Pengertian Dialektologi

Dialektologi pada dasarnya merupakan ilmu tentang dialek atau salah satu cabang linguistik yang mengkaji perbedaan-perbedaan isolek (istilah netral untuk perbedaan dialek) dengan memperlakukan perbedaan tersebut secara utuh.

Bidang ini meneliti variasi bahasa berdasarkan distribusi geografis dan mencakup topik seperti percabangan dari dua dialek lokal dari induk bahasa yang sama.

Dialektologi memeriksa unsur tata bahasa, leksikon, dan fonologi yang terkait dengan daerah tertentu.

Maka dari itu, bidang ini tidak hanya peduli dengan orang-orang yang telah tinggal di daerah untuk generasi, tetapi juga kelompok imigran yang membawa bahasa mereka di daerah baru (bahasa kontak).

Baca juga: Pengertian Fonologi Menurut Para Ahli

Pengertian Dialektologi Menurut Para Ahli

Ada pun berikut ini adalah pendapat para pakar mengenai penjelasan apa itu dialektologi.

1. Kridaklasana (2001:41)

Mengemukakan dialektologi merupakan ilmu tentang dialek; atau cabang dari linguistik yang mempelajari variasi-variasi bahasa dengan memperlakukannya sebagai struktur yang utuh.

2. Pateda (1988:51)

Berpendapat bahwa dialektologi disebut pula variasi bahasa berdasarkan geografi, serta ilmu yang membanding-bandingkan bahasa-bahasa yang masih serumpun untuk mencari titik persamaan dan titik perbedaanya.

3. Chabers dan Trudgill (1980:3)

Mengatakan bahwa dialektologi adalah salah satua kajian tentang dialek atau dialek-dialek.

4. Keraf (1996:143)

Mengatakan dengan menggunakan istilah geografi dialek adalah cabang ilmu bahasa berdasarkan lokal dari semua aspeknya.

5. Lauder (2001:1)

Dialektologi cenderung memaparkan antar ragam bahasa dengan bertumpu pada satuan ruang tempat terwujudnyaragam-ragam itu pada saat penelitian itu dilakukan sehingga kesimpulan yang dihasilka  dapat diperiksa kebenarannya.

Baca juga: Pengertian Tekstologi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Jenis Jenis Dialektologi

Menurut pandangan dialektologi, semua dialek dari suatu bahasa mempunyai kedudukan yang sederajat, statusnya sama, tidak ada dialek yang lebuh berprestise dan tidak berprestise.

Tidak ada juga sebutan bahwa dialek yang digunakan itu kampungan, meskipun penuturnya berasal dari desa. Semua dialek dari sebuah bahasa itu sama.

Dialek-dialek tersebut menjadikan fungsinya masing-masing dalam kelompok-kelompok masyarakat penuturnya. Dialek standar juga merupakan dialek bahasa, sama dengan dialek lainnya. Hanya karena faktor ekstralinguistik, dialek ini dianggap sebagai dialek yang berprestise.

Berdasarkan kelompok pemakaiannya, dialek dapat dibagi atas tiga jenis, yakni:

1. Dialek Regional

Yaitu variasi bahasa berdasarkan perbedaan lokal (tempat) dalam suatu wilayah bahasa.

2. Dialek Sosial

Yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh golonga tertentu

3. Dialek Temporal

Yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok bahasawan yang hidup pada waktu tertentu.

Baca juga: Pengertian Konjungsi Beserta Jenis dan Contohnya

Ruang Lingkup Dialektologi

Dialektologi merupakan cabang linguistik yang mempelajari variasi bahasa. Yang dimaksud dengan variasi bahasa adalah perbedaan-perbedaan bentuk yang terdapat dalam suatu bahasa.

Perbedaan-perbedaan tersebut mencakup semua unsure kebahasaan, yaitu fonologi, morfologi, leksikon, sintaksis, dan semantik.

Dalam bidang fonologi, perbedaan tersebut dapat berupa perbedaan bunyi (lafal) dan dapat pula berupa perbedaan fonem.

Dalam bidang morfologi perbedaan tersebut dapat berupa afiks (prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks), pronominal, atau kata penunjuk.

Dalam bidang sintaksis, perbedaan itu berupa struktur kalimat atau struktur frasa. Dan dalam bidang semantik, perbedaan itu berupa makna.

Tetapi makna tersebut masih berhubungan atau masih mempunyai pertalian, makna yang digunakan pada titik pengamatan tertentu dengan makna yang digunakan pada titi pengamatan yang lainnya masih berhubungan.