Pengertian Paragraf Analogi

Paragraf Analogi adalah paragraf yang membandingkan dua hal yang banyak mengandung persamaan untuk mencari kesimpulan dari perbandingan tersebut.

Dalam membuat paragraf analogi harus memikirkan 2 hal yang memiliki kesamaan. Proses berfikir inilah yang disebut proses berfikir Induktif.

Jadi proses berfikir adalah proses berfikir yang bergerak dari pandangan umum lalu menuju kepada penjelasan yang lebih khusus lagi.

Jika dilihat dari segi bahasa menurut Kbbi, analogi adalah:

ana.lo.gi

  1. n persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan; kias

  2. n Ling kesepadanan antara bentuk bahasa yang menjadi dasar terjadinya bentuk lain

  3. n Mik sesuatu yang sama dalam bentuk, susunan, atau fungsi, tetapi berlainan asal-usulnya sehingga tidak ada hubungan kekerabatan

  4. n Mik kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal yang dapat dipakai untuk dasar perbandingan

Ciri Ciri Paragraf Analogi

Adapun ciri-ciri dari paragraf analogi adalah sebagai berikut:

  1. Dalam paragraf terdapat dua hal atau lebih obyek perbandingan secara bergiliran.
  2. Obyek yang dijadikan perbandingan tersebut dapat berupa proses, kejadian, serta kondisi tertentu.
  3. Obyek yang dibandingkan biasanya adalah suatu hal yang hampir sama kedudukannya.
  4. Terdapat kesimpulan dari dua hal yang dibandingkan tadi yang terletak di akhir paragraf.
  5. Paragraf analogi juga merupakan jenis paragraf induktif yang memiliki gagasan utama di akhir paragraf.

Baca juga: Pengertian Paragraf Ineratif dan Contohnya

Contoh Paragraf Analogi

Berikut adalah beberapa contoh paragraf analogi dari berbagai tema atau topik.

1. Contoh Paragraf Analogi Tentang Sifat

Agus adalah anak yang penakut, sifatnya ini membuat Agus sering menjadi bahan olokan teman-temannya. Bagai kerbau dicocok hidungua, ia selalu mengikuti apa kata orang lain. Sehingga Agus tidak dapat berkembang dan selalu hanya bisa diam sama seperti kerbau ketika hidungnya.

2. Contoh Paragraf Analogi Tentang Budaya Sosial

Seorang anak yang baru lahir masih suci. Baik buruknya anak tersebut kelak bergantung pada bagaimana cara orang tua mendidiknya, pengaruh orang-orang terdekat dan lingkungannya. Demikian pula kertas putih yang belum bernoda, akan menjadi apa kertas tersebut tergantung pada apa yang akan kita goreskan pada kertas putih tersebut.

3. Contoh Paragraf Analogi Tentang Pendidikan

Belajar menggunakan kertas buku seperti pedang berkepala dua. Jika menggunakan kertas terlalu banyak dapat menyebabkan hutan menjadi gundul. Tapi apabila tidak menggunakan kertas dapat menyebabkan orang tidak dapat belajar dengan baik.

Belajar matematika butuh ketelitianyang tinggi. Sama seperti kita mencari jarum di tumpukan jerami. Memang terkesan susah namun bukanlah mustahil jika dilakukan dengan penuh semangat dan konsentrasi.

4. Contoh Paragraf Analogi Tentang Persahabatan

Lidi sebatang memang sangat mudah untuk dipatahkan. Tapi jika banyak lidi dikumpulkan menjadi satu, maka akan sulit dipatahkan. Hal itu juga berlaku pada manusia. Apabila manusia berjuang sendiri, maka mereka juga akan sangat mudah untuk dipatahkan sebab tidak adanya kekuatan lain yang juga mendukung. Tapi jika berjuang bersama, maka kekuatan itu akan berkumpul menjadi sebuah kesatuan yang kokoh.

5. Contoh Paragraf Analogi Tentang Cinta

Merawat tanaman memang sulit karena memerlukan perhatian khusus. Apabila tanaman di tanam dengan sepenuh hati, seperti di siram setiap hari, diberi pupuk serta dijaga dari hama dan juga gulma, maka tanaman tersebut juga akan tumbuh dengan subur sekali. Seperti sebuah cinta, ketika dipupuk dengan ketulusan, kesabaran, dan perhatian, maka cinta itu akan tetap bersemi indah di hati.

6. Contoh Paragraf Analogi Tentang Alam

Perubahan alam semesta yang mengembang dapat dijelaskan dan disimpulkan dari apa yang terjadi pada balon karet yang dikembungkan. Sebelumnya, balon karet itu diwarnai. Ketika dikembungkan, warna pada balon karet itu ikut mengembang. Semakin besar balon itu mengembang, semakin pudar warnanya. Warna itu memudar karena warna makin berkurang dan mengembang. Cahaya bintang-bintang di angkasa juga semakin berkurang intensitasnya. Para ahli menyimpulkan bahwa bintang-bintang itu makin menjauh dari kita dan alam semesta pun mengembang.