Pengertian Hipotesis

Bicara mengenai istilah hipotesis, sampai saat ini banyak yang mengatakan jika hipotesis merupakan jawaban sementara yang hendak diuji kebenarannya.

Jawaban itu bisa berdasarkan pola atau sekup yang sedang dikaji untuk keperluan penelitian dalam menguji suatu hal.

Namun, tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, biasanya penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif adalah penilitian yang tidak memerlukan hipotesis.

Selain itu, mungkin lebih memerlukan hipotesis karena tidak terpaku dengan teori mendasar atau teori paten lainnya.

Hipotesis memungkinkan kita menghubungkan teori dengan pengamatan atau pengamatan dengan teori.

Hipotesis mengemukakan pernyataan tentang harapan peneliti mengenai hubungan-hubungan antara variabel-variabel dalam persoalaan.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.

Baca juga: Pengertian Tekstologi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan melalui hipotesis baru didasarkan teori dan belum menggunakan fakta.

Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut.

Menurut Suharsimi Arikunto (2006:71) berpendapat  bahwa hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.

Macam-macam hipotesis

1. Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskripsif adalah sebuah dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah deskriptif yang berhubungan dengan variabel tunggal/mandiri.

2. Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan perbandingan (komparasi) antara dua variabel penelitian.

3. Hipotesis Asosisatif

Hipotesis asosiatif merupakan sebuah dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan hubungan (asosiasi) antara dua variabel penelitian.

Baca juga: Pengertian Oposisi Biner

Tujuan dan Manfaat Hipotesis

  • Menjelaskan masalah penelitian.
  • Menjelaskan variabel-variaebl yang akan di uji.
  • Pedoman untuk memilih metode analisis data.
  • Dasar untuk membuat kesimpulan penelitian.
  • Memberikan penjelasan tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
  • Mengemukakan pernyataan tentang hubungan dua konsep yang secara langsung dapat diuji dalam penelitian.
  • Memberikan arah penelitian.
  • Memberi kerangka pada penyusunan kesimpulan penelitian.