Penerjemah adalah sebuah profesi di mana seseorang akan mendapat tugas menterjemahkan naskah dari satu bahasa ke bahasa lainnya secara profesional.

Penerjemah harus menguasai lebih dari satu bahasa dengan sebaik-baiknya karena jika sampai salah menterjemahkan sebuah naskah, maka akan terjadi pembiasan makna.

Secara umum, ada dua tipe penerjemah bahasa: secara lisan dan tulisan. Bahasa yang akan diterjemahkan disebut sebagai bahasa asli (original) dan bahasa setelah diterjemah disebut sebagai bahasa tujuan.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Penerbit Selalu Menolak Naskahmu

Begitu banyak perusahaan penerbitan buku yang menggunakan jasa penerjemah untuk menerjemahkan naskah asing ke Bahasa Indonesia, atau sebaliknya. Sebab, kadang ada beberapa naskah yang punya nilai jual tinggi jika diterjemahkan ke bahasa lain.

Oleh karenanya, tak berlebihan jika dikatakan bahwa penerjemah adalah sebuah profesi yang sangat penting di dalam sebuah perusahaan penerbitan buku. Nah, pertanyaannya, apakah penerjemah bisa menjadi pekerjaan tetap di penerbitan buku?

Tentu saja jawabannya bervarian, bisa iya dan bisa tidak. Jika kita merujuk pada penerbit mayor yang selalu menerbitkan beberapa buku setiap bulannya, bisa saja penerjemah merupakan pekerjaan tetap yang selalu dibutuhkan.

Namun, jika bekerja pada penerbit minor yang tak selalu menerbitkan buku setiap bulannya, bisa jadi penerjemah bukanlah pekerjaan tetap, tapi pekerjaan paruh waktu.

Baca juga: Simak ! Perbedaan Penerbit Mayor dengan Penerbit Minor

Jadi kesimpulannya adalah penerjemah bisa menjadi pekerjaan tetap atau tidak tergantung tempatnya bekera, apakah di penerbit mayor atau penerbit minor.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana