahiq.

    Beasiswa ini diberikan kepada keluarga muslim dengan kategori fakir, miskin dan fi sabilillah.

    Menurut Waryono, selama ini beberapa LAZ telah memiliki program beasiswa tetapi bersifat parsial. Ada yang hanya memberikan bantuan penulisan tugas akhir, ada juga yang memberi beasiswa hanya dari semester 5 ke atas.

    “Bersinerginya sejumlahn LAZ didesain memberikan beasiswa full scholarship dari semester 1-hingga 8 (lulus)”, terang Waryono usai rapat seleksi administrative B-Zakat di Jakarta.

    Lebih jauh, program B-Zakat 2025 diklaim menjadi wujud transformasi pengelolaan zakat dari pendekatan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif. Inisiatif ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendidikan.

    Dalam pelaksanaannya, Direktorat Zakat dan Wakaf (Zawa) Ditjen Bimas Islam Kemenag RI menggandeng Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag.

    Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menyebutkan bahwa animo pendaftar pada gelombang pertama cukup tinggi. Ada 1.357 pendaftar program B-Zakat dan 507 di antaranya dinyatakan lolos seleksi administrasi.

    Menurut Ruchman, seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel, dengan mempertimbangkan kelengkapan serta keabsahan dokumen sesuai syarat program.

    Daftar 21 Kampus Mitra Program B-Zakat 2025

    Berikut adalah daftar 21 kampus mitra yang akan menjadi tempat studi para penerima beasiswa B-Zakat:

    1. UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

    3. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

    4. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    5. UIN Walisongo Semarang

    6. UIN Sunan Ampel Surabaya

    7. UIN Alaudin Makasar

    8. UIN Profesor Kyai Haji Saifudin Zuhri

    9. UIN Raden Fatah Palembang

    10. UIN Imam Bonjol Padang

    11. Institut Pertanian Bogor

    12. Universitas Pendidikan Indonesia

    13. Universitas Diponegoro

    14. Universitas Hasanudin

    15. Institut Teknologi Bandung

    16. Universitas Brawijaya

    17. Universitas Indonesia

    18. Universitas Airlangga

    19. Universitas Padjadjaran

    20. Universitas Gajah Mada

    21. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    Program B-Zakat menjadi bukti nyata kontribusi zakat terhadap pembangunan pendidikan nasional.

    Sumber: uinsgd.ac.id

  • 201 Dosen Pemula Ikuti PKDP 2025, DIKTIS Kemenag Tekankan Moderasi dan Profesionalisme

    201 Dosen Pemula Ikuti PKDP 2025, DIKTIS Kemenag Tekankan Moderasi dan Profesionalisme

    Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Program Pengembangan Kapasitas Dosen Pemula (PKDP) 2025.

    Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Minggu hingga Selasa (27-29 Juli 2025), bertempat di Hotel Nemuru, Ciputat, Tangerang Selatan.

    PKDP merupakan program tahunan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dasar dosen pemula di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk dosen dari Direktorat Bimbingan Masyarakat (Bimas) Budha.

    Total peserta yang mengikuti short course ini mencapai 201 orang dari wilayah DKI Jakarta dan Banten.

    Kegiatan resmi dibuka pada Minggu (27/7) oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saifuddin Jahar, Ph.D., yang turut memberikan arahan.

    Dalam sambutannya, Prof. Asep menyampaikan pentingnya penyegaran dan pembaruan wawasan keilmuan dosen agar mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

    “Saat ini dan ke depan, tantangan dosen terus berkembang. Karena tugas sebagai profesional, dosen harus mendampingi dalam konteks keilmuan dan perspektif mahasiswa. Mari hidupkan kembali inovasi dan kolaborasi di bidang akademik dan non akademik. Selamat mengikuti kegiatan, selamat belajar,” jelasnya.

    Turut hadir dalam pembukaan acara antara lain Wakil Rektor II UIN Jakarta, Prof. Dr. Imam Subchi, MA, Dekan FISIP Prof. Dr. Dzuriyyatun Toyyibah, dan Wakil Dekan FITK Salamah Agung, Ph.D.

    Ketua LPM UIN Jakarta, Prof. Khamami Zada, dalam laporannya menjelaskan bahwa PKDP merupakan salah satu prasyarat penting bagi dosen untuk mengikuti program sertifikasi dosen (serdos).

    “PKDP ini sebagai salah satu syarat untuk dosen bisa mendapatkan sertifikasi dosen (serdos). Agar efektif dan efisien, kegiatan ini ada online dan offline selama 2 minggu termasuk ujian untuk semua peserta,” jelasnya.

    PKDP 2025 berlangsung dengan skema blended learning. Kegiatan dibagi ke dalam tiga fase, yaitu In Service Course (ISC) berupa pendampingan pembelajaran luring, On the Job Course (OJC) sebagai pendampingan pembelajaran daring, dan ISC II yang berupa evaluasi presentasi proyek hasil pendampingan secara daring.

    Selama kegiatan, para peserta akan memperoleh materi terkait kebijakan kompetensi dosen, perencanaan dan model pembelajaran, moderasi beragama, penulisan karya ilmiah, serta paradigma integrasi keilmuan di lingkungan PTKI.

    PKDP juga menegaskan komitmen inklusivitas dalam pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Kegiatan ini membuka ruang penguatan moderasi beragama, khususnya bagi dosen dari komunitas agama minoritas seperti Budha.

    Hal ini menunjukkan bahwa Kementerian Agama RI melalui DIKTIS tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga pada nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman dalam pendidikan.

    Dengan penyelenggaraan PKDP 2025, DIKTIS Kemenag RI bersama UIN Jakarta menunjukkan peran strategis dalam mencetak dosen-dosen muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki pemahaman kebangsaan dan keagamaan yang moderat.

    Sumber: uinjkt.ac.id

  • Tanam Ribuan Pohon di Hulu Brantas, UNAIR dan 4 PTN-BH Galang Aksi Konservasi Air

    Tanam Ribuan Pohon di Hulu Brantas, UNAIR dan 4 PTN-BH Galang Aksi Konservasi Air

    Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis air bersih dan dampak perubahan iklim, Universitas Airlangga (UNAIR) menggandeng empat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Jawa Timur untuk melakukan aksi konservasi di hulu Sungai Brantas.

    Kegiatan penanaman pohon yang berlangsung pada Sabtu (26/7/2027) di Arboretum Sumber Brantas, Kota Batu, melibatkan Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Negeri Malang (UM).

    Aksi ini merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat (pengmas) yang diprakarsai UNAIR melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta SDGs Center, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Perum Jasa Tirta I, dan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

    Ketua LPPM UNAIR, Prof. Dr. Gadis Meinar Sari, menyebutkan bahwa penanaman pohon ini adalah langkah awal dari program jangka panjang yang bertujuan menjaga keberlanjutan sumber air di Jawa Timur.

    Menurutnya, Sungai Brantas adalah urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut dan pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara parsial.

    “Jawa Timur masih punya banyak permasalahan yang butuh diselesaikan bersama, salah satunya adalah pengelolaan Sungai Brantas, dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

    Prof. Gadis menekankan bahwa pengabdian masyarakat tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis. Kolaborasi ini diharapkan membuka pintu bagi sinergi lintas bidang, mulai dari sosial humaniora, teknologi, ekonomi, hingga kesehatan.

    “Keberhasilan itu tidak bisa kita nikmati jika tidak semua elemen dilibatkan. Sedekah paling besar adalah air,” tambahnya.

    Ia berharap, semangat gotong royong yang muncul dalam aksi ini bisa menggerakkan lebih banyak pihak untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

    Agung Nugroho, Kepala Divisi di Perum Jasa Tirta I, menjelaskan bahwa Arboretum Sumber Brantas di Bumiaji bukanlah kawasan wisata, melainkan area konservasi yang berfungsi vital dalam menjaga ketersediaan air baku.

    Ia berharap kegiatan penanaman pohon ini akan membantu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan serta meminimalisasi risiko banjir.

    Dalam jangka panjang, langkah ini akan menjaga kontinuitas aliran air ke hilir. Ia juga membuka peluang bagi kegiatan riset di kawasan arboretum dengan tetap menjaga fungsi konservatifnya.

    “Kawasan ini digunakan khusus untuk kegiatan konservasi dan tidak dibuka untuk umum atau wisata. Harapannya bisa menjaga kawasan arboritum. Jika ada yg mau penelitian disini juga diperbolehkan,” harapnya.

    Kepedulian serupa juga disuarakan oleh Direktur Operasi Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya, Nanang Widyatmoko.

    Ia menegaskan bahwa 93 persen kebutuhan air minum warga Surabaya bersumber dari Sungai Brantas. Karena itu, menjaga hulu sungai merupakan prioritas utama.

    Jika terjadi kerusakan atau gangguan, maka Surabaya bisa lumpuh. Apalagi dengan adanya perubahan iklim, pola hujan berubah, bendungan-bendungan mulai kekurangan stok air, dan kualitas air pun terancam karena limbah,” paparnya.

    Nanang menyambut baik keterlibatan kampus dalam isu-isu strategis seperti ini. Ia berharap, bentuk pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi bisa diarahkan untuk menjawab persoalan riil yang dihadapi penyedia layanan air, terutama di daerah yang kekurangan kapasitas teknis.

    “Air adalah shodaqoh terbaik. Dengan gotong royong, kita bisa memastikan air tetap mengalir untuk semua,” tandasnya.

    Aksi tanam pohon ini merupakan awal dari rangkaian program konservasi terpadu yang akan terus bergulir.

    LPPM dan SDGs Center UNAIR telah menyiapkan rencana lanjutan di wilayah hilir Sungai Brantas yang akan digelar pada bulan September mendatang, berlokasi di Kota Surabaya.

    Program ini menandai babak baru dalam pengabdian masyarakat lintas institusi di Jawa Timur.

    Dengan melibatkan lima PTN-BH sekaligus, kegiatan ini bukan hanya simbol kolaborasi akademik, tetapi juga refleksi kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

    Sumber: Unair

  • Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2025

    Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2025

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berprestasi melalui program pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.

    Hasil pembinaan tersebut kembali membuahkan prestasi di kancah internasional.

    Pada ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke-66 tahun 2025 yang berlangsung di Sunshine Coast, Queensland, Australia, tanggal 10–20 Juli 2025, tim Indonesia berhasil meraih empat medali perunggu dan dua Honorable Mention.

    Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh peserta dari 110 negara di seluruh dunia.

    Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian para siswa.

    Ia menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari proses seleksi dan pembinaan yang tersusun secara sistematis.

    “Selamat atas prestasi gemilang yang adik-adik capai. Kami sangat bangga karena perjalanan menuju ajang ini tidak mudah. Semoga adik-adik terus menjadi talenta yang menginspirasi dan berkarakter,” ujar Irene.

    Empat peraih medali perunggu Indonesia adalah:

    • Janssen Edyth Lim (SMAK Immanuel Pontianak)
    • Raymond Christopher Tanto (SMAK Kalam Kudus Sukoharjo)
    • Jesreel Hasiholan Sigalingging (SMAS Kristen 5 BPK Penabur Jakarta)
    • Louis Wilson Gunawan (SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta)

    Sementara itu, dua peserta yang meraih Honorable Mention adalah Leonardo Valerian (SMA Darma Yudha, Riau) dan Danica Odelia (SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong)

    Dalam ajang IMO 2025 ini, delegasi Indonesia didampingi oleh Nanang Susyanto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai ketua tim dan Aleams Barra dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai wakil ketua tim.

    Nanang menyampaikan bahwa skor tim Indonesia tahun ini meningkat sebanyak 11 poin atau sekitar 4,4 persen dibanding tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya perkembangan signifikan dalam sistem pembinaan nasional.

    Ia berharap prestasi ini menjadi pendorong semangat untuk memperkuat strategi pembinaan ke depan agar bisa meraih hasil lebih baik lagi pada ajang IMO berikutnya.

    Sebagai informasi, IMO merupakan kompetisi matematika tingkat menengah tertua dan paling prestisius di dunia.

    Keberhasilan Indonesia dalam ajang ini kembali menegaskan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, pelajar Indonesia mampu bersaing dan berjaya di panggung internasional.

  • Empat Siswa Terbaik Indonesia Wakili Tanah Air di Olimpiade Informatika Internasional 2025

    Empat Siswa Terbaik Indonesia Wakili Tanah Air di Olimpiade Informatika Internasional 2025

    Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan empat siswa terbaik Indonesia untuk berlaga di ajang bergengsi International Olympiad in Informatics (IOI) 2025.

    Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Sabtu (26/7), menyampaikan bahwa kompetisi tersebut digelar di Sucre, Bolivia mulai tanggal 27 Juli hingga 3 Agustus 2025.

    Lebih dari 650 peserta dari 98 negara akan ambil bagian dalam kompetisi tingkat dunia ini.

    “Semua siswa yang terpilih di IOI ini sudah melalui proses yang sangat panjang mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga tahap pembinaan. Kami yakin adik-adik dapat meraih prestasi yang membanggakan,” ujar Irene.

    Keempat siswa terpilih tersebut merupakan hasil binaan langsung dari Puspresnas. Mereka adalah:

    • Aufan Ahmad Mumtaza dari SMAS Al-Irsyad Satya
    • Kelven Nathanael dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya
    • Hanif Achdan Pietoyo dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta
    • Nathan Allan dari SMA Kanisius Jakarta

    Dukungan juga datang dari Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, yang mengapresiasi pencapaian para siswa.

    “Selamat kepada adik-adik yang telah terpilih menjadi delegasi Indonesia. Proses sampai bisa mewakili Indonesia di ajang Internasional ini tentu tidak mudah. Selamat berjuang dan raih hasil yang terbaik,” katanya.

    Dalam ajang ini, para siswa juga akan didampingi oleh tim pembina, yaitu Ammar Fathin Sabili dari Universitas Indonesia sebagai Team Leader dan Joel Gunawan dari Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) sebagai Deputy Leader.

    “Kami optimistis punya peluang, semoga semua siswa mendapat semua medali. Besar harapannya mereka juga mendapat medali emas,” kata Ammar

    Sebagai informasi, IOI adalah ajang kompetisi internasional di bidang informatika yang menekankan kemampuan pemrograman (coding) dan penyelesaian masalah algoritmik tingkat tinggi.

    Sumber: Antara

  • Gubernur Jatim Apresiasi Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ponorogo

    Gubernur Jatim Apresiasi Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ponorogo

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi terhadap kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 di Ponorogo yang akan memulai proses belajar mengajar pada tanggal 1 Agustus 2025.

    Dalam kunjungan ke lokasi di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan pada Sabtu, 26 Juli lalu, Khofifah menyampaikan bahwa sekolah ini sangat representatif, berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare dan sudah dilengkapi fasilitas seperti ruang kelas, asrama, laboratorium, dan lapangan olahraga.

    “Sekolah Rakyat di Ponorogo ini sangat lengkap, luas, dan siap mencetak anak-anak hebat. Mulai dari kelas, asrama, lapangan olahraga, hingga laboratorium sudah disiapkan dengan baik,” kata Khofifah dalam keterangan di Ponorogo, Minggu.

    Khofifah menyebut Ponorogo sebagai salah satu dari dua daerah di Jawa Timur, selain Banyuwangi, yang telah menerapkan sistem Sekolah Rakyat terintegrasi dari tingkat SD hingga SMA.

    SR Terintegrasi 5 ini direncanakan menampung sebanyak 125 siswa dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terbagi atas 25 siswa SD, 50 siswa SMP, dan 50 siswa SMA.

    Khofifah juga menyoroti sistem boarding school yang diterapkan sebagai kekuatan dalam membentuk karakter dan disiplin siswa.

    Ia meminta pengelola untuk menyusun jadwal harian yang mencakup jam tidur, belajar malam, hingga olahraga pagi, misalnya senam pagi selama 30 menit serta pembinaan karakter lewat kerja sama dengan TNI dan Polri.

    “Senam pagi 30 menit misalnya, akan melatih kedisiplinan dan pembinaan fisik sejak dini. Pembinaan karakter juga bisa diperkuat dengan pendampingan dari TNI dan Polri,” ujarnya.

    Selain itu, dia berharap penguatan kemampuan Bahasa Inggris melalui kolaborasi dengan lembaga di Kampung Inggris, Pare, Kediri.

    Tak hanya itu, Khofifah mendorong siswa untuk bermimpi besar, apakah menjadi profesional seperti dokter, guru, polisi, atau bahkan bupati/gubernur, serta meminta wali murid tetap memberikan dukungan moral.

    “Kalian bisa jadi dokter, guru, polisi, tentara, bahkan bupati atau gubernur. Jangan takut bermimpi tinggi,” paparnya.

    Kepala SR Terintegrasi 5 Ponorogo, Devitri Candrawati, menyampaikan bahwa revitalisasi gedung hampir selesai dan berbagai bantuan seperti kasur serta peralatan belajar sudah mulai tiba.

    Pemerintah Kabupaten Ponorogo menargetkan pembangunan tahap akhir rampung sebelum 1 Agustus. Rencana serupa juga disiapkan untuk Kecamatan Jenangan pada tahun berikutnya, dengan luas lahan mencapai 8 hektare.

    Sumber: Antara

  • Pemerintah Salurkan Bantuan Rp4,3 Miliar untuk Penguatan Pendidikan Keagamaan di Riau

    Pemerintah Salurkan Bantuan Rp4,3 Miliar untuk Penguatan Pendidikan Keagamaan di Riau

    Dalam rangka memperkuat pendidikan keagamaan di Provinsi Riau, pemerintah pusat melalui Komisi VIII DPR RI memberikan bantuan senilai Rp4.369.000.000 atau Rp4,3 miliar.

    Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang.

    Ia didampingi oleh perwakilan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI, dan diterima secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, MPd, pada Jumat, 25 Juli 2025.

    Tak hanya itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Pesantren juga memberikan tambahan bantuan sebesar Rp650 juta yang meliputi dua program utama, yaitu Inkubasi Bisnis Pesantren dan Sanitasi Pesantren Tahun 2025.

    “Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan Komisi VIII DPR RI terhadap lembaga pendidikan keagamaan di Riau. Bantuan ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk penguatan pesantren,” ujar Muliardi.

    Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dari upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren serta meningkatkan taraf hidup santri, khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan dan sanitasi.

    Di sisi lain, Marwan Dasopang menegaskan bahwa pemberian bantuan ini mencerminkan komitmen negara dalam memastikan bahwa pendidikan agama, terutama di lingkungan pesantren, tidak tertinggal dalam hal fasilitas dan pengembangan ekonomi.

    “Pondok pesantren telah eksis sebelum Indonesia merdeka dan menjadi bagian dari perjuangan bangsa. Sudah sepatutnya mendapat perhatian negara. Kini saatnya pesantren diakui sebagai lembaga pendidikan formal, sejalan dengan visi Presiden tentang penguatan SDM Indonesia,” tegasnya.

    Ia turut menambahkan bahwa bantuan tersebut bukan hanya sebatas regulasi di atas kertas, tetapi merupakan bentuk dukungan nyata negara yang langsung menyasar lembaga pendidikan keagamaan.

    Marwan juga memberikan dorongan agar Direktorat Jenderal Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di bawah Kementerian Agama diperkuat baik dari segi struktur kelembagaan maupun alokasi anggaran.

    Sumber: riau.go.id

  • Dukung Pendidikan Agama, Pemkab Sidrap Dapat Apresiasi dari Menteri Agama RI

    Dukung Pendidikan Agama, Pemkab Sidrap Dapat Apresiasi dari Menteri Agama RI

    Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) atas keseriusannya dalam memperkuat pendidikan berbasis agama di wilayah tersebut.

    Hal ini disampaikan saat bersilaturahmi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap di Villa An Nur yang berlokasi di Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, pada Jumat, 25 Juli 2025.

    Dalam sambutan resminya, Prof. Nasaruddin menilai bahwa langkah konkret yang diambil Pemkab Sidrap, seperti pengembangan madrasah, pendirian pondok pesantren, dan rumah tahfidz, merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang memiliki akhlak terpuji serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

    “Kami menyambut baik komitmen Pemkab Sidrap dalam penguatan pendidikan agama. Ini adalah langkah penting untuk membangun generasi yang kuat iman dan akhlaknya,” ujar Menag.

    Ia juga menyoroti peran spiritualitas dalam mendukung kemajuan daerah. Menurutnya, keberkahan tidak semata berasal dari kemajuan teknologi, melainkan juga dari kekuatan doa dan keikhlasan masyarakatnya.

    “Buka semua pintu langit, karena rezeki dari langit itu seperti hujan yang menghidupkan bumi,” imbuhnya dengan penuh semangat.

    Di kesempatan yang sama, Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan dari Menteri Agama terhadap perkembangan pendidikan agama di Kabupaten Sidrap.

    “Kami berkomitmen memperkuat pendidikan agama sebagai fondasi membangun masyarakat Sidrap yang religius dan berdaya saing,” tegas Syaharuddin.

    Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, terdapat 89 rumah tahfidz dan 19 pondok pesantren yang aktif di Sidrap.

    Pemerintah daerah pun terus berupaya untuk mendorong pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan Islam di seluruh pelosok.

    Tidak hanya itu, Bupati juga menyampaikan berbagai pencapaian lainnya, termasuk di bidang pertanian.

    Dengan capaian produksi gabah sebanyak 350 ribu ton dalam satu kali panen, Sidrap menargetkan produksi satu juta ton per tahun melalui sistem tiga kali panen, yang berpotensi menciptakan nilai ekonomi sebesar Rp7,1 triliun.

    “Ini semua berkat doa para guru dan ulama. Sidrap siap menjadi lumbung beras, lumbung telur, energi terbarukan, dan pusat para penghafal Al-Qur’an serta ulama nasional,” pungkasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, turut hadir istri Menteri Agama yang juga menjabat sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, beserta sejumlah staf ahli dan pejabat eselon I Kementerian Agama. Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, Kepala Kemenag Sidrap, H. Muhammad Idris Usman, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh-tokoh masyarakat.

    Setelah acara silaturahmi di Sidrap, Menag RI beserta rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo untuk menghadiri wisuda santri di Pondok Pesantren As’Adiyah sekaligus meluncurkan Kurikulum Cinta.

    Sumber: Kemenag