Pengertian Dongeng Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa definisi dongeng menurut para ahli.

1. Kamisa, 1997: 144

Dongeng adalah suatu cerita yang dituturkan atau dituliskan dengan maksud menghibur. Sifatnya adalah fiktif sehingga tidak benar-benar terjadi. Selain itu, dongeng juga merupakan ajaran moral yang terkandung dalam sebuah cerita.

2. Nurgiantoro, 2005:198

Definisi dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal.

3. Agus Triyanto, 2007:46

Dongeng adalah cerita fantasi sederhana yang tidak benar-benar terjadi berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral mendidik dan juga menghibur, sehingga dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra yang ceritanya tidak benar-benar terjadi/fiktif.

4. Menurut Semi, 1988:29”

Dongeng biasanya menceritakan tentang sebuah asal mula suatu tempat atau suatu negeri atau mengenai suatu peristiwa-peristiwa yang aneh dan menakjubkan tentang kehidupan manusia atau binatang.

5. Badrun “1983:29”

Pengertian dongeng adalah suatu cerita prosa hasil seni rakyat yang hidup subur dalam angan-angan masyarakat, impian dan sebuah kenyataan bercampur menjadi satu dalam dunia angan-angan.

Baca juga: 4 Manfaat Dongeng untuk Pertumbuhan Anak

6. Bascom

Dongeng adalah salah satu jenis prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi dan tidak terikat dengan waktu atau tempat.

7. Trisna

Pengertian dongeng merupakan cerita zaman dahulu.

8. Charles Perrault

Dongeng ialah cerita pendek mengenai petualangan khayal dengan situasi dan tokoh-tokoh yang gaib dan luar biasa.

9. Liberatus Tengsoe

Arti dongeng adalah cerita khayal yang kebenarannya sulit dipercaya karena disajikan hal-hal ajaib, aneh dan tidak masuk akal.

10. KBBI

Menurut Kbbi, dongeng adalah:

do.ngeng /dongèng/

  1. n cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh): anak-anak gemar mendengarkan — Seribu Satu Malam

  2. n ki perkataan (berita dan sebagainya) yang bukan-bukan atau tidak benar: uraian yang panjang itu dianggapnya hanya — belaka