Penanda modalitas aletis adalah unsur leksikal “harus”.

Contoh: Tugas ini harus dikumpulkan secepatnya, kalau tidak akan memperlambat pengumuman hasil ujian kita semua.

Pengertian Modalitas Aletis

Modalitas Aletis adalah modalitas yang berhubungan dengan keperluan atau kepentingan yang ditandai dengan kata bantu “harus”.

Sementara, pengertian modalitas menurut Chaer (1994: 262) adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, peristiwa, atau sikap terhadap lawan bicaranya.

Dengan adanya modalitas, makna kalimat dapat berubah sesuai dengan maksud dan nuansa yang ingin disampaikan oleh pembicara.

Salah satu jenis modalitas yang dikenal adalah modalitas aletis. Modalitas aletis adalah modalitas yang berhubungan dengan keperluan atau kepentingan tertentu dan biasanya ditandai dengan penggunaan kata bantu “harus”.

Kata “harus” dalam hal ini memberikan makna adanya keharusan atau kewajiban yang tidak bisa dihindari. Misalnya dalam kalimat “Siswa harus datang tepat waktu ke sekolah”.

Kalimat tersebut mengandung makna kewajiban yang mutlak dilakukan oleh siswa, sehingga jika kewajiban tersebut dilanggar akan menimbulkan konsekuensi tertentu.

Modalitas aletis tidak hanya berfungsi untuk menyatakan kewajiban secara umum, tetapi juga bisa digunakan untuk menunjukkan aturan, norma, atau keharusan yang sifatnya mengikat.

Contohnya, “Setiap warga negara harus menaati hukum yang berlaku”. Pada kalimat tersebut, modalitas aletis menegaskan adanya aturan yang wajib dipatuhi demi terciptanya ketertiban.

Selain itu, penggunaan modalitas aletis juga banyak ditemukan dalam teks ilmiah, peraturan, maupun dalam komunikasi formal.

Hal ini karena modalitas aletis mampu memberikan tekanan pada keharusan, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih jelas, tegas, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa modalitas aletis adalah bentuk modalitas yang menekankan pada aspek keharusan dan kepentingan, yang ditandai dengan kata “harus”.

Kehadiran modalitas ini dalam kalimat sangat penting karena mampu memengaruhi makna dan memberikan penegasan mengenai kewajiban yang harus dipenuhi oleh subjek dalam kalimat tersebut.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.