Pantun Agama

Dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai pengertian pantun berbalas lengkap dengan contohnya. Kali ini kita akan membahas mengenai pantun agama dalam Bahasa Indonesia.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan, penting untuk diketahui terlebih dahulu bahwa pantun memiliki berbagai jenis di dalamnya. Nah, pantun agama ini merupakan salah satu dari sekian banyak jenis pantun yang ada.

Pengertian Pantun Agama

Pantun agama adalah sebuah jenis karya sastra berupa puisi lama yang digunakan untuk menyampaikan pesan baik berupa moral serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam ajaran agama.

Pada jaman dulu, pantun agama digunakan untuk menyebarkan agama dengan kata-kata. Penggunanya pun bukan sembarang orang, melainkan orang ahli syair yang mampu merajut kata menjadi dalam maknanya.

Semakin maju perkembangan jaman, maka pantun agama juga semakin luas manfaatnya, tidak lagi dikhususkan untuk menyebarkan agama.

Tapi lebih condong ke dalam tuturan atau nasihat serta mengajarkan setiap orang untuk menjalankan kehidupan sebaik-baiknya di muka bumi ini.

Baca juga: Kumpulan Pantun Gombal untuk Merayu Gebetan

Contoh Pantun Agama

Nah, supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh pantun agama dalam Bahasa Indonesia:

Ayah pergi membeli tembaga
Dipakai untuk merekatkan parang
Apabila ingin masuk surga
Sering mengaji dan sembahyang

Asam kandis asam gelugur
Kedua ayam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

Anak ayam turunlah satu
Mati satu tinggallah habis
Tersiksa badan waktu itu
Sebab mengikuti setan iblis

Nangka muda digulai lemak
Buah keranji masak tersangkut
Harta dunia jangan di tamak
Kalau mati tak akan mengikut

Jangan senang memfitnah orang
Orang benci Tuhan pun murka
Jangan senang melalaikan sembahyang
Jika mati masuk neraka

Tante Mayang istrinya jaksa
Membeli bubur dikasih laksa
Tidak sembahnyang tidak puasa.
Di dalam kubur pasti disiksa.

Baca juga: 50 Contoh Gurindam Lengkap Beserta Maknanya

Terang bulan terang Cahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jika kau ingin hidup bahagia
Beramal ibadah sebelum mati

Banyaklah masa antara masa
Tidak seelok masa bersua
Meninggalkan solat jadi biasa
Tanpa takut api neraka

Dua tiga empat lima
Enam tujuh delapan sembilan
Kita hidup tak akan lama
Jangan lupa siapkan bekalan

Banyak orang menggali perigi
Ambil buluh kemudian diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Untuk bekal dunia akhirat

Kera di hutan cekat melompat
Si pemburu memasang jerat
Hina sangat sifat mengumpat
Dilaknat Allah dunia akhirat

Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicoba

Redup bulan nampak akan hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Agar dapat ampunan tuhan

Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah yang menentukan

Lembayung di antara semak
Jatuh melayang ke dalam paya
Walau ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya

Indah sekali pintu dipahat
Bergambar daun dan dahan
Kalau ingin hidup selamat
Taat selalu perintah tuhan

Anak ayam turunnya lima
Mati satu tinggalah empat
Turut mengikut alim ulama
Supaya betul jalan selamat

Baca juga: 50 Contoh Majas Metafora Lengkap dengan Artinya

Terang bulan indah bercahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jika engkau hendak bahagia
Beramal Ibadat sebelum mati

Air cuka bercampur pasta,
terkena mata jadi terluka.
Jangan suka berkata dusta,
Kalau tak ingin masuk neraka

Ikan pari loncat ke selokan,
Bisa-bisa mati kurang makan.
Didik diri jadi dermawan,
sedekah jariyah sebagai bekalan

Kalau tuan pergi ke Tuban
Jangan lupa mampir ke Daka
Shalat itu perintah Tuhan
Jika ingkar masuk neraka

Bunga besar bunga raflesia,
Bunga kecil bunga melati.
Cepatlah taubat wahai manusia,
Jangan menunggu sampai kau mati.

Air dan api slalu berlawanan,
Langit dan bumi adalah berjauhan.
Kalau hati penuh kedengkian,
Siaplah orang yang mau berteman.

Hari minggu mancing di kali,
di pinggiran melihat buaya.
Hidup di dunia hanya sekali,
maka jalani dengan sebaik-baiknya.

Makan mendoan di kantin sekolah,
Minum teh sisri bersama Falah.
Maaf jika aku telah berbuat salah,
Kasih tahu aku InsyaAllah bisa berubah.

Ada gadis perawan,
paling cantik di kampungnya.
Hormatilah ibumu kawan,
Ada surga di telapak kakinya.

Naik delman ditarik kuda,
Melewati desa dan rawa-rawa.
Harta tak dibawa saat kau tiada,
Amal Sholeh yang akan kau bawa.

Nangka muda digulai lemak,
Buah beri masak tersangkut.
Harta dunia jangan ditamak,
Bila mati takkan mengikut.

Tiada bumi tanpa udara
Bumi-lah tempat kita berada
Tiada Tuhan selain Dia
Nabi Muhammad itu Rasul-Nya.

Percuma punya liontin emas
Bila emasnya emas yang palsu
Percuma punya otak yang cerdas
Bila sembahyang saja tak mau.

Hanyalah padi satu-satunya
Yang bisa jadi sepiring nasi
Hanyalah Dia satu-satunya
Yang harus selalu kita imani.

Janganlah tunggu daun yang lebat
Untuk melihat sebuah dahan
Janganlah tunggu ajal mendekat
Untuk bertobat kepada Tuhan.

Dari kecil menanam biji
Saat besar jadi pohonan
Sejak kecil rajin mengaji
Makin teguhlah dalam beriman.

Pisau tak akan tajam selalu
Karena itu ia diasah
Tuhan tak akan meninggalkanmu
Disaat engkau kena masalah.

Ingatlah surya di pagi hari
Niscaya engkau ingat sinarnya
Ingatlah Dia di dalam hati
Niscaya hati tidak gulana

Tak akan ada seekor ikan
Jika tak ada sungai di situ
Tak akan pernah ada cobaan
Yang melampaui batas dayamu.

Jangan menagih janji kepada
Orang yang suka tipu menipu
Jangan bersedih jangan gulana
Karna derita pasti berlalu.

Barang siapa mencuri kentang
Nantinya ia mendapat dera
Barang siapa zalimi orang
Nantinya dapat balas dari-Nya.

Bunga seroja di atas kolam
Bunga melati di tengah taman
Barang siapa mengaku Islam
Maka taatlah kepada Tuhan.

Jangan menanam di tengah ladang
Bila tak tahu menanam apa
Janganlah buka aibnya orang
Bila aibmu enggan dibuka.

Kedua tangan saling menjabat
Jangan mengepal adu kelahi
Sesama umat saling menghormat
Jangan mengumpat atau memaki.

padi tak akan jadi kelapa
Yang tumbuh tinggi batang-batangnya
Tuhan tak akan memberi coba
Yang melampaui daya hamba-Nya.

Baca juga: Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru Beserta Contohnya

Jikalau sudah ada di Jawa
Kabari aku o secepatnya
Jikalau nanti sudah bahagia
Janganlah lupa ingat pada-Nya.

Janganlah suka makan kecebong
Karena itu bukan camilan
Janganlah suka berlaku sombong
Karena itu dilarang Tuhan.

Jikalau nanti berjumpa jalak
Janganlah lupa diberi makan
Jikalah nati beruang banyak
Janganlah lupa disedekahkan

Ibu ke pasar membeli lobak
Adik membeli jajanan pasar
Barang siapa berlaku tamak
Maka dirinya termasuk ingkar.

Siapa telah asah belati
Berarti dia pemilik pisau
Siapa jauh dari Illahi
Hidupnya akan selalu kacau.

Sebuah daun ujungnya basah
Basah karena embun senoktah
Awali hari dengan Basmallah
Akhiri hari dengan Hamdallah.

Nah, itulah pengertian dan contoh pantun agama dalam bahasa Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.